email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 31 Agustus 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Penutupan Porprov Jatim 2025 di Kanjuruhan Disorot: Anak Haus, Salat Terabaikan, Lighting Gelap

by Syaiful Arif
7 Juli 2025
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Penutupan (closing ceremony) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, menuai sorotan tajam dari peserta dan warganet. Bukan soal pertandingan, melainkan carut-marutnya koordinasi panitia saat pergelaran.

(Foto: HO/KLIKTIMES.COM)

Keluhan bermunculan di media sosial, menyuarakan buruknya manajemen waktu, minimnya logistik, dan komunikasi panitia yang dinilai amburadul.

Salah satu sorotan tajam datang dari akun @cindiigrizzellaa, yang mengungkap anak-anak peserta tari kolosal harus bersiap sejak pukul 16.00 WIB, tapi baru tampil pukul 20.00 WIB tanpa makanan dan minuman.

“Kalau mereka kehausan, jangan cuma ditawari, langsung disodorkan minum,” tulisnya di akun IG @malangraya_info, dikutip Senin (7/72025).

Akun tersebut juga menyoroti buruknya perencanaan. Informasi latihan dan gladi resik baru dibagikan dua hari sebelum tampil, bahkan durasi musik belum pasti.

“Anak-anak dipaksa hafal dalam waktu singkat, guru pembina juga kesulitan karena jarak rumah dan sekolah,” lanjutnya.

Netizen lain ikut melontarkan kritik. “Wah parah sih, panitia harus tanggung jawab,” tulis @ikromzzzzzt.

BacaJuga :

Kapolres Malang Turun Tangan Temui Massa Aksi

Pasar Murah Polres Malang, 10 Ton Beras Ludes Diserbu Warga Kepanjen dan Dampit

Komentar senada datang dari @frista5900, “Sudah saya duga dari awal, semuanya instan dan maksa.”

Soal waktu ibadah pun ikut dipersoalkan. Akun @sifak_al menyesalkan ribuan anak tak diberi kesempatan salat.

“Acara ini membuat 3.000 anak meninggalkan kewajibannya,” tulisnya.

Sorotan juga mengarah ke pencahayaan yang dianggap buruk. “Lighting-nya peteng payah,” ujar @steven_1love.

Sementara @chusdianasari mengaku sempat tak percaya dengan gelapnya panggung saat menyaksikan ulang tayangan video. “Tarian dan kolosal bagus padahal, tapi lighting kurang. Tangga panggung pun baru dipasang saat acara sudah berjalan.”

Cerita lain datang dari @deviewidya713 yang menyebut ada anak-anak SD kelas 2 berlari ke belakang panggung dalam kondisi kelelahan, tetap dipaksa tampil di tengah kerumunan.

Di tengah gelombang kritik, ada juga suara positif dari @sismalaharningtyas yang mengapresiasi pelestarian budaya melalui tari topeng dalam pembukaan Porprov.

“Ini baru keren. Melestarikan budaya Indonesia. Bukan sound horeg yang dilestarikan,” tulisnya.

Namun secara umum, suara warganet menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap manajemen acara. Banyak yang menilai panitia lebih fokus pada kemegahan panggung dibandingkan kenyamanan dan keamanan peserta, yang sebagian besar adalah pelajar.

Evaluasi mendalam dibutuhkan. Porprov sebagai ajang prestisius tak semestinya jadi beban fisik dan mental bagi anak-anak. Ajang besar seharusnya digelar matang dari dalam, bukan hanya gemerlap di luar. (Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Porprov Jatim 2025

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kapolres Malang Turun Tangan Temui Massa Aksi

Pasar Murah Polres Malang, 10 Ton Beras Ludes Diserbu Warga Kepanjen dan Dampit

ADVERTISEMENT

PLN Luncurkan HCS Ultima, Layanan Isi Daya Kendaraan Listrik Lebih Cepat dan Praktis

Forkopimda dan Ojol Kota Batu Duduk Bersama untuk Affan Kurniawan

Panglima TNI Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

Prev Next

POPULER HARI INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

GBPH Yudaningrat Resmi Sandang Sertifikat Kurator Keris dari BNSP

PBH Peradi Malang Jemput Bola, Warga Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

BERITA LAINNYA

PLN Luncurkan HCS Ultima, Layanan Isi Daya Kendaraan Listrik Lebih Cepat dan Praktis

Panglima TNI Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

TNI Bagikan 500 Sak Beras untuk Ojol Medan

GBPH Yudaningrat Resmi Sandang Sertifikat Kurator Keris dari BNSP

Panglima TNI Perpanjang Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

Prev Next

BERITA KHUSUS

DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Sanusi Sepakat Perkuat Tata Kelola Daerah

RSUD Gresik Sehati Resmi Dibuka, Percepat Akses Layanan Kesehatan di Gresik Selatan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

Arema FC Siap Menang Lawan Persijap Jepara di Super League 2025

TosanAji.id Jalin Kolaborasi dengan Museum dan Sanggar Keris Mataram Yogyakarta

Ribuan Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Pasuruan Disita Petugas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

%d