email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 5 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

IIER dan PSPK Gelar Workshop Kawal Keamanan Anak di Ruang Digital

by Redaksi Javasatu
22 September 2025
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Indonesian Institute for Education Reform (IIER) bersama Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) menggelar rangkaian kegiatan membahas keamanan anak di ruang digital.

(Foto: Javasatu.com)

Acara ini berlangsung dalam bentuk Reformer Talk #2 dan Reformer Workshop #2, digelar daring pada 14 Juni 2025 dan luring di Jakarta, Minggu (3/8/2025).

Kegiatan bertema “Di Balik Layar Gawai: Bagaimana Kita Menjaga Anak dari Risiko Dunia Digital?” menarik ratusan peserta, mulai dari akademisi, praktisi pendidikan, komunitas, hingga orang tua.

Tercatat 477 orang mengikuti sesi talkshow, sementara 60 peserta hadir langsung dalam workshop.

Dalam Reformer Talk #2, sejumlah pembicara kunci tampil, di antaranya Mediodecci Lustarini dari Kemkomdigi yang menjelaskan PP No. 17/2025 atau PP TUNAS sebagai regulasi perlindungan anak di ruang digital.

Pandu Ario Bismo dari PSPK menyoroti dampak kecanduan internet pada anak, sementara Aretha Ever Ulitua Samosir dari psikolog anak menekankan kerentanan anak akibat paparan gawai berlebih.

Perwakilan orang tua, Claudya Tio Elleossa, menambahkan pentingnya alternatif kegiatan positif bagi anak.

BacaJuga :

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

Tiga Besar JPT Pemkab Malang Segera Diumumkan, BKN Jadi Penentu

Sebagai kelanjutan, Reformer Workshop #2 menghadirkan 10 fasilitator dari Indonesia Mengajar. Diskusi menghasilkan identifikasi risiko, pemetaan pemangku kepentingan, serta rekomendasi untuk ekosistem pendidikan digital yang aman.

UNICEF melalui Asep Zulhijar menegaskan tingginya akses internet pada anak-anak Indonesia dan risiko yang menyertainya.

Workshop juga menghadirkan testimoni delapan pelajar dari berbagai sekolah dan yayasan, yang mengungkap pengalaman mereka terkait dampak positif sekaligus negatif dari teknologi digital.

Beberapa mengaku menyesal terlalu cepat terpapar gawai karena berisiko menimbulkan adiksi.

“Kami ingin membangun ekosistem pendidikan digital yang aman, inklusif, dan berpihak pada anak. Ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal masa depan generasi,” ujar Fathiyya Nur Rahmani, peneliti PSPK.

Acara ditutup dengan presentasi rekomendasi kebijakan yang dinilai pakar pendidikan, di antaranya Itje Chodidjah (PSPK) dan Santoso (Direktur Article 33 Indonesia).

IIER dan PSPK menegaskan komitmennya melanjutkan dialog dan kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang inovatif, aman, dan berdampak jangka panjang bagi anak-anak Indonesia. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: IIERPSPK

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

Tiga Besar JPT Pemkab Malang Segera Diumumkan, BKN Jadi Penentu

Ramadan, Polres Malang Tingkatkan Patroli: Kasus Curat Turun 70 Persen

Sekda Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Urus PBG-SLF Dinilai Berbelit

Warga Disabilitas di Banjararum Singosari Diserahkan ke RSBL Pasuruan

TNI Gagalkan Serangan KKB di Tembagapura Mimika, 1 Tewas, 6 Diamankan

Publik Apresiasi Kapolda NTB Usai Bongkar 157 Kasus Narkoba

Polantas Menyapa, Satlantas dan REI Gresik Bagi Takjil Gratis ke Warga

Jarang Tersorot, Modin Perempuan Disantuni MUI Panceng

Debut Angele Lapp di “Downtown Girl”, Bidik Pasar Pop Filipina Modern

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Disabilitas di Banjararum Singosari Diserahkan ke RSBL Pasuruan

TNI Gagalkan Serangan KKB di Tembagapura Mimika, 1 Tewas, 6 Diamankan

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

OSS Tak Bertaji? PBG-SLF Kabupaten Malang Disebut Masih Dipersulit Oknum

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Nasky Luncurkan Buku “Polri Presisi”, Kupas Kepemimpinan Jenderal Sigit

TNI Gagalkan Serangan KKB di Tembagapura Mimika, 1 Tewas, 6 Diamankan

Publik Apresiasi Kapolda NTB Usai Bongkar 157 Kasus Narkoba

Debut Angele Lapp di “Downtown Girl”, Bidik Pasar Pop Filipina Modern

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

RSUD Gambiran Kediri Buka Skrining Kanker Payudara Rp450 Ribu hingga 18 Mei 2026

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

SPPT PBB Kota Kediri 2026 Mulai Didistribusikan ke Seluruh Kelurahan, Mari Bayar Pajak

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi II Malang Sukses Digelar, Satria Muda Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d