JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka membangun trotoar di Jalan Abdul Gani, Kecamatan Majalengka, dengan nilai kontrak Rp 3,5 miliar. Proyek yang dimulai pada 24 Oktober 2026 itu mencakup penataan drainase untuk memperlancar aliran air saat musim hujan.

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan bernama “Trotoar Jalan Abdul Gani Paket I (Satu)” tersebut dilaksanakan oleh Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Majalengka. Proyek ini masuk dalam kegiatan pemeliharaan berkala jalan.
Nilai kontrak pekerjaan tercatat sebesar Rp 3.500.895.000. Kontrak ditandatangani pada 23 Oktober 2026 dengan masa pelaksanaan 66 hari kalender. Proyek ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.
Pengawas UPTD PUTR Wilayah Majalengka Kota, Didi Roni, mengatakan lokasi tersebut sebelumnya belum dilengkapi saluran gorong-gorong dan fasilitas pedestrian yang memadai. Karena pekerjaan berlangsung menjelang musim hujan, penataan drainase menjadi salah satu perhatian.
“Sebetulnya sebelumnya tidak ada saluran gorong-gorong maupun pedestrian. Kebetulan sekarang memasuki musim penghujan, sehingga drainase perlu ditata agar aliran air lancar,” ujar Didi Roni.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Majalengka, Agus Permana, didampingi Kepala Bidang Bina Marga Iid Rahman Junaedi, mengatakan pembangunan tersebut tidak hanya berfokus pada penataan kawasan perkotaan, tetapi juga perbaikan sistem drainase.
“Selain untuk penataan kota yang lebih rapi dan nyaman, pembangunan trotoar ini sekaligus dirancang untuk memperbaiki sistem drainase di wilayah perkotaan, sehingga dapat mengurangi risiko genangan air,” kata Agus, Kamis (29/10/2026).
Agus berharap pekerjaan berjalan lancar, memenuhi standar kualitas konstruksi, dan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Masa pengerjaan selama 66 hari kalender membuat proyek tersebut ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Pekerjaan meliputi pembangunan fasilitas pedestrian dan penataan saluran air di sepanjang area yang menjadi objek proyek.
Manfaat pembangunan itu turut dirasakan masyarakat, salah satunya Astuti (50), warga Kelurahan Majalengka Wetan, Kabupaten Majalengka. (eko/arf)






