JAVASATU.COM- Hujan tak lagi menjadi kekhawatiran bagi Imam Bashori (48), nelayan asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik. Jika sebelumnya ia dan keluarganya harus cemas saat hujan karena atap rumah bocor, kini Imam bisa menempati hunian yang lebih sehat dan nyaman.

Rumah Imam menjadi salah satu hunian yang mendapat penanganan melalui program Dana Alokasi Khusus Tematik Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (DAK TPPKT) di Desa Campurejo. Program tersebut menyasar perbaikan rumah tidak layak huni sekaligus penataan lingkungan permukiman warga.
“Sebelumnya saya menempati rumah mertua bersama istri dan anak saya. Jika hujan kami sangat khawatir karena atap rumah banyak yang bocor. Sekarang rumah saya tidak bocor lagi kalau hujan. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian nyata dari pemerintah melalui program ini,” kata Imam.
Penataan kawasan permukiman di Campurejo tersebut diresmikan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (1/8/2026). AHY hadir bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.
Dalam kunjungannya di Dusun Karangtumpuk, AHY meninjau langsung hasil penataan kawasan, mulai dari perbaikan rumah warga hingga pembangunan infrastruktur pendukung lingkungan.
Sebanyak 166 rumah disebut dibangun dan direnovasi melalui program DAK TPPKT di atas lahan sekitar tujuh hektare. Penataan juga dilengkapi fasilitas air bersih, sanitasi, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), tandon air, drainase serta perbaikan jalan lingkungan.
“Sebelum berbicara produktivitas dan kehidupan yang berkualitas, didahului dengan bagaimana rumah-rumah masyarakat kita, terutama yang ada di Desa Campurejo, memiliki ruang yang sehat, aman, dan nyaman,” ujar AHY.
Menurut AHY, penataan permukiman kumuh tidak cukup hanya dengan memperbaiki bangunan rumah. Infrastruktur dasar dan kualitas lingkungan juga harus dibenahi agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan aman.
Program tersebut merupakan kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian terkait serta dunia usaha melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Pembangunan ini merupakan kolaborasi pentahelix, baik Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian ATR/BPN terkait lahan, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Saya ucapkan terima kasih juga kepada Pakuwon Group dan Habitat Indonesia,” kata AHY.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan Campurejo menjadi wilayah kedua di Kabupaten Gresik yang menerima manfaat program DAK TPPKT. Sebelumnya, program serupa diterapkan di Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu.
Yani berharap penataan kawasan tersebut tidak hanya mengubah wajah permukiman, tetapi juga meningkatkan kesehatan dan perekonomian masyarakat. Hal itu dinilai penting karena sebagian besar warga Campurejo menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan dan bekerja sebagai nelayan.
“Saya berharap penataan ini tidak hanya menghilangkan kesan kumuh, tetapi juga langsung mendongkrak tingkat kesehatan serta roda perekonomian masyarakat setempat,” ujar Yani.
Skema hunian dalam program tersebut juga disesuaikan dengan kemampuan ekonomi masyarakat pesisir. Warga mendapat opsi angsuran fleksibel selama delapan hingga 10 tahun. Fandi menyebut sebagian penerima manfaat bahkan telah melunasi kewajibannya.
Bagi Imam, perubahan paling sederhana justru terasa setiap kali hujan turun. Ia tak lagi harus menyiapkan wadah untuk menampung air dari atap rumah atau mengkhawatirkan kondisi keluarganya.
Kini, rumah yang lebih sehat menjadi bagian penting bagi Imam untuk menjalani aktivitas sebagai nelayan sekaligus memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi istri dan anaknya. (bas/arf)