email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Rabu, 4 Maret 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Indonesia di Persimpangan Kebijakan Fiskal dan Energi

by Redaksi Javasatu
13 Januari 2026
ADVERTISEMENT
Ilustrasi by Azira Nur Liana

OPINI

Indonesia di Persimpangan: Menyelaraskan Kebijakan Fiskal dan Pengelolaan Energi demi Pembangunan Berkelanjutan

Oleh: Azira Nur Liana – Mahasiswa Administrasi Publik, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Pemerintah Indonesia secara resmi menempatkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan sebagai arah kebijakan fiskal nasional melalui dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2024–2025. Arah ini dimaksudkan untuk memperkuat fundamental ekonomi, menekan ketimpangan, menurunkan kemiskinan, memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), serta mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya alam (SDA) strategis, termasuk sektor energi dan mineral.

Dokumen tersebut menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dikelola secara kredibel, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung visi jangka panjang Indonesia Emas 2045. Namun, pada praktiknya, khususnya di sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), masih tampak adanya ketegangan antara cita-cita pembangunan berkelanjutan dan kebijakan fiskal yang justru menopang ekspansi energi fosil, terutama batubara.

Ketergantungan Energi Fosil dan Kontradiksi Kebijakan

Indonesia menghadapi dilema klasik. Di satu sisi, negara harus memastikan ketersediaan energi dan menjaga penerimaan fiskal. Di sisi lain, Indonesia terikat pada komitmen mitigasi perubahan iklim dan target transisi menuju energi bersih. Hingga kini, bauran energi nasional masih didominasi batubara, yang menjadi tulang punggung pembangkit listrik sekaligus sumber pendapatan negara melalui pajak, royalti, dan ekspor komoditas.

Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa pada Semester I 2025, produksi batubara telah mencapai hampir separuh target tahunan. Fakta ini menegaskan bahwa sektor batubara masih menjadi andalan penerimaan negara dan penopang aktivitas ekonomi. Namun, dominasi ekspor dibandingkan pemanfaatan domestik mencerminkan orientasi kebijakan fiskal yang cenderung mengejar keuntungan jangka pendek dari eksploitasi SDA, alih-alih mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan.

Kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang selama ini diklaim sebagai instrumen ketahanan energi dan jembatan menuju Net Zero Emission 2060, pada praktiknya justru melahirkan persoalan baru. Penetapan harga batubara domestik yang rendah demi menjaga tarif listrik dan stabilitas industri menciptakan subsidi terselubung bagi energi fosil. Kondisi ini menghambat daya saing energi terbarukan karena harga energi tidak mencerminkan biaya lingkungan yang sesungguhnya, sekaligus mempersempit ruang fiskal negara untuk mendanai investasi hijau.

Gambar by Azira Nur Liana

Transisi Energi yang Tersendat

Tanpa reformasi kebijakan fiskal yang lebih tegas, seperti penguatan pajak karbon, penghapusan insentif energi fosil, serta pengalihan penerimaan sektor batubara untuk pendanaan transisi energi, komitmen keberlanjutan berisiko berhenti sebatas wacana. Ironisnya, ekspansi produksi batubara masih terus berjalan, termasuk melalui pembangunan pembangkit listrik berbasis fosil untuk kebutuhan industri (captive power), yang secara jangka pendek menopang pertumbuhan ekonomi, namun memperbesar jejak karbon nasional.

BacaJuga :

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

Indonesia memang telah menetapkan target net zero emission dan peningkatan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan, mulai dari keterbatasan investasi energi bersih, ketergantungan tinggi pada ekspor batubara, infrastruktur energi terbarukan yang belum memadai, hingga insentif fiskal yang belum sepenuhnya berpihak pada energi hijau.

Sejumlah lembaga penilai independen bahkan menilai kebijakan energi Indonesia belum sepenuhnya selaras dengan target pembatasan kenaikan suhu global. Hal ini menunjukkan perlunya reformasi kebijakan yang lebih ambisius dan terkoordinasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Menyatukan Fiskal dan Agenda Keberlanjutan

Secara normatif, arah kebijakan fiskal Indonesia telah menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Namun, kuatnya ketergantungan pada energi fosil dalam pengelolaan sektor ESDM memperlihatkan adanya kesenjangan antara komitmen dan praktik kebijakan.

Tanpa langkah konkret berupa pengurangan subsidi energi fosil, pemberian insentif yang lebih kuat bagi energi terbarukan, serta peningkatan investasi hijau, agenda transisi energi berisiko berjalan lambat. Jika sinergi kebijakan fiskal dan sektor ESDM tidak segera diperkuat, Indonesia bukan hanya terancam gagal mencapai target net zero emission, tetapi juga kehilangan peluang strategis untuk membangun ekonomi rendah karbon yang berkelanjutan dan berdaya saing di masa depan.

Di titik inilah Indonesia berada di persimpangan: melanjutkan ketergantungan lama pada energi fosil atau menjadikan kebijakan fiskal sebagai instrumen utama untuk mendorong perubahan menuju pembangunan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

*Artikel opini ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ribuan Warga Padati Cap Go Meh Gresik, Kapolres Turun Tangan

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Safari Ramadan MUI Kebomas, Ortu Diingatkan Pergaulan Anak

OSS Tak Bertaji? PBG-SLF Kabupaten Malang Disebut Masih Dipersulit Oknum

Pesantren Ramadan SMAN 8 Malang Satukan Tiga Angkatan dalam Satu Spirit

Bank Jatim Bantu Tiga Mobil Operasional untuk Pesantren di Gresik

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

Polisi dan Sopir Ambulans di Gresik Bagikan Takjil Gratis

Kabur Usai Curi Motor, Pria Surabaya Lompat ke Truk Trailer di Duduksampeyan

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pesantren Ramadan SMAN 8 Malang Satukan Tiga Angkatan dalam Satu Spirit

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

RSUD Gambiran Kediri Buka Skrining Kanker Payudara Rp450 Ribu hingga 18 Mei 2026

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

BERITA LAINNYA

Rekso Rilis Lagu Religi “Idul Fitri”, Angkat Makna Syukur dan Kemenangan Ramadan

Jelang Mudik Lebaran 2026, DPUPR Kota Kediri Percepat Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol

TNI Pukul Mundur TPNPB OPM di Nabire, Basis dan Amunisi Daniel Aibon Kogoya Disita

RSUD Gambiran Kediri Buka Skrining Kanker Payudara Rp450 Ribu hingga 18 Mei 2026

Presiden Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata

SPPT PBB Kota Kediri 2026 Mulai Didistribusikan ke Seluruh Kelurahan, Mari Bayar Pajak

MUI Kutuk Serangan Israel-AS ke Iran, Serukan PBB dan OKI Hentikan Eskalasi

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Chanté Karya Citra Kirana Hadirkan Koleksi Eksklusif di Shopee Big Ramadan Sale

Analis Apresiasi Polri Bongkar Sindikat Jual Beli Bayi, Selamatkan Generasi Muda Indonesia

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Sampah Jadi Energi, Kabupaten Gresik Rayakan Penghargaan Adipura

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Guru Besar Tasawuf UIN Malang Prof Barizi: Puasa Jadi “Healing Jiwa” di Era Digital

Logo HUT Gresik 539 Diluncurkan, Rusa Bawean Jadi Simbol Semangat Gresik Baru

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi II Malang Sukses Digelar, Satria Muda Juara

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d