JAVASATU.COM- Warga menyerbu pasar murah yang digelar Polres Malang bersama Perum Bulog di Kecamatan Kepanjen dan Dampit, Sabtu (30/8/2025). Sebanyak 10 ton beras yang disediakan langsung ludes dalam hitungan jam.

Program bertajuk Gerakan Pangan Murah itu menyalurkan beras medium SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp58 ribu per paket. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi, dengan antrean panjang di dua lokasi kegiatan.
Di Kecamatan Kepanjen, pasar murah dipusatkan di Gudang Penimbangan Tebu Desa Sengguruh. Sebanyak 988 paket beras langsung habis dibeli warga.
Sementara di Kecamatan Dampit, pasar murah dipusatkan di Balai Desa Srimulyo dan kediaman warga dengan 1.000 paket beras juga ludes terjual.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan tingginya animo warga menunjukkan pasar murah sangat dibutuhkan.
“Respon warga luar biasa. Dari hampir 10 ton beras yang kami siapkan, semuanya habis terjual dalam waktu singkat,” ujar Bambang.
Menurutnya, pasar murah ini menjadi solusi nyata untuk membantu masyarakat menghadapi tingginya harga beras di pasaran.
“Kami memahami kondisi masyarakat, terutama buruh tani dan warga kecil yang terdampak fluktuasi harga. Karena itu Polres Malang bersama Bulog hadir memberikan beras murah agar kebutuhan pokok lebih terjangkau,” jelasnya.
Bambang menambahkan, selain meringankan beban ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana mendekatkan Polri dengan masyarakat. Ia memastikan kegiatan pangan murah akan terus digelar secara berkala.
“Banyak warga berharap program ini bisa rutin dilakukan. Polres Malang akan berkoordinasi dengan Bulog dan pemerintah daerah agar pasar murah ini berkelanjutan,” pungkasnya. (agb/arf)