JAVASATU.COM- Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, mengikuti gerak jalan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kamis (13/8/2026).
Tak sekadar berjalan, para anggota Fatayat NU Ujungpangkah menyusuri rute sekitar 8 kilometer sambil menyanyikan Yaa Lal Wathan sebagai bentuk semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Gerak jalan dimulai dari Desa Ngemboh dan berakhir di Kecamatan Ujungpangkah. Meski panitia telah menyediakan kendaraan angkutan, para anggota Fatayat NU Ujungpangkah memilih tetap berjalan hingga garis finis.

Ketua PAC Fatayat NU Ujungpangkah, Jumiati S.Pd, mengatakan keikutsertaan dalam gerak jalan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme kader Fatayat NU.
“Alhamdulillah, saya bersama sahabat Fatayat hari ini bisa membersamai kebersamaan penuh semangat dalam giat gerak jalan Kecamatan Ujungpangkah. Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada sahabat Fatayat yang tetap penuh semangat,” ujar Jumiati.
Sepanjang perjalanan, peserta terus berjalan kaki sambil melantunkan Yaa Lal Wathan. Lagu ciptaan KH Abdul Wahab Chasbullah itu menjadi bagian dari ekspresi kecintaan mereka terhadap tanah air di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Jumiati mengatakan semangat peserta semakin terlihat karena mereka tetap melanjutkan perjalanan meski harus menempuh jarak sekitar 8 kilometer. Bahkan, kendaraan yang telah disiapkan tidak digunakan karena seluruh peserta sepakat menyelesaikan rute dengan berjalan kaki.
“Alhamdulillah, sahabat Fatayat masih sanggup dan siap melanjutkan perjalanan sampai finis di Kecamatan Ujungpangkah. Padahal sudah disediakan kendaraan angkutan, tetapi semuanya sepakat tidak mau diangkut mobil dan tidak beristirahat. Ini luar biasa,” katanya.
Menurut Jumiati, lantunan Yaa Lal Wathan sepanjang perjalanan bukan sekadar untuk memeriahkan kegiatan. Bagi Fatayat NU Ujungpangkah, hal itu menjadi simbol kecintaan terhadap NKRI sekaligus cara menanamkan semangat kebangsaan melalui kegiatan bersama.
“Menyanyikan Yaa Lal Wathan dan Shubbanul Wathan ini menunjukkan salah satu bentuk kecintaan kami kepada NKRI, harga mati,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan peringatan kemerdekaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Semangat yang dibangun melalui gerak jalan tersebut diharapkan dapat diteruskan dalam bentuk kontribusi nyata Fatayat NU Ujungpangkah di tengah masyarakat.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan atau seremonial saja, tetapi bagaimana kita bisa memaknai kemerdekaan ini dengan peran nyata Fatayat NU Ujungpangkah dalam mengisi kemerdekaan dengan positif dan berdampak kepada masyarakat,” pungkas Jumiati. (hoo/arf)