email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 17 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Serahkan 90 Ribu Hektare untuk Konservasi, Pengamat: Bukti Prabowo Peduli Alam

by Redaksi Javasatu
12 Desember 2025

JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menilai bahwa tudingan negatif dan penggiringan opini liar di media sosial yang memfitnah Presiden Prabowo Subiato dengan menuding banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh disebabkan oleh keberadaan lahan sawit milik Prabowo, merupakan tuduhan tanpa dasar yang kuat.

Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung. (Foto: Ist)

“Ia menilai tudingan itu tidak berdasar, tidak objektif, dan tidak konstruktif dalam menilai fakta dan data secara utuh dan menyeluruh. Narasi tersebut sarat tendensi politik dan berpotensi memecah belah persatuan nasional,” ujar Nasky dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Menurutnya, narasi tersebut sangat menyesatkan akal publik dan tidak sesuai dengan fakta serta data yang terverifikasi.

“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap penggiringan opini liar dan data yang tidak diverifikasi kebenarannya,” tegasnya.

Serahkan 90.000 Ha Lahan untuk Konservasi

Alumnus Indef School of Political Economy Jakarta itu menjelaskan bahwa justru Presiden Prabowo telah menyerahkan 90.000 hektare lahan pribadi di Takengon, Aceh, untuk konservasi gajah sejak 2024, bekerja sama dengan WWF (World Wide Fund for Nature).

“Padahal WWF hanya meminta 10.000 hektare. WWF adalah organisasi konservasi lingkungan internasional terbesar dan paling berpengalaman di dunia,” jelas Nasky.

Ia menilai langkah tersebut merupakan bukti nyata kepedulian tinggi Presiden Prabowo terhadap kelestarian alam dan perlindungan satwa di Indonesia.

BacaJuga :

FKPQ Cerme Salurkan Donasi Rp17,4 Juta untuk Korban Bencana, Gelar Raker 2026

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

Aksi yang Patut Diteladani

Nasky menambahkan, keputusan tersebut seharusnya diapresiasi oleh seluruh elemen bangsa.

“Di saat banyak orang lebih memilih untuk mengeruk kekayaan, Presiden Prabowo justru melepaskan tanahnya untuk menyelamatkan satwa dan alam. Ini patut diteladani,” ujarnya.

Ia menyebut tuduhan yang diarahkan kepada Prabowo sebagai sesuatu yang ironis mengingat Presiden telah merelakan tanahnya demi pelestarian alam, bukan untuk keuntungan pribadi.

Sebagai bagian dari masyarakat sipil, Nasky menyatakan keberatan dan membantah asumsi liar yang menyebut banjir bandang di Sumatra, khususnya Aceh, terjadi akibat keberadaan lahan sawit milik Prabowo di kawasan hutan.

Klarifikasi WWF: Lahan Prabowo Adalah Kawasan Konservasi

Nasky menjelaskan adanya penjelasan yang beredar dari WWF, yang menegaskan bahwa lahan 90.000 hektare yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo adalah kawasan konservasi, bukan area yang menyebabkan banjir.

Menurut WWF, Prabowo telah menyerahkan lahan itu untuk mendukung konservasi gajah Sumatra sejak 2024. Bahkan, jumlah lahan yang diberikan sembilan kali lipat dari yang diminta WWF.

“Oleh karena itu, langkah Prabowo dinilai sebagai bukti nyata komitmen Presiden terhadap pelestarian lingkungan dan satwa liar,” tuturnya.

Kawasan konservasi tersebut diproyeksikan menjadi sanctuary gajah dan zona restorasi hutan, dua fungsi yang memperkuat ekosistem dan mencegah kerusakan lingkungan.

“Wilayah konservasi jelas tidak memiliki aktivitas penebangan, eksploitasi, atau alih fungsi yang dapat memicu banjir. Mengaitkannya dengan bencana alam adalah kesimpulan yang tidak sesuai fakta, data, dan bertentangan dengan penjelasan WWF sendiri,” tegasnya.

Ajak Publik Lebih Objektif dan Rasional

Nasky menilai masyarakat harus memahami bahwa konservasi adalah strategi penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

“Lahan konservasi justru berfungsi sebagai penyangga ekologis yang mengatur siklus air, memperbaiki tutupan hutan, serta menjaga daerah aliran sungai dari kerusakan,” sebutnya.

Ia menambahkan bahwa klaim yang menyerang Prabowo merupakan bentuk fitnah dan provokasi yang menyesatkan.

Ia mengajak masyarakat fokus pada penanganan bencana dan pemulihan korban di wilayah Sumatra, termasuk Aceh.

Nasky juga mengingatkan bahwa WWF memiliki kredibilitas tinggi dalam menilai kawasan konservasi.

“Pernyataan WWF adalah landasan jelas bahwa narasi negatif terhadap Presiden Prabowo tidak logis dan tidak ilmiah,” tandasnya.

