JAVASATU.COM- Fluktuasi harga emas akibat dampak geopolitik global mendorong minat masyarakat untuk berinvestasi. Di Pasar Besar Malang, warga mulai memanfaatkan momen turunnya harga emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, Senin (30/3/2026).

“Tujuannya pertama investasi dan mengajari anak menabung. Jadi tidak harus langsung digunakan sekarang. Saya beli saat harga turun, apalagi melihat kondisi geopolitik saat ini, sepertinya emas sulit turun lebih jauh,” ujar Regina, pelanggan salah satu toko emas di kawsan Pasar Besar Malang.
Regina mengaku menggunakan sebagian dana dari Tunjangan Hari Raya (THR) untuk membeli emas. Menurutnya, emas dinilai lebih aman karena cenderung stabil dan mampu melindungi nilai aset dari inflasi maupun krisis ekonomi.
“Bahkan untuk tabungan kuliah anak, saya pilih emas karena nilainya cenderung meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, tren serupa juga diakui oleh pramuniaga toko emas di lokasi. Minat masyarakat terhadap emas tetap tinggi, terutama saat harga mengalami penurunan.
“Untuk saat ini harga Antam di kisaran Rp3.154.000 per gram untuk cetakan tahun 2026. Harganya sedang turun, ini waktu yang tepat untuk beli emas,” ujar Faisal, pramuniaga toko emas di Pasar Besar Malang.
Ia menjelaskan, harga emas sebelumnya sempat berada di kisaran Rp3,5 juta per gram, namun kini mengalami koreksi menjadi sekitar Rp3,1 juta per gram. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat untuk membeli emas sebagai langkah mengamankan aset di tengah ketidakpastian global.
“Banyak warga memilih beli emas untuk menjaga nilai aset mereka di situasi seperti sekarang,” pungkasnya. (dop/saf)