email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 21 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Serahkan 90 Ribu Hektare untuk Konservasi, Pengamat: Bukti Prabowo Peduli Alam

by Redaksi Javasatu
12 Desember 2025

JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai bahwa tudingan negatif dan penggiringan opini liar di media sosial yang memfitnah Presiden Prabowo Subiato dengan menuding banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh disebabkan oleh keberadaan lahan sawit milik Prabowo, merupakan tuduhan tanpa dasar yang kuat.

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung. (Foto: Ist)

“Ia menilai tudingan itu tidak berdasar, tidak objektif, dan tidak konstruktif dalam menilai fakta dan data secara utuh dan menyeluruh. Narasi tersebut sarat tendensi politik dan berpotensi memecah belah persatuan nasional,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, narasi tersebut sangat menyesatkan akal publik dan tidak sesuai dengan fakta serta data yang terverifikasi.

“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap penggiringan opini liar dan data yang tidak diverifikasi kebenarannya,” tegasnya.

Serahkan 90.000 Ha Lahan untuk Konservasi

Alumnus Indef School of Political Economy Jakarta itu menjelaskan bahwa justru Presiden Prabowo telah menyerahkan 90.000 hektare lahan pribadi di Takengon, Aceh, untuk konservasi gajah sejak 2024, bekerja sama dengan WWF (World Wide Fund for Nature).

“Padahal WWF hanya meminta 10.000 hektare. WWF adalah organisasi konservasi lingkungan internasional terbesar dan paling berpengalaman di dunia,” jelas Nasky.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bukti nyata kepedulian tinggi Presiden Prabowo terhadap kelestarian alam dan perlindungan satwa di Indonesia.

Aksi yang Patut Diteladani

Nasky menambahkan, keputusan tersebut seharusnya diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa.

“Di saat banyak orang lebih memilih untuk mengeruk kekayaan, Presiden Prabowo justru melepaskan tanahnya untuk menyelamatkan satwa dan alam. Ini patut diteladani,” ujarnya.

Ia menyebut tuduhan yang diarahkan kepada Prabowo sebagai sesuatu yang ironis mengingat Presiden telah merelakan tanahnya demi pelestarian alam, bukan untuk keuntungan pribadi.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Nasky menyatakan keberatan dan membantah asumsi liar yang menyebut banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh, terjadi akibat keberadaan lahan sawit milik Prabowo di kawasan hutan.

Klarifikasi WWF: Lahan Prabowo Adalah Kawasan Konservasi

Nasky menjelaskan adanya penjelasan yang beredar dari WWF, yang menegaskan bahwa lahan 90.000 hektare yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo adalah kawasan konservasi, bukan area yang menyebabkan banjir.

Menurut WWF, Prabowo telah menyerahkan lahan itu untuk mendukung konservasi gajah Sumatra sejak 2024. Bahkan, jumlah lahan yang diberikan sembilan kali lipat dari yang diminta WWF.

“Oleh karena itu, langkah Prabowo dinilai sebagai bukti nyata komitmen Presiden terhadap pelestarian lingkungan dan satwa liar,” tuturnya.

Kawasan konservasi tersebut diproyeksikan menjadi sanctuary gajah dan zona restorasi hutan, dua fungsi yang memperkuat ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan.

“Wilayah konservasi jelas tidak memiliki aktivitas penebangan, eksploitasi, atau alih fungsi yang dapat memicu banjir. Mengaitkannya dengan bencana alam adalah kesimpulan yang tidak sesuai fakta, data, dan bertentangan dengan penjelasan WWF sendiri,” tegasnya.

Ajak Publik Lebih Objektif dan Rasional

Nasky menilai masyarakat harus memahami bahwa konservasi adalah strategi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Lahan konservasi justru berfungsi sebagai penyangga ekologis yang mengatur siklus air, memperbaiki tutupan hutan, serta menjaga daerah aliran sungai dari kerusakan,” sebutnya.

BacaJuga :

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Ia menambahkan bahwa klaim yang menyerang Prabowo merupakan bentuk fitnah dan provokasi yang menyesatkan.

Ia mengajak masyarakat fokus pada penanganan bencana dan pemulihan korban di wilayah Sumatra, termasuk Aceh.

