email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 5 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Moderasi Beragama Jangan Kebablasan

[Esai]

by Javasatu
3 Januari 2024
Ilustrasi

Moderasi Beragama Jangan Kebablasan

Oleh: Wawan Susetya – Sastrawan-budayawan dan penulis buku anggota Satupena Jawa Timur, tinggal di Tulungagung Jatim

Akhir-akhir ini ramai sekali pembahasan mengenai moderasi beragama, bukan moderasi agama. Nampaknya, diperlukannya konsep moderasi beragama tersebut karena diduga ada kelompok tertentu yang berusaha memaksakan kehendak kepada kelompok lain di masyarakat. Mereka cenderung meng-kafir-kafirkan (menyesatkan, menganggap sesat) kelompok lain dalam Agama Islam, sebaliknya mereka mengklaim kelompok mereka-lah yang benar. Meski organisasi mereka telah dibubarkan oleh pemerintah, tetapi apakah serta-merta tokoh-tokoh mereka lantas diam tidak atau tidak melakukan gerakan di masyarakat?

Memang organisasi mereka telah dibubarkan, tetapi yang namanya ideologi tidak bisa mati hanya karena telah dibubarkan organisasinya. Wajar kiranya jika para aktivis dari golongan mereka terus bersuara melalui wahana medsos yang tersebar di tanah air.

Barangkali mereka lupa bahwa kita hidup di negara yang sangat heterogen. Seperti diketahui bahwa Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian Bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam suku, agama, ras dan antar golongan. Indonesia memiliki 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di tanar air (BPS tahun 2010). Sementara keyakinan agamanya pun juga beragam, ada yang memeluk Agama Islam, Kristen (Protestan), Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu serta penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan YME.

Dengan latar belakang keadaan negara kita yang multikultural dan heterogen seperti itulah, maka diperlukannya konsep mengenai moderasi beragama. Konsep moderasi beragama berbeda dengan moderasi agama. Menurut Kamaruddin Amin (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag) bahwa agama tidak perlu dimoderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan dan keseimbangan.

Masyarakat Indonesia yang sangat multikultural, dengan demikian dibutuhkan paham keagamaan yang moderat. Dalam hal ini prinsip moderasi beragama adalah sikap atau cara pandang perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan dan selalu mengejawantahkan kemaslahatan bersama. Sedang, maksud pengejawantahan kemaslahatan bersama yaitu menghadirkan manfaat dan mencegah mudharat.

Dalam konteks ini, bagaimana kita menghargai esensi atau substansi ajaran agama itu sendiri yang benang merahnya menghargai kemanusiaan di tengah perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya. Kita harus menumbuhkan untuk saling menghormati kepada sesama yang berbeda-beda itu. Apalagi dalam ajaran Agama Islam mengajarkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Agama (Islam) diharapkan harus mampu diterjemahkan dalam kehidupan bersama, baik sesama agama maupun berbeda agama.

Moderasi beragama adalah cara beragama yang direfleksikan oleh semua pihak, bukan hanya umat Islam saja, tetapi juga umat beragama lain. Dalam hal ini kita bisa merefleksikan kesejukan, perdamaian, dan menghindari konflik. Itulah yang dimaksud dengan moderasi beragama.

Seperti kita ketahui negara kita Indonesia merupakan mega diversity country, yaitu negara yang memiliki tingkat keagamaan yang sangat luar biasa. Di sinilah pentingnya suatu instrumen untuk dapat mengelola keberagaman itu. Oleh karena itu, kehidupan beragama seperti di Indonesia yang beraneka ragam mengenai suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sangat penting penguatan moderasi beragama. Bahkan moderasi beragama juga perlu digaungkan dalam konteks global karena agama menjadi bagian penting dalam perwujudan peradaban dunia yang bermartabat.

BacaJuga :

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

Ciri khas moderasi beragama dalam merawat keberagaman adalah menghargai semua perbedaan serta sikap adil dan saling menghormati satu sama lain. Moderasi beragama bisa menjadi washilah untuk menjaga dan memperkuat kerukunan bangsa Indonesia.

Dalam moderasi beragama terdapat empat indikator penting, yakni:
1. Komitmen kebangsaan
2. Toleransi
3. Anti kekerasan
4. Akomodatif terhadap kebudayaan lokal

Dari empat indikator tersebut, toleransi merupakan faktor yang amat penting. Toleran dalam arti menghargai perbedaan tanpa mencampur-adukkan akidah, misalnya melakukan doa bersama, yakni berdoa bersama-sama dengan semua para pemeluk agama yang berbeda-beda. Kalau itu yang terjadi, maka identik dengan moderasi beragama yang kebablasan. Dalam konteks akidah, kita sebagai pemeluk Agama Islam memang harus meyakini bahwa keyakinan kitalah yang paling benar, sementara non-Muslim juga memiliki keyakinan yang sama mengenai agama dan keyakinannya. Meski demikian, dalam konteks ini bukan berarti kita meyakini bahwa semua agama itu sama. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: SatupenaSatupena JatimWawan Susetya

Comments 1

  1. Akaha Taufan Aminudin says:
    3 tahun ago

    Manfaat Mantaf full

    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pekan Olahraga IKG 2026 di Bekasi Siap Digelar, 1.500 Atlet Bakal Bertanding

GPPN Gelar NGOPI PRESISI, Refleksikan Legacy Listyo Sigit dan Arah Transformasi Polri

Layar Hikmah MUI Gresik, Kiai Rofiq Bicara Hak Mata dan Film Islami

Warga Blitar Pertanyakan Hasil Verifikasi Program Perlinsos

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

Prev Next

POPULER HARI INI

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

BERITA LAINNYA

Pekan Olahraga IKG 2026 di Bekasi Siap Digelar, 1.500 Atlet Bakal Bertanding

GPPN Gelar NGOPI PRESISI, Refleksikan Legacy Listyo Sigit dan Arah Transformasi Polri

Layar Hikmah MUI Gresik, Kiai Rofiq Bicara Hak Mata dan Film Islami

Warga Blitar Pertanyakan Hasil Verifikasi Program Perlinsos

Hari Jadi Jatim ke-81 di Bakorwil Malang, Anak Tak Cukup Pintar Akademik

Dari Bekal, Siswa MI Al-Karimi Gresik Belajar Sehat dan Berbagi

Polisi Dalami Kronologi Kematian Pemilik Toko Bangunan di Menganti Gresik

OPINI: Kebijakan Fiskal Hijau, Strategi Banyuwangi Menghadapi Perubahan Iklim

Rektor UIBU Nurcholis Pimpin Y37, Fokus Sinergi Alumni dan Kesejahteraan Mantan Guru

NasDem Kota Malang Bidik Satu Fraksi di 2029

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HUT ke-81 TNI, Andika Perkasa Titip Pesan soal Profesionalisme

DPR Ingatkan Pembatasan Kuota PTN: Jangan Bikin Kampus Negeri Eksklusif

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved