JAVASATU.COM- Kondisi Bundaran Pattimura Kota Malang yang berada di utara Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) mendapat perhatian warga. Bundaran yang berada di pertemuan Jalan Pattimura dan Jalan Diponegoro itu disebut kerap ditabrak kendaraan karena kondisinya kurang terlihat.
Persoalan tersebut mendorong warga mengusulkan agar Bundaran Pattimura ditata kembali sekaligus dibangun monumen Singa. Usulan itu dinilai dapat membuat bundaran lebih mudah terlihat pengguna jalan sekaligus mempercantik kawasan dan menjadi salah satu ikon Kota Malang.

Anggota DPRD Kota Malang Arief Wahyudi, SH meninjau langsung kondisi Bundaran Pattimura, Selasa (22/9/2026) siang. Ia menyatakan bundaran tersebut sebaiknya tetap dipertahankan dan ditata sebagai taman.
“Doakan ya, saya akan ajukan dalam rapat nanti agar bundaran ini dibangun. Semoga bisa tembus, karena jika dibangun juga mempercantik lingkungan dan supaya tidak terjadi kecelakaan lagi,” papar Arief.
Bundaran Pattimura sebelumnya merupakan taman yang dilengkapi tanaman dan penerangan jalan umum (PJU). Namun, seiring tanaman tidak lagi terawat dan PJU tidak berfungsi, kawasan tersebut kini terlihat terbengkalai.
Kondisi bundaran yang kurang terlihat disebut menjadi salah satu persoalan bagi pengendara. Warga menyebut sejumlah kendaraan pernah menabrak bagian sisa bangunan bundaran hingga mengalami kerusakan.
Tokoh setempat Ari Susanto mengatakan kendaraan, khususnya mobil, terkadang tidak melihat keberadaan bundaran dengan jelas saat melintas.
“Sering mobil nyangsang dan hingga nge-trail karena menabrak jembatan itu,” ungkap Ari.
Warga Siapkan Desain Monumen Singa
Usulan pembangunan monumen Singa bukan sekadar wacana. Warga setempat mengaku telah menyampaikan usulan tersebut kepada Pemkot Malang. Bahkan, warga secara mandiri membayar pembuatan desain untuk rencana pendirian monumen.
Sam Ambon, sapaan akrab Ari Susanto, berharap peninjauan Arief dapat menjadi langkah untuk mendorong realisasi penataan Bundaran Pattimura.
“Semoga dengan sidak dari Pak Arief, bundaran itu bisa didirikan monumen Singa,” ujarnya.
Menurut Arief, keberadaan bundaran tetap penting dipertahankan karena dapat memperindah lingkungan. Ia menilai pembangunan patung Singa juga berpotensi memperkuat identitas kawasan sebagai bagian dari Kota Malang.
Selain Bundaran Pattimura, Arief menyebut terdapat sejumlah pulau jalan lain yang perlu mendapat perhatian. Salah satunya berada di depan SPBU Sawahan yang menurutnya juga perlu diperbaiki karena berkaitan dengan keselamatan pengguna jalan.
“Selain Bundaran Pattimura, ada juga pulau jalan di depan SPBU Sawahan yang membahayakan pengguna jalan,” tegasnya.

Jadi Titik Kumpul Aremania dan Kegiatan Sosial
Bagi masyarakat sekitar, Bundaran Pattimura bukan hanya bagian dari infrastruktur jalan. Komunitas setempat menyebut lokasi tersebut sebagai “Bundaran HI”.
Lokasi itu juga menjadi salah satu titik berkumpul sejumlah Aremania serta digunakan untuk kegiatan sosial, seperti pembagian bantuan Jumat Berkah, pengajian dan kegiatan masyarakat lainnya.
Karena itu, warga berharap penataan Bundaran Pattimura tidak hanya memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mempertahankan fungsi sosial dan karakter kawasan.
“Kami berharap pembangunan monumen Singa ini bisa menjadi bagian dari penataan Bundaran Pattimura. Selain membuat bundaran lebih terlihat oleh pengendara, kami juga ingin kawasan ini menjadi lebih bagus dan bisa menjadi salah satu ikon Kota Malang,” ujar Sam Ambon. (har/arf)