email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 17 Juli 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Moderasi Beragama Jangan Kebablasan

[Esai]

by Javasatu
3 Januari 2024
Ilustrasi

Moderasi Beragama Jangan Kebablasan

Oleh: Wawan Susetya – Sastrawan-budayawan dan penulis buku anggota Satupena Jawa Timur, tinggal di Tulungagung Jatim

Akhir-akhir ini ramai sekali pembahasan mengenai moderasi beragama, bukan moderasi agama. Nampaknya, diperlukannya konsep moderasi beragama tersebut karena diduga ada kelompok tertentu yang berusaha memaksakan kehendak kepada kelompok lain di masyarakat. Mereka cenderung meng-kafir-kafirkan (menyesatkan, menganggap sesat) kelompok lain dalam Agama Islam, sebaliknya mereka mengklaim kelompok mereka-lah yang benar. Meski organisasi mereka telah dibubarkan oleh pemerintah, tetapi apakah serta-merta tokoh-tokoh mereka lantas diam tidak atau tidak melakukan gerakan di masyarakat?

Memang organisasi mereka telah dibubarkan, tetapi yang namanya ideologi tidak bisa mati hanya karena telah dibubarkan organisasinya. Wajar kiranya jika para aktivis dari golongan mereka terus bersuara melalui wahana medsos yang tersebar di tanah air.

Barangkali mereka lupa bahwa kita hidup di negara yang sangat heterogen. Seperti diketahui bahwa Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari 17 ribu pulau-pulau dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian Bangsa Indonesia memiliki beraneka ragam suku, agama, ras dan antar golongan. Indonesia memiliki 300 kelompok etnik atau suku bangsa, lebih tepatnya terdapat 1.340 suku bangsa di tanar air (BPS tahun 2010). Sementara keyakinan agamanya pun juga beragam, ada yang memeluk Agama Islam, Kristen (Protestan), Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu serta penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan YME.

Dengan latar belakang keadaan negara kita yang multikultural dan heterogen seperti itulah, maka diperlukannya konsep mengenai moderasi beragama. Konsep moderasi beragama berbeda dengan moderasi agama. Menurut Kamaruddin Amin (Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag) bahwa agama tidak perlu dimoderasi karena agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan dan keseimbangan.

Masyarakat Indonesia yang sangat multikultural, dengan demikian dibutuhkan paham keagamaan yang moderat. Dalam hal ini prinsip moderasi beragama adalah sikap atau cara pandang perilaku beragama yang moderat, toleran, menghargai perbedaan dan selalu mengejawantahkan kemaslahatan bersama. Sedang, maksud pengejawantahan kemaslahatan bersama yaitu menghadirkan manfaat dan mencegah mudharat.

Dalam konteks ini, bagaimana kita menghargai esensi atau substansi ajaran agama itu sendiri yang benang merahnya menghargai kemanusiaan di tengah perbedaan agama, suku, bahasa, dan budaya. Kita harus menumbuhkan untuk saling menghormati kepada sesama yang berbeda-beda itu. Apalagi dalam ajaran Agama Islam mengajarkan untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Agama (Islam) diharapkan harus mampu diterjemahkan dalam kehidupan bersama, baik sesama agama maupun berbeda agama.

Moderasi beragama adalah cara beragama yang direfleksikan oleh semua pihak, bukan hanya umat Islam saja, tetapi juga umat beragama lain. Dalam hal ini kita bisa merefleksikan kesejukan, perdamaian, dan menghindari konflik. Itulah yang dimaksud dengan moderasi beragama.

Seperti kita ketahui negara kita Indonesia merupakan mega diversity country, yaitu negara yang memiliki tingkat keagamaan yang sangat luar biasa. Di sinilah pentingnya suatu instrumen untuk dapat mengelola keberagaman itu. Oleh karena itu, kehidupan beragama seperti di Indonesia yang beraneka ragam mengenai suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) sangat penting penguatan moderasi beragama. Bahkan moderasi beragama juga perlu digaungkan dalam konteks global karena agama menjadi bagian penting dalam perwujudan peradaban dunia yang bermartabat.

Ciri khas moderasi beragama dalam merawat keberagaman adalah menghargai semua perbedaan serta sikap adil dan saling menghormati satu sama lain. Moderasi beragama bisa menjadi washilah untuk menjaga dan memperkuat kerukunan bangsa Indonesia.

