JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat selama Idulfitri 1447 Hijriah secara umum tetap terjaga dengan baik. Ia menyebut keberhasilan Polri dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga lebih dari 30 persen sebagai capaian yang patut diapresiasi.

“Ini menunjukkan bahwa strategi pengamanan, rekayasa lalu lintas, dan pendekatan humanis yang dilakukan berjalan efektif dan tepat sasaran,” kata Nasky dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Nasky yang juga menjabat Ketua Indonesia Youth Epicentrum menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri, serta seluruh jajaran personel Polri atas pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang dinilai berjalan lancar, aman, dan sukses.
Ia juga menyoroti keberhasilan penerapan rekayasa lalu lintas seperti One Way Nasional dan inovasi One Way Sepenggal Presisi yang dinilai efektif menjaga kelancaran arus kendaraan meskipun terjadi lonjakan volume secara signifikan.
Menurut penulis buku Polri Presisi tersebut, keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) selama Operasi Ketupat 2026 tetap dalam kondisi aman dan terkendali.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami sangat menghargai kerja keras, tugas mulia, dan dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh Kakorlantas Polri dan seluruh jajarannya kepada masyarakat dan negara sehingga keamanan terjaga dengan baik selama operasi ini,” ujarnya.
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu memaparkan, dalam Operasi Ketupat 2026, Polri bersama stakeholder terkait telah memberikan pelayanan optimal dengan menyiagakan 2.746 posko di berbagai titik strategis di seluruh Indonesia. Posko tersebut terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu, dengan melibatkan total 161.243 personel gabungan.
Berdasarkan data aplikasi IRSMS Korlantas Polri, angka kecelakaan lalu lintas nasional mengalami penurunan sebesar 5,31 persen, dari 2.880 perkara pada 2025 menjadi 2.727 perkara pada 2026. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia turun signifikan sebesar 30,41 persen, dari 342 orang pada 2025 menjadi 238 orang pada 2026.
“Ini merupakan buah positif dari sinergi antara Polri, TNI, pemerintah, dan elemen masyarakat serta penerapan strategi rekayasa lalu lintas yang presisi sesuai arahan Kapolri,” ungkapnya.
Nasky juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kinerja Polri dengan mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga ketertiban selama berkendara.
“Ia berharap kerja sama yang baik ini dapat terus terjalin dan ditingkatkan di masa mendatang demi keselamatan bersama,” tuturnya.
Menurutnya, tagline Kapolri dalam Operasi Ketupat, yakni mudik aman, keluarga bahagia, telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Polri hadir di lapangan dalam memastikan seluruh perjalanan, baik saat mudik hingga kembali, berjalan aman dan selamat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho juga mengungkapkan sejumlah capaian positif selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) selama arus mudik dan balik Lebaran.
Ia menyebut tingginya volume kendaraan saat puncak arus mudik dan balik menjadi tantangan besar yang berhasil diantisipasi dengan baik berkat kesiapan personel di lapangan.
“Catatan positif yang luar biasa adalah kamseltibcarlantas. Puncak arus cukup tinggi, bangkitan arus juga tinggi. Memang pasti padat dan terjadi perlambatan, namun tanpa kehadiran personel Korlantas dan jajaran, pengelolaan lalu lintas tidak akan optimal,” ujar Agus, Selasa (31/3/2026). (arf)