Serangan Politis

Lebih lanjut, Nasky menegaskan bahwa setiap tuduhan dalam negara hukum harus dibuktikan secara sah, bukan dimanipulasi melalui framing media sosial.

Ia menjelaskan bahwa taktik serangan personal seperti ini dikenal secara global sebagai decapitation strategy, yakni cara melemahkan tokoh penting dalam kebijakan.

“Jika menggunakan pendekatan public choice theory, serangan seperti ini tidak netral. Ada aktor-aktor yang sedang berupaya menggeser peta kekuasaan dengan menyerang figur kunci,” jelasnya.

Ia juga menilai bahwa beberapa pihak mempolitisasi isu lingkungan untuk merusak reputasi Presiden.

“Tindakan seperti ini dapat mencederai upaya nasional dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa,” ujarnya.

Komitmen Prabowo Terhadap Lingkungan

Komitmen Presiden Prabowo terhadap lingkungan meliputi:

  • transisi energi bersih dan energi terbarukan

  • pengelolaan sampah menjadi energi (Waste-to-Energy)

  • perlindungan hutan dan sungai

  • konservasi alam termasuk habitat satwa

  • ketahanan pangan dan energi

  • posisi Indonesia sebagai pusat solusi krisis iklim global

  • peninjauan ulang izin pertambangan di kawasan konservasi

  • kebijakan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim berbasis data

Presiden Prabowo juga mendorong percepatan penanganan sampah secara hulu-hilir, diversifikasi energi, hingga memperkuat diplomasi lingkungan di forum internasional seperti G20 dan BRICS.

Seruan Jaga Persatuan Nasional

Kepada media ini, Nasky menyerukan agar publik kembali kepada data yang benar dan tidak terjebak informasi yang tidak terverifikasi.

“Civil society harus lebih cermat. Literasi publik harus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah termakan opini tanpa dasar empiris,” ujarnya.

Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal informasi yang beredar dan meluruskan disinformasi yang merugikan Presiden Prabowo.

“Kami menjaga agar ruang publik tetap sehat dan bebas dari manipulasi informasi,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Nasky mengajak seluruh pihak menjaga soliditas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tuduhan hoaks berasal dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan citra positif dan dedikasi beliau. Mari kita dukung Presiden dalam mewujudkan program asta cita. Demokrasi sejati hanya bisa berdiri di atas kebenaran, bukan fitnah yang dibungkus opini,” tutupnya. (saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Konvservasi AlamNasky Milenial CenterNasky Putra TandjungPrabowo Subianto
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

FKPQ Cerme Salurkan Donasi Rp17,4 Juta untuk Korban Bencana, Gelar Raker 2026

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Mediasi Ditempuh, Proses Hukum Konflik SMK Turen Malang Tak Dihentikan

Polemik Dualisme Yayasan SMK Turen, Bupati Malang Turun Tangan Cari Solusi

Polantas Menyapa, Cara Humanis Satlantas Gresik Rangkul Driver Trans Jatim

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Nelayan Mengare Gresik Diajak Menjaga Kelestarian Ekosistem Laut

Prev Next

POPULER HARI INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Emba Jetbus Run Malang, Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Dorong Ekonomi Lokal

Isra Mikraj, SD An Nur Al Anwar Bululawang Malang Cetak Generasi Qur’ani

Emosi di Jalan, Oknum PNS Gresik Lempar Batu Bus Trans Jatim Ditangkap Polisi

BERITA LAINNYA

Dankodaeral X Cup 2026 Satukan Masyarakat Papua Lewat Sepak Bola

OPINI: Menimbang Dampak Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2026 bagi Guru, Siswa dan Sekolah

Dankodaeral X Cup 2026 Jadi Wadah Salurkan Energi Positif Anak Muda Papua

Dukung Program MBG, Juru Masak di Blitar Ikuti Pelatihan dan Uji Kompetensi

Isra Mikraj, Wali Kota Kediri Santuni Anak Yatim dan Duafa

Apresiasi Langkah Cepat Kakorlantas Tangani Insiden Mobil Patwal di Tol Tomang

JessC Fokus Garap Pasar Indonesia Usai Tutup Tur Dunia di Kuala Lumpur

OPINI: Implementasi Kebijakan Fiskal Daerah dalam Mendorong Inovasi dan Teknologi di Jatim

Babinsa Dampingi Posyandu Balita di Blora, Dukung Pencegahan Stunting

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Atlet Sepeda Kota Batu Syafira El Zahra Meninggal Dunia Kecelakaan Lalu Lintas

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Dua Dugaan Penyerobotan Tanah oleh Pemkot Malang Diadukan ke DPRD

Ayu Gembirowati Fransisca Latih Calon Wali Desa Dukung Indonesia Emas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d