email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 25 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pengabdian dan Keterlibatan Perempuan Dayak dalam Pembangunan Bumi Borneo Harus dikuatkan

by Syaiful Arif
7 Oktober 2023
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Data menunjukkan bahwa saat ini jumlah perempuan dayak di Indonesia diperkirakan mencapai 6 juta jiwa dan rata-rata masih memegang akar tradisi yang kuat. Sama seperti kelompok perempuan yang lain, perempuan Dayak memiliki potensi kekuatan yang besar untuk bisa berdaya dan mandiri jika diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.

(Foto: Istimewa)

Bertempat di Jakarta, Nyelong Inga Simon Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) merayakan ulang tahunnya yang ke 65 tahun. Momen ulang tahunnya tersebut dimanfaatkan sebagai refleksi dan meneguhkan niatnya untuk memasuki puncak karirnya yang kedua, yakni ikut serta dalam kontestasi pemilihan calon legislatif di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ria Musiawan Ketua Umum Indonesia Gastronomy Community beserta jajaran pengurus, Ketua Umum Relawan Ganjar Nusantara (RGN) Darwanto, Wasekjen RGN Tarsih Ekaputra, Alexander Sonny Keraf suami Nyelong Inga Simon yang juga Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Persatuan Nasional Periode 1999 – 2001, dan undangan lainnya.

Ketua Umum LPDN, Nyelong Inga Simon dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dipercayanya Ia memimpin LPDN akan dijalankan secara amanah untuk menjadikan LPDN sebagai wadah bagi perempuan Dayak di manapun berada. Perempuan Dayak sendiri dikenal dengan sebutan ‘Intan Kanuah Tapusak-Lingu’ yang menggambarkan perempuan Dayak dengan kecantikannya yang diakui dunia, punya kecerdasan dan kegigihan yang luar biasa. Wadah ini dimaksudkan untuk mengajak semua perempuan Dayak mengoptimalkan daya juangnya bagi bangsa dan negara, yang adil, mandiri dan sejahtera.

Lebih jauh Nyelong Inga Simon juga memantapkan niatnya dalam pengabdian untuk Indonesia melalui upaya bersama membangun kampung halaman atau dalam bahasa dayaknya ‘hapakat mamangun lewu’ melalui konstestasi Caleg DPRD Kalteng dari PDIP dengan nomor urut 2 untuk Dapil Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Terjunnya ia kedalam kancah perpolitikan daerah tak lain adalah sebagai upaya mewujudkan cita-citanya sebagai perempuan dayak untuk kembali ke kampung halaman setelah berkiprah di ranah nasional demi bersama-sama membangun kampung halamannya untuk menuju kemandirian, kesejahteraan dan berkeadilan.

Lebih jauh Nyelong Inga Simon menjelaskan bahwa perempuan dayak memiliki daya juang yang tinggi dan menghormati budaya lokal tempat mereka berpijak. Enam juta perempuan itu jumlah yang besar dengan potensi diri luar biasa dan harus mendapatkan wadah yang tepat. Perempuan bukan sosok yang lemah. Kekuatan perempuan itu nyata jika sesama perempuan saling mendukung dan saling memotivasi untuk maju bersama. Memang harus diakui, budaya patriarkhi masih menjadi penghalang utama dan harus kita upayakan untuk diminimalisir. Saat ini, sudah banyak perempuan berkiprah, mandiri secara ekonomi dan terlibat dalam berbagai sektor pembangunan khususnya di Bumi Borneo.

BacaJuga :

Analis Apresiasi Gerakan ASRI Polri, Langkah Nyata Kapolri Wujudkan Indonesia Sehat

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

“Melalui momen ulang tahun saya ini, selain saya akan membayar hutang waktu terhadap suami, anak dan cucu karena selama ini saya berkarir di pemerintahan, selain itu juga membulatkan tekad saya untuk mendorong kemandirian dan peran serta perempuan dayak di manapun berada dalam setiap pembangunan yang ada di Bumi Borneo. Melalui kontestasi calon legeslatif di DPRD Provinsi Kalteng, saya memiliki tekad yang tulus untuk mengajak khususnya perempuan dayak dan secara umum masyarakat Bumi Borneo untuk Hapakat Mamangun Lewu” ucap Nyelong Inga Simon,Kamis (5/10/2023).

(Foto: Istimewa)

Wasekjen RGN Tarsih Ekaputra menjelaskan bahwa sosok Nyelong Inga Simon selama ini dikenal sebagai perempuan dayak tradisional yang berakar kuat dalam tradisi budaya dayak yang lekat dengan segala upacara dan tradisi Dayak tradisional. Segala kehidupan dan aktivitasnya tidak lepas dari muatan upacara adat, dengan obat-obatan, dengan makanan, dengan ramuan tradisional Dayak.

“Ibu Nyelong adalah seorang akademisi, seorang aktivis mahasiswa yang mendidik dan mendorong mahasiswa—khususnya anak-anak Dayak—untuk maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Tidak heran jika kemudia ia akhirnya dipercaya untuk menjadi Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) dan sekarang bertekad untuk membangun kampung halaman dengan turut serta dalam kontestasi Caleg DPRD Provinsi Kalteng,” jelas Tarsih Ekaputra. (Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Lembaga Perempuan Dayak Nasional

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

MUI Kecamatan Gresik Gandeng Takmir Al Istiqomah, Siapkan Program Pembinaan Umat

Setahun Beroperasi, RSUD Gresik Sehati Catat Lonjakan Pasien hingga 100 Persen

Zulhas di Unira Malang: Ketahanan Pangan Kunci Kedaulatan Bangsa

Kasdim Dampingi Wabup, Stok LPG 3 Kg Blora Aman saat Ramadan

Polisi Selidiki Robohnya Kandang Ayam Tewaskan 2 Orang di Wonosari Malang

Solusi Tumpukan Sampah, Landfill Mining TPA Ngipik Gresik Resmi Beroperasi

Safari Ramadan MUI Kecamatan Gresik Edukasi Siswa SMA NU 2

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Curanmor Wringinanom Terungkap Kurang dari 24 Jam, Pelaku Tetangga Kos

Tragedi Sungai Jabung, Kronologi Perempuan 17 Tahun Tewas oleh Temannya

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

Tragedi Sungai Jabung, Kronologi Perempuan 17 Tahun Tewas oleh Temannya

Polisi Selidiki Robohnya Kandang Ayam Tewaskan 2 Orang di Wonosari Malang

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

BERITA LAINNYA

Kasdim Dampingi Wabup, Stok LPG 3 Kg Blora Aman saat Ramadan

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Pemkot Kediri Awasi Keamanan Takjil Selama Ramadan 1447 Hijriah

Analis Apresiasi Gerakan ASRI Polri, Langkah Nyata Kapolri Wujudkan Indonesia Sehat

Polda Jateng Ringkus Kurir Narkoba, 332 Gram Sabu dan 803 Butir Ekstasi Disita

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

Awal Periode Kedua, Mas Dhito Perkuat Pelayanan Publik di Tengah Efisiensi Rp265 Miliar

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

BKPSDM Kota Kediri Sosialisasikan PUSDASIP 2026 Berbasis RHK dan IKI

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Polisi Dalami Motif Pembunuhan Remaja Tewas di Sungai Jabung Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved