JAVASATU.COM- Kementerian Kebudayaan RI mendorong digitalisasi keris sebagai upaya pelestarian warisan budaya sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z. Langkah ini dilakukan agar nilai filosofis keris tetap hidup dan relevan di era digital.

Direktur Pengembangan Budaya Digital Kementerian Kebudayaan RI, Insan Abdirrohman, S.H., M.Si menegaskan bahwa keris merupakan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang harus dijaga keberlanjutannya.
“Keris menjadi perhatian kami untuk terus dilestarikan dan dikembangkan kepada generasi muda melalui digitalisasi, agar mereka mengenal bentuk, deskripsi, hingga nilai filosofis yang terkandung di dalamnya,” ujarnya, Jumat (17/4/2026) saat menghadiri peringatan Hari Keris Nasional 2026 di Bakorwil III Malang.
Melalui program digitalisasi, berbagai informasi terkait keris akan disajikan dalam format yang lebih mudah diakses oleh generasi muda, mulai dari visual, deskripsi, hingga makna budaya yang terkandung di dalamnya.
“Dengan digitalisasi, generasi milenial dan Gen Z bisa mengetahui lebih dalam tentang keris dan merasa bangga karena itu merupakan warisan nenek moyang kita,” jelasnya.
Selain itu, Kementerian Kebudayaan juga akan melibatkan generasi muda dalam berbagai forum diskusi seperti Focus Group Discussion (FGD) serta kolaborasi dengan pelajar untuk memperluas pemahaman tentang keris.
“Kami juga melibatkan anak muda dalam FGD dan bekerja sama dengan pelajar untuk menjelaskan keris secara lebih dekat dan menarik,” tambahnya.
Pemanfaatan platform digital seperti YouTube, Instagram, dan TikTok juga menjadi strategi utama dalam menyebarluaskan edukasi tentang keris kepada masyarakat luas.
“Melalui media sosial, kami akan menjelaskan keris dari berbagai aspek agar tidak hanya dikenal oleh generasi sebelumnya, tetapi juga diteruskan kepada generasi penerus bangsa,” pungkasnya.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya sekaligus menjadikan keris tetap eksis di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman. (saf)