BacaJuga :

OPINI: Smart Kampung Banyuwangi dan Transformasi Pelayanan Publik

OPINI: Pelayanan Publik Unggul Berawal dari Integrasi Tata Kelola dan Digitalisasi

Dalam moderasi beragama terdapat empat indikator penting, yakni:
1. Komitmen kebangsaan
2. Toleransi
3. Anti kekerasan
4. Akomodatif terhadap kebudayaan lokal

Dari empat indikator tersebut, toleransi merupakan faktor yang amat penting. Toleran dalam arti menghargai perbedaan tanpa mencampur-adukkan akidah, misalnya melakukan doa bersama, yakni berdoa bersama-sama dengan semua para pemeluk agama yang berbeda-beda. Kalau itu yang terjadi, maka identik dengan moderasi beragama yang kebablasan. Dalam konteks akidah, kita sebagai pemeluk Agama Islam memang harus meyakini bahwa keyakinan kitalah yang paling benar, sementara non-Muslim juga memiliki keyakinan yang sama mengenai agama dan keyakinannya. Meski demikian, dalam konteks ini bukan berarti kita meyakini bahwa semua agama itu sama. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: SatupenaSatupena JatimWawan Susetya

Comments 1

  1. Akaha Taufan Aminudin says:
    3 tahun ago

    Manfaat Mantaf full

    Reply

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik

Koops TNI Habema Ungkap Ladang 5.000 Batang Ganja di Yahukimo Papua

Pengawasan Distribusi BBM di Jatim Diperkuat, ESDM Optimalkan Aplikasi XStar

Wapang TNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Kedaulatan Ekonomi Rakyat

BPJS Kesehatan Gandeng MUI Gresik, Edukasi JKN Akan Disampaikan Lewat Khutbah

Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Masuk Tahap Pengadaan Tanah, 119 Bidang Terdampak

Cara Unik MI Al-Karimi Gresik Tutup Matamuda, Siswa Baru Diajak Ziarah Pendiri Ponpes

MA Tolak Gugatan Yoseph Kencoko, Putusan PN Malang soal Kepengurusan HPK Dikuatkan

Ungkap Pencurian Kabel Listrik, Polres Gresik Diganjar Penghargaan PLN UID Jatim

Siswa Baru SMPN 2 Gresik Deklarasi Anti-Cyber Bullying, KBPPPA Ungkap Fakta Mengejutkan

Prev Next

POPULER HARI INI

Warga Tolak Pabrik Peleburan Logam, Camat Kebomas: Belum Ada Izin Operasional

Pengawasan Distribusi BBM di Jatim Diperkuat, ESDM Optimalkan Aplikasi XStar

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

MA Tolak Gugatan Yoseph Kencoko, Putusan PN Malang soal Kepengurusan HPK Dikuatkan

1.173 Capaja TNI-Polri Terima Pembekalan Menhan, Panglima TNI dan Kapolri Jelang Jadi Perwira

BERITA LAINNYA

Hadapi Perubahan Iklim, Bupati Yani Modernisasi Irigasi Pertanian Gresik

Koops TNI Habema Ungkap Ladang 5.000 Batang Ganja di Yahukimo Papua

Pengawasan Distribusi BBM di Jatim Diperkuat, ESDM Optimalkan Aplikasi XStar

Wapang TNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penggerak Kedaulatan Ekonomi Rakyat

BPJS Kesehatan Gandeng MUI Gresik, Edukasi JKN Akan Disampaikan Lewat Khutbah

Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri Masuk Tahap Pengadaan Tanah, 119 Bidang Terdampak

Cara Unik MI Al-Karimi Gresik Tutup Matamuda, Siswa Baru Diajak Ziarah Pendiri Ponpes

MA Tolak Gugatan Yoseph Kencoko, Putusan PN Malang soal Kepengurusan HPK Dikuatkan

Ungkap Pencurian Kabel Listrik, Polres Gresik Diganjar Penghargaan PLN UID Jatim

Siswa Baru SMPN 2 Gresik Deklarasi Anti-Cyber Bullying, KBPPPA Ungkap Fakta Mengejutkan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

HMD GEMAS Wonosobo Sampaikan 4 Tuntutan untuk Keberlanjutan Program MBG

Warga Tolak Pabrik Peleburan Logam, Camat Kebomas: Belum Ada Izin Operasional

Lycoz Angkat Tema ‘Loyalty is Luxury’ di Malang Fashion Runway 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Analis Puji Ketegasan Prabowo Terkait Penanganan Tiga Kasus Korupsi: Patut Dicontoh

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved