email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 24 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mitos ‘Kandang Bubrah’-Kah Kemasan Pembangunan Koridor Heritage Kajoe Tangan?

[Opini]

by Javasatu
10 Desember 2023
(Foto: M. Dwi Cahyono)

Mitos ‘Kandang Bubrah’-Kah Kemasan Pembangunan Koridor Heritage Kajoe Tangan?

Oleh: M. Dwi Cahyono – Pemerhati Budaya

Dalam mitologi Jawa ada sebutan “kandang bubrah (bongkar kandang secara berulang-ulang)”. Mitos ini diyakini oleh orang yang mempercayai sebagai wahana mistis untuk “memperlancar rezeki”. Konsep- sinya adalah: apabila menginginkan rezeki mengalir lancar (ndilir), maka secara periodik, misalnya tiap tahun, sebagian rumah tinggalnya musti dibongkar (dibubrahi) lantas dibangun kembali, kendatipun yang dibongkar sesungguhnya masih dalam kondisi layak. Konon mitologi ini dijadikan semacam “ilmu pesugihan”, ikhtiar mistis untuk menjadi kaya dan kian tambah kaya (sugih).

Ketika mengamati dengan seksama pembangunan Koridoor Heritage (?) Kajoe Tangan, tahun demi tahun, tergambar bahwa tiap tahun ada saja bagian koridoor ini yang dibangun. Bukan senantiasa untuk mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak ada agar menjadi ada, tetapi juga dengan membongkar yang sudah ada untuk dibangun lagi dengan sedikit beda. Misal, tatanan batu andesit di pertigaan Avia yang dibangun tahun lalu, pada tahun ini dibongkar dan dibangun lagi dengan sedikit berbeda. Bahkan, ironisnya, ada bagian yang bongkar untuk dibangun ulang dengan dimensi beda, padahal masih belum satu tahun terbangun, kurang dari satu bulan selesai dibangun. Misal, penyekat (median) jalan pada perempat BCA (dulu dinamai “Radja Balie”). Dengan alasan kegedean, yang barusan selesai dibangun, lalu dibongkar untuk dikecilkan. Nah mbanyol kan, kalah sama penjahit. Terhadap fenomena itu, ada seorang teman menyeletuk “lho, kok koyok kandang bubrah”.

Apakah Pemkot Malang mengamalkan “ilmu kandang bubrah” untuk bisa mendapatkan pesugihan (kekayaan)? Sangat mungkin tidak. Jikalau tidak, mengapa bangun-bongkar (bongkar-pasang)? Bisa jadi pembangunannya tidak mendasarkan kepada rencana global (menyeluruh) yang diformulasikan dengan cermat menurut hasil kajian yang akurat. Terkesan sebagai “trial and error (coba dan salah, coba lagi dan salah lagi)”. Prinsipnya, tak mengapa asal-asalan buat, toh bila terbukti salah (error), kan bisa dibongkar lagi dan dibangun ulang. Jika error lagi, ya dibongkar lagi, lalu bangun ulang lagi. Nah, gampang tho Dengan cara demikian, maka tak kan henti-hentinya, ada-ada saja yang bisa diproyekkan. Yang terpenting adalah proyeknya, mustinya adalah hasil yang terbaik.

BacaJuga :

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

OPINI: Transfer Pengetahuan BUMN: Belajar Tak Sekadar Meniru

Dalam kedua contoh kasus pada Koridoor Kajoe Tangan tersebut diatas, tergambar bahwa pembangunannya tak mendasarkan pada hasil kajian dan perencanaan kawasan yang matang. Kelancaran laju mobil Ambulance serta Damkar pun dijadikan sebagai alasan (dasar pertimbangan untuk membongkar, mengubah dan membangun ulang median jalan di pertigaan Avia dan perempatan BCA. Kenapa pertimbangan tersebut tidak muncul manakala masih di tahap perencanaan. Sebuah pertimbangan yang telat munculnya. Baru muncul (tepatnya “di- munculkan”) justru tatkala median jalan tersebut te lah rampung dibangun, bahkan “isih keweh-keweh dadi (barusan selesai jadi)”. Mulane to, jok grusa- grusu yen mbangun.

Dalam hal demikian, muncullah pertanyaan: siapa yang dirugikan, dan sebaliknya siapakah yang diuntungkan? Apakah pembangunan pada keduanya itu berkontribusi terhadap “ke-heritage-an (kecagarbudayaan)” Koridoor Heritage Kajoe Tangan? Meski mempunyai unsur sebutan “heritage”, namun dalam pembangunannya kurang berperhatian kepada kecagarbydayaanya. Kalaulah begitu, buat apa unsur sebutan “heritage” disematkan kepadanya?. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Menhut Raja Antoni Cek Karhutla Kalbar: Hotspot Turun Jadi 28

Eksekusi Lahan di Pakis Malang Tertunda, BPN Sebut Sudah Ditindaklanjuti

TNI Kerahkan Satgas Khusus Tangani Karhutla di Riau

MI Al-Karimi Gresik Tutup Rangkaian Agustusan dengan Jalan Sehat

Menpora Erick Thohir Apresiasi Kebangkitan Tinju Kota Malang

Rumah Budaya Ratna Malang Genap 2 Tahun, “Karsa Wacana” Hadirkan Sastra dan Seni

Curanmor di Bululawang, Satu Pelaku Ditangkap, Rekannya Diburu Polisi

Ribuan Warga Gresik Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Polisi Siagakan Pengamanan

TNI Jaring Talenta Muda Bidang Siber Lewat Cyber Competition 2026

MUI Gresik Dorong Desa Bikin Perdes Anti Maksiat

Prev Next

POPULER HARI INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Ribuan Warga Gresik Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Polisi Siagakan Pengamanan

Menpora Erick Thohir Apresiasi Kebangkitan Tinju Kota Malang

Rumah Budaya Ratna Malang Genap 2 Tahun, “Karsa Wacana” Hadirkan Sastra dan Seni

Eksekusi Lahan di Pakis Malang Tertunda, BPN Sebut Sudah Ditindaklanjuti

BERITA LAINNYA

Menhut Raja Antoni Cek Karhutla Kalbar: Hotspot Turun Jadi 28

Eksekusi Lahan di Pakis Malang Tertunda, BPN Sebut Sudah Ditindaklanjuti

TNI Kerahkan Satgas Khusus Tangani Karhutla di Riau

MI Al-Karimi Gresik Tutup Rangkaian Agustusan dengan Jalan Sehat

Menpora Erick Thohir Apresiasi Kebangkitan Tinju Kota Malang

Rumah Budaya Ratna Malang Genap 2 Tahun, “Karsa Wacana” Hadirkan Sastra dan Seni

Curanmor di Bululawang, Satu Pelaku Ditangkap, Rekannya Diburu Polisi

Ribuan Warga Gresik Ikuti Jalan Sehat HUT ke-81 RI, Polisi Siagakan Pengamanan

TNI Jaring Talenta Muda Bidang Siber Lewat Cyber Competition 2026

MUI Gresik Dorong Desa Bikin Perdes Anti Maksiat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Tokoh Budaya Majalengka H Baya Berduka, Ki Danu Tewas Dibunuh Tetangga di Tasikmalaya

HUT ke-81 RI, SMP YPI Darussalam 1 Cerme Borong Dua Juara

Polemik Mural Malang The Glory Land, d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved