Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sejak Wabah PMK, Peternak Pujon Malang Mandiri, Tak Berharap Bantuan Obat dari Pemerintah

Agung Baskoro by Agung Baskoro
2 September 2022
0

JAVASATU.COM-MALANG- Salah satu peternak sapi yang kami temui adalah Siswanto (54) yang terdampak besar akibat wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari kisahnya, ada 9 ekor sapinya mati akibat penyakit tersebut. Rinciannya, 6 ekor sapi produktif dan 3 ekor sapi anakan.

Peternak Sapi di Pujon Malang, Siswanto. (Foto: Istimewa)

Pria asal Desa Pandesari, Kecamatan Pujon Kabupaten Malang itu mengaku megalami kerugian yang cukup besar, yaitu Rp120 juta lebih. Dengan rincian, sapi perah yang aktif bisa memproduksi susu, biasanya dihargai Rp 20 juta per ekornya jika dijual.

“Kemungkinan lebih (Rp 120 juta). Itu kan untuk yang indukan yang sudah produksi susu, kalau pedet (anakan sapi) itu kan juga ada harganya,” ujar Siswanto. Kamis (1/9/2022) siang.

Selama ada wabah PMK Siswanto berupaya sebisa mungkin untuk memberi pengobatan pada hewan ternaknya. Termasuk 17 ekor sapi yang saat ini masih tersisa. Sedang dalam penilaiannya, pemerintah cenderung kurang aktif memberikan pendampingan. Bahkan terkesan kurang serius untuk mengatasi wabah tersebut.

Sementara untuk pengobatan sapinya, Siswanto mengaku telah mengeluarkan belasan juta rupiah. Sebab, bantuan obat dari pemerintah, juga tidak bisa ditunggu kepastiannya. Bahkan menurutnya, kalaupun ada obat dari pemerintah, efeknya tak cukup berpengaruh pada kondisi ternak.

“Kalau dari pemerintah, cenderung tidak ada (bantuan) obat. Kebanyakan saya mengeluarkan uang pribadi, kemungkinan sudah sekitar Rp 12 juta. Sedangkan dari pemerintah, ada seperti suntikan antiobiotik, bukan vaksin. Tapi ya begitu, buktinya masih ada yang mati,” terang Siswanto.

Diakui oleh Siswanto jika kondisi sapinya sekarang sudah berangsur membaik dan mulai memproduksi 100 liter perharinya. Tapi angka itu tidak sebanding dengan kondisi normal, yaitu 200 liter perharinya.

Meski pemerintah akan memberikan bantuan yang salah satunya ganti rugi sapi yang mati, tapi Siswanto tidak berharap banyak dengan janji tersebut.

“Saya berusaha (mandiri) semaksimal mungkin saja, tidak mau berharap pada rencana yang masih tidak pasti,” imbuh Siswanto sambil memeriksa kondisi sapinga yang masih dalam tahap pemulihan.

Nasib nyaris serupa dialami oleh peternak lain di Dusun Jurangrejo Desa Pandesari, Rumaji. Menurutnya, selama wabah PMK menyerang 4 ekor sapinya, ia berusaha secara mandiri untuk melakukan pengobatan. Beruntungnya, sapi miliknya tidak ada yang sampai mati.

“Kalau obat dari pemerintah kayaknya hampir enggak ada sama sekali. Jadi, ini mulai terkena PMK, sapi saya berlendir lalu sampai ada luka boroknya, itu pengobatan saya lakukan mandiri,” pungkas Rumaji. (Agb/Saf)

Tags: Kecamatan PujonPMK Kabupaten Malang
Previous Post

Sapi Yang Mengalami Luka Membusuk di Malang Barat Munculnya Tiba-tiba

Next Post

Tiga Lokasi Dikunjungi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Saat di Gresik

Related Posts

Bupati Kediri Pastikan Ketersediaan Bapokting dan Kesiapan Pengamanan Lebaran
Berita

Bupati Kediri Pastikan Ketersediaan Bapokting dan Kesiapan Pengamanan Lebaran

27 Maret 2026
Bupati Kediri Perintahkan Perbaikan Jalan Berlubang Jelang Mudik Lebaran 2026
Berita

Bupati Kediri Perintahkan Perbaikan Jalan Berlubang Jelang Mudik Lebaran 2026

27 Maret 2026
PWI Gresik Tanam Pohon di Bantaran Kali Lamong, Pemkab Apresiasi Upaya Mitigasi Banjir
Berita

PWI Gresik Tanam Pohon di Bantaran Kali Lamong, Pemkab Apresiasi Upaya Mitigasi Banjir

3 Februari 2026
Sertijab Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pamit Setelah Setahun Bertugas
Berita

Sertijab Kapolres Malang, AKBP Danang Setiyo Pamit Setelah Setahun Bertugas

14 Januari 2026
Wali Kota Kediri Dorong Remaja Masjid Jadi Penggerak Lingkungan
Berita

Wali Kota Kediri Dorong Remaja Masjid Jadi Penggerak Lingkungan

4 Desember 2025
1.282 Atlet Ikuti Jatim Open Grade B 2025 di Kota Kediri, Gus Qowim Dorong Sport Tourism
Berita

1.282 Atlet Ikuti Jatim Open Grade B 2025 di Kota Kediri, Gus Qowim Dorong Sport Tourism

26 November 2025
Next Post
Tiga Lokasi Dikunjungi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Saat di Gresik

Tiga Lokasi Dikunjungi Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman Saat di Gresik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • HUT ke-67 Pemuda Pancasila di Kota Sukabumi Jadi Semangat Pengabdian
  • UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
  • 40 Kantong Darah dari Polres Blitar Kota di HUT ke-75 Humas Polri
  • MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
  • Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com