JAVASATU.COM- RW 05 Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dibidik meraih predikat ProKlim Lestari, kategori tertinggi dalam Program Kampung Iklim (ProKlim). Pengusulan tersebut memasuki tahap verifikasi lapangan oleh tim Kementerian Lingkungan Hidup, Kamis (27/8/2026).

RW 05 Arjowinangun dinilai memiliki rekam jejak aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan masyarakat secara konsisten. Sebelumnya, wilayah tersebut meraih predikat ProKlim Utama pada 2022 dan terus mengembangkan berbagai kegiatan lingkungan.
“ProKlim bukan sekadar program biasa, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan masyarakat dalam membangun lingkungan yang sehat, tangguh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan iklim,” kata Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Tri Santoso.
Tidak hanya menjalankan kegiatan lingkungan di wilayahnya, warga RW 05 Arjowinangun juga melakukan pembinaan terhadap 10 lokasi baru. Pengembangan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak yang mendukung pengusulan menuju kategori ProKlim Lestari.
Tri mengatakan pengembangan ProKlim di Kota Malang sejalan dengan program prioritas Wali Kota Malang, Ngalam Seger, khususnya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat.
“ProKlim sejalan dengan program prioritas Wali Kota Malang, Ngalam Seger, khususnya dalam menjaga kualitas lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Pengembangan ProKlim di Arjowinangun juga melibatkan sinergi lintas perangkat daerah, akademisi, serta sektor swasta. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat aksi lingkungan berbasis masyarakat.
“Hingga 2026, Kota Malang memiliki 33 lokasi ProKlim. Tahun ini, DLH Kota Malang mengusulkan enam lokasi ke tingkat nasional,” tegas Tri.
Dari enam lokasi yang diusulkan tersebut, lima merupakan lokasi baru yang diajukan untuk kategori Madya dan Utama. Sementara RW 05 Arjowinangun menjadi satu-satunya lokasi yang dibidik untuk kategori ProKlim Lestari.
Pemkot Malang berharap pengembangan ProKlim dapat mendorong semakin banyak wilayah memperkuat aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
Program tersebut juga diharapkan memperluas keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tangguh, dan mampu beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. (har/arf)