JAVASATU.COM- TNI berhasil menemukan dan mengevakuasi Flight Data Recorder (FDR) atau black box helikopter MI-17 yang mengalami kecelakaan di perairan Kuala Pembuang, Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu (7/11/2026). Temuan tersebut menjadi bagian penting dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

Informasi penemuan black box tersebut disampaikan Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI). Selain FDR, tim gabungan juga berhasil mengevakuasi bagian ekor helikopter MI-17 dari lokasi kecelakaan.
Operasi pencarian dan evakuasi dipimpin Kasi Ops Rem 102/Pjg selaku ketua tim. Kegiatan tersebut melibatkan penyelam TNI AL, personel Penerbad, Polairud, serta Basarnas.
Berdasarkan keterangan Puspen TNI, proses pencarian dan pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman. Sebelum diterjunkan, personel terlebih dahulu menyiapkan peralatan dan mengikuti briefing teknis untuk memastikan seluruh tahapan evakuasi berjalan aman sesuai prosedur.
Setelah berhasil dievakuasi, FDR diserahkan kepada Tim Investigasi Puspenerbad untuk mendukung penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut.
Data yang tersimpan dalam perangkat black box diharapkan dapat membantu tim investigasi mengungkap penyebab kecelakaan MI-17 di perairan Kabupaten Seruyan.
Puspen TNI menyebut keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI dan instansi terkait dalam melaksanakan pencarian serta penanganan kecelakaan.
TNI juga menjadikan setiap pelaksanaan tugas sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme prajurit, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan. (arf/arf)






