email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 8 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pengabdian dan Keterlibatan Perempuan Dayak dalam Pembangunan Bumi Borneo Harus dikuatkan

by Syaiful Arif
7 Oktober 2023

JAVASATU.COM- Data menunjukkan bahwa saat ini jumlah perempuan dayak di Indonesia diperkirakan mencapai 6 juta jiwa dan rata-rata masih memegang akar tradisi yang kuat. Sama seperti kelompok perempuan yang lain, perempuan Dayak memiliki potensi kekuatan yang besar untuk bisa berdaya dan mandiri jika diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri.

(Foto: Istimewa)

Bertempat di Jakarta, Nyelong Inga Simon Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) merayakan ulang tahunnya yang ke 65 tahun. Momen ulang tahunnya tersebut dimanfaatkan sebagai refleksi dan meneguhkan niatnya untuk memasuki puncak karirnya yang kedua, yakni ikut serta dalam kontestasi pemilihan calon legislatif di DPRD Provinsi Kalimantan Tengah.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ria Musiawan Ketua Umum Indonesia Gastronomy Community beserta jajaran pengurus, Ketua Umum Relawan Ganjar Nusantara (RGN) Darwanto, Wasekjen RGN Tarsih Ekaputra, Alexander Sonny Keraf suami Nyelong Inga Simon yang juga Menteri Negara Lingkungan Hidup Kabinet Persatuan Nasional Periode 1999 – 2001, dan undangan lainnya.

Ketua Umum LPDN, Nyelong Inga Simon dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dipercayanya Ia memimpin LPDN akan dijalankan secara amanah untuk menjadikan LPDN sebagai wadah bagi perempuan Dayak di manapun berada. Perempuan Dayak sendiri dikenal dengan sebutan ‘Intan Kanuah Tapusak-Lingu’ yang menggambarkan perempuan Dayak dengan kecantikannya yang diakui dunia, punya kecerdasan dan kegigihan yang luar biasa. Wadah ini dimaksudkan untuk mengajak semua perempuan Dayak mengoptimalkan daya juangnya bagi bangsa dan negara, yang adil, mandiri dan sejahtera.

Lebih jauh Nyelong Inga Simon juga memantapkan niatnya dalam pengabdian untuk Indonesia melalui upaya bersama membangun kampung halaman atau dalam bahasa dayaknya ‘hapakat mamangun lewu’ melalui konstestasi Caleg DPRD Kalteng dari PDIP dengan nomor urut 2 untuk Dapil Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.

Terjunnya ia kedalam kancah perpolitikan daerah tak lain adalah sebagai upaya mewujudkan cita-citanya sebagai perempuan dayak untuk kembali ke kampung halaman setelah berkiprah di ranah nasional demi bersama-sama membangun kampung halamannya untuk menuju kemandirian, kesejahteraan dan berkeadilan.

Lebih jauh Nyelong Inga Simon menjelaskan bahwa perempuan dayak memiliki daya juang yang tinggi dan menghormati budaya lokal tempat mereka berpijak. Enam juta perempuan itu jumlah yang besar dengan potensi diri luar biasa dan harus mendapatkan wadah yang tepat. Perempuan bukan sosok yang lemah. Kekuatan perempuan itu nyata jika sesama perempuan saling mendukung dan saling memotivasi untuk maju bersama. Memang harus diakui, budaya patriarkhi masih menjadi penghalang utama dan harus kita upayakan untuk diminimalisir. Saat ini, sudah banyak perempuan berkiprah, mandiri secara ekonomi dan terlibat dalam berbagai sektor pembangunan khususnya di Bumi Borneo.

BacaJuga :

Taekwondo Indonesia Raih 4 Medali di British Open 2026 Manchester Inggris

Analis Nilai Sinergi Presiden dan Kapolri Perkuat Stabilitas Nasional di Tengah Ancaman Global

“Melalui momen ulang tahun saya ini, selain saya akan membayar hutang waktu terhadap suami, anak dan cucu karena selama ini saya berkarir di pemerintahan, selain itu juga membulatkan tekad saya untuk mendorong kemandirian dan peran serta perempuan dayak di manapun berada dalam setiap pembangunan yang ada di Bumi Borneo. Melalui kontestasi calon legeslatif di DPRD Provinsi Kalteng, saya memiliki tekad yang tulus untuk mengajak khususnya perempuan dayak dan secara umum masyarakat Bumi Borneo untuk Hapakat Mamangun Lewu” ucap Nyelong Inga Simon,Kamis (5/10/2023).

(Foto: Istimewa)

Wasekjen RGN Tarsih Ekaputra menjelaskan bahwa sosok Nyelong Inga Simon selama ini dikenal sebagai perempuan dayak tradisional yang berakar kuat dalam tradisi budaya dayak yang lekat dengan segala upacara dan tradisi Dayak tradisional. Segala kehidupan dan aktivitasnya tidak lepas dari muatan upacara adat, dengan obat-obatan, dengan makanan, dengan ramuan tradisional Dayak.

“Ibu Nyelong adalah seorang akademisi, seorang aktivis mahasiswa yang mendidik dan mendorong mahasiswa—khususnya anak-anak Dayak—untuk maju, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Tidak heran jika kemudia ia akhirnya dipercaya untuk menjadi Ketua Umum Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPDN) dan sekarang bertekad untuk membangun kampung halaman dengan turut serta dalam kontestasi Caleg DPRD Provinsi Kalteng,” jelas Tarsih Ekaputra. (Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Lembaga Perempuan Dayak Nasional

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Polres Gresik Kawal Ketahanan Pangan, Pantau Tanaman Cabai di Panceng

Presiden Prabowo Minta Sekolah Rakyat di Bali Ditambah, Peminat Membludak

Bocah 14 Tahun Terjatuh ke Sumur 28 Meter di Ponorogo, Dievakuasi Selamat

Ledakan di Bekas Markas OPM Lanny Jaya Tewaskan Pemuda 18 Tahun

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

BMT Mandiri Sejahtera Jatim dan NH Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Gresik

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

Prev Next

POPULER HARI INI

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

BERITA LAINNYA

Polres Gresik Kawal Ketahanan Pangan, Pantau Tanaman Cabai di Panceng

Presiden Prabowo Minta Sekolah Rakyat di Bali Ditambah, Peminat Membludak

Bocah 14 Tahun Terjatuh ke Sumur 28 Meter di Ponorogo, Dievakuasi Selamat

Ledakan di Bekas Markas OPM Lanny Jaya Tewaskan Pemuda 18 Tahun

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Atasi Krisis Karbon Tanah, Syngenta dan TerraBaru Olah Limbah Jagung Jadi Biochar

100 Hari Wafat, Keteladanan Hj Margaret Masih Hidup di Fatayat NU

Di Tengah Suspend 7 Dapur MBG, SPPG Tlogowaru Malang Justru Jadi Percontohan

BMT Mandiri Sejahtera Jatim dan NH Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Gresik

Fun Run Rektor Cup UMM 2026, Libatkan Ribuan Massa di Helipad Kampus

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved