JAVASATU.COM- Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (PW IKAPETE) Jawa Timur menggelar halalbihalal dan diskusi panel bertema “Maksimalisasi Ekonomi Santri untuk Negeri” di Hall Pusat Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jumat (3/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi alumni pesantren untuk memperkuat peran santri dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Peran santri perlu dimaksimalkan demi kebangkitan ekonomi negeri,” ujar Ketua PW IKAPETE Jatim, KH Roisudin Bakri.
Acara ini merupakan kolaborasi PW IKAPETE Jawa Timur dengan PC IKAPETE wilayah Pantura, meliputi Gresik, Lamongan, Bojonegoro, dan Tuban. Selain alumni Tebuireng, kegiatan juga dihadiri alumni dari berbagai pesantren besar di Indonesia.
Dalam forum tersebut, para peserta menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar santri untuk membangun kekuatan ekonomi berbasis komunitas pesantren. Gerakan kolektif dinilai menjadi kunci agar kontribusi santri lebih nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Santri harus bersatu dan beraliansi agar gerakannya berdampak nyata bagi perubahan ekonomi yang lebih baik,” tegas Roisudin.
Ketua Presnas IKAPETE, Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, menambahkan bahwa silaturahmi menjadi fondasi penting dalam membangun jejaring dan kesuksesan alumni pesantren.
“Salah satu kunci kesuksesan alumni pesantren adalah menjaga silaturahmi, karena dari sana lahir inspirasi dan peluang,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Perekonomian Yayasan Sunan Drajat, Dr. H. Anas Al Hifni, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi santri yang berdampak luas bagi umat. Ia menyebut tiga kunci utama, yakni integritas, kecepatan dalam beradaptasi, dan kebermanfaatan.
“Santri harus mandiri secara ekonomi dan mampu memberi dampak maslahat bagi masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan juga diisi dengan penandatanganan kerja sama ekonomi antara PW IKAPETE Jatim dan Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai langkah konkret penguatan ekonomi santri. Acara ditutup dengan doa, ramah tamah, serta pembagian doorprize bagi peserta. (hoo/nuh)