Nasky juga mengingatkan bahwa WWF memiliki kredibilitas tinggi dalam menilai kawasan konservasi.

“Pernyataan WWF adalah landasan jelas bahwa narasi negatif terhadap Presiden Prabowo tidak logis dan tidak ilmiah,” tandasnya.

Serangan Politis

Lebih lanjut, Nasky menegaskan bahwa setiap tuduhan dalam negara hukum harus dibuktikan secara sah, bukan dimanipulasi melalui framing media sosial.

Ia menjelaskan bahwa taktik serangan personal seperti ini dikenal secara global sebagai decapitation strategy, yakni cara melemahkan tokoh penting dalam kebijakan.

“Jika menggunakan pendekatan public choice theory, serangan seperti ini tidak netral. Ada aktor-aktor yang sedang berupaya menggeser peta kekuasaan dengan menyerang figur kunci,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa beberapa pihak mempolitisasi isu lingkungan untuk merusak reputasi Presiden.

“Tindakan seperti ini dapat mencederai upaya nasional dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa,” ujarnya.

Komitmen Prabowo Terhadap Lingkungan

Komitmen Presiden Prabowo terhadap lingkungan meliputi:

  • transisi energi bersih dan energi terbarukan

  • pengelolaan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy)

  • perlindungan hutan dan sungai

  • konservasi alam termasuk habitat satwa

  • ketahanan pangan dan energi

  • posisi Indonesia sebagai pusat solusi krisis iklim global

  • peninjauan ulang izin pertambangan di kawasan konservasi

  • kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis data

Presiden Prabowo juga mendorong percepatan penanganan sampah secara hulu-hilir, diversifikasi energi, hingga memperkuat diplomasi lingkungan di forum internasional seperti G20 dan BRICS.

Seruan Jaga Persatuan Nasional

Kepada media ini, Nasky menyerukan agar publik kembali kepada data yang benar dan tidak terjebak informasi yang tidak terverifikasi.

“Civil society harus lebih cermat. Literasi publik harus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah termakan opini tanpa dasar empiris,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal informasi yang beredar dan meluruskan disinformasi yang merugikan Presiden Prabowo.

“Kami menjaga agar ruang publik tetap sehat dan bebas dari manipulasi informasi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak seluruh pihak menjaga soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tuduhan hoaks berasal dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra positif dan dedikasi beliau. Mari kita dukung Presiden dalam mewujudkan program asta cita. Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran, bukan fitnah yang dibungkus opini,” tutupnya. (saf)

Share this:

  • Share on WhatsApp (Opens in new window) WhatsApp
  • Share on X (Opens in new window) X
  • Share on Facebook (Opens in new window) Facebook

Like this:

Like Loading...
Tags: Konvservasi AlamNasky Milenial CenterNasky Putra TandjungPrabowo Subianto

Leave a ReplyCancel reply

BERITA TERBARU

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Lapas Malang Perangi HP Ilegal, Pungli dan Narkoba: Tanpa Kompromi

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Perayaan Hari Keris di Bakorwil Malang, Tugu Tirta Gaungkan Inovasi Air Bersih

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Kecamatan Bungah Juara Umum MTQ Gresik 2026

Jaga Sumber Air DAS Brantas, 100 Pohon Ditanam di Hulu Kota Batu

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

BERITA LAINNYA

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Panglima TNI Ajak DPRD Libatkan TNI Percepat Pembangunan Daerah

Emaskot Apresiasi Langkah Gubernur DKI Bangun PLTSa di Bantargebang

Presiden Prabowo Tekankan Persatuan di Hadapan Ketua DPRD se-Indonesia

Pelatihan Juru Masak MBG Batch 3 di Blitar, Peserta Uji Kompetensi Masakan Indonesia

Band Emo Asal Sidoarjo Decemberism Rilis “A Summer Bluer”, tentang Perpisahan

Munas IKAPETE, Prof Masykuri Terpilih Lagi, Targetkan Penguatan Program Nasional

TNI Tegaskan Dua Insiden Penembakan di Papua Berbeda, Tidak Saling Berkaitan

Aksi KKB Tewaskan 12 Orang, Warga Sinak Terpaksa Mengungsi

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d