JAVASATU.COM- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menegaskan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) merupakan mitra strategis dan kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya dalam acara Dies Natalis ke-72 GMNI dan halalbihalal DPC GMNI Malang di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (11/4/2026).

“GMNI adalah mitra strategis dan komponen penting dalam roda pembangunan maupun pemerintahan. Kontribusinya, baik dalam pemikiran, advokasi, maupun pengabdian masyarakat, telah memberi warna dalam pembangunan daerah,” ujar Budiar, dikutip dari laman website Pemkab Malang.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan Selamat Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh undangan yang hadir.
“Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin,” ucapnya.
Budiar menilai peringatan Dies Natalis ke-72 GMNI menjadi bukti konsistensi organisasi dalam menjaga semangat perjuangan serta nilai-nilai kebangsaan. Ia juga menyoroti tema yang diusung, yakni “GMNI, Satu Arah: Menyatukan Semangat Juang GMNI Malang yang Lebih Berdampak”, sebagai refleksi tantangan zaman.
“Tema ini relevan dengan dinamika global yang terus berubah, mulai dari disrupsi teknologi, ketidakpastian ekonomi, hingga tantangan sosial yang semakin kompleks,” katanya.
Ia menekankan pentingnya soliditas organisasi agar energi perjuangan tidak terpecah, melainkan terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Persatuan arah dan gerak menjadi kunci agar GMNI semakin solid, kritis, dan solutif,” tegasnya.
Lebih lanjut, Budiar mengapresiasi kontribusi GMNI yang dinilai tetap relevan di setiap zaman. Ia juga mendorong penguatan kapasitas kader dalam menghadapi era digital dan transformasi teknologi.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi pelaku perubahan. Perkuat juga gerakan berbasis riset dan data agar setiap langkah memiliki arah yang jelas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Budiar berpesan agar GMNI terus menjaga idealisme sekaligus adaptif terhadap perubahan serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
“Tetap kritis, namun juga memberikan solusi. Tetap berjuang, namun juga mampu berkolaborasi,” pungkasnya. (nuh)