JAVASATU.COM- Trofeo All Star Legends Indonesia yang akan digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Minggu, 18 Januari 2026, tak hanya menghadirkan laga para legenda sepak bola nasional. Ajang ini juga melibatkan 30 pelaku UMKM Kota Malang untuk menggerakkan ekonomi sektor riil melalui event olahraga.

Kegiatan tersebut diinisiasi Persema Reborn, Persema Legends, dan Bledeg Biru Sportainment & Sport Tourism. Trofeo akan mempertemukan Persema Legends, Persib Bandung Legends, dan SDF Indonesia Batavia Jakarta Legends. Sebelum laga utama, panitia menggelar Turnamen Adu Penalti Piala Gubernur Jawa Timur sejak pagi hari.
Manajemen Bledeg Biru Sportainment & Tourism, Wahyu Eko Setiawan, mengatakan keterlibatan UMKM menjadi bagian penting dari konsep penyelenggaraan event ini.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sepak bola bisa memberi dampak langsung bagi ekonomi lokal. Karena itu, 30 UMKM kami libatkan untuk berjualan, mempromosikan produk, sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha,” kata Wahyu Eko Setiawan, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Wahyu, event olahraga seharusnya tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan sektor lain, khususnya ekonomi kerakyatan. Ia menilai kolaborasi antara komunitas sepak bola dan UMKM akan menciptakan multiplier effect bagi daerah.
Turnamen adu penalti Piala Gubernur Jawa Timur akan diikuti 64 tim dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap tim beranggotakan tujuh pemain, terdiri atas satu kiper dan enam penendang, dengan rentang usia 16 hingga 75 tahun. Ajang ini terbuka untuk umum, termasuk pesepak bola putri dan penyandang disabilitas.
Meski total hadiah yang disiapkan sebesar Rp15 juta, penyelenggara menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah silaturahmi dan penguatan ekosistem sepak bola yang inklusif dan berkelanjutan.
Selain itu, para legenda sepak bola Jawa Timur juga tengah menggagas platform crowdfunding bertajuk “Injury Time” sebagai alternatif pendanaan pengembangan sepak bola. Inisiatif tersebut disebut telah mendapat dukungan dari Bakorwil III Jawa Timur serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Timur.
Penyelenggara berharap Trofeo All Star Legends Indonesia dapat menjadi contoh bahwa sepak bola tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga penggerak ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dan kolaborasi lintas sektor. (nuh)