JAVASATU.COM- Jumlah desa mandiri di Kabupaten Blora meningkat signifikan dalam kurun satu tahun. Berdasarkan Indeks Desa Mandiri (IDM), desa berstatus mandiri di Blora naik dari 15 desa pada 2024 menjadi 35 desa pada 2025.

Capaian tersebut disampaikan Bupati Blora Arief Rohman saat peringatan Hari Desa Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026 yang dirangkai dengan kenduri desa dan penggalangan dana peduli bencana Sumatra di Alun-alun Blora, Senin (12/1/2026).
“Peningkatan jumlah desa mandiri ini patut disyukuri. Harapannya, desa-desa lain dapat mengikuti dengan terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” kata Arief Rohman dalam sambutannya.
Arief menjelaskan, peringatan Hari Desa memiliki makna strategis bagi pembangunan nasional. Hal itu sejalan dengan Keputusan Presiden RI Nomor 23 Tahun 2024 yang menetapkan 15 Januari sebagai Hari Desa Nasional.
Menurutnya, tema Hari Desa 2026, “Bangun Desa, Bangun Indonesia; Desa Terdepan untuk Indonesia”, menegaskan peran desa sebagai fondasi utama pembangunan dan garda terdepan pelayanan publik.
Meski mencatat kemajuan, Arief mengingatkan agar keterbatasan anggaran, baik dari pusat maupun daerah, tidak mengurangi kualitas pelayanan dasar, terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa dan Daerah Tertinggal Kementerian Desa dan PDT RI, Dr. H. Tabrani, mengapresiasi capaian pembangunan desa di Blora. Ia menilai, kenaikan jumlah desa mandiri mencerminkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa.
“Kebijakan pembangunan desa saat ini sejalan dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” ujar Tabrani.
Ia juga menyoroti berbagai program penguatan desa, seperti Koperasi Desa Merah Putih, dapur SPPG, sekolah rakyat, serta pengembangan desa tematik, termasuk pertanian padi organik yang telah berjalan di Kabupaten Blora.
Peringatan Hari Desa 2026 di Blora diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, Forkopimda, hingga kepala desa dan perangkat desa se-Kabupaten Blora.
Acara juga dirangkai dengan aksi sosial penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatera sebagai wujud solidaritas dan gotong royong masyarakat desa. (sir/nuh)