
Javasatu,Gresik- Anik atau juga biasa dipanggil Mbah Rani, adalah seorang nenek berusia sekitar 70 tahun yang hidupnya sebatang kara menumpang di Balai Desa Sukorejo Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik.
Diberitakan sebelumnya di media ini, Anik hidup sebatang kara setelah suaminya meninggal dunia. Hampir 25 tahun Anik menempati rumah di pinggir sungai Desa Sukorejo. Ia pun harus mengikhlaskan rumahnya yang telah roboh karena rapuh dimakan usia. Kini Anik terpaksa harus menumpang di Balai Desa setempat karena tidak memiliki tempat tinggal.
Melihat kondisi itu, MWC NU Kebomas melalui NU Care Lazisnu menyambangi nenek sebatang kara penghuni balai desa Mbah Anik dengan memberikan donasi uang sebesar Rp 2.400.000.
Hadir dalam penyerahan donasi tersebut, Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebomas KH Khumaidi Wakhid, Khatib MWC NU Kebomas KH Munhamir, Ketua LAZISNU MWC NU Kebomas Moh Munir. Serta Kades Sukorejo Fatkhur Rohman.

Ketua LAZISNU MWC Kebomas Moh Munir mengatakan, gerakan sosial ini memang sudah menjadi kewajiban Lazisnu untuk membantu kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Seperti ke Mbah Rani atau Anik ini. Semoga sedikit donasi dari Lazisnu bisa membantu meringankan perbaikan rumahnya” ungkap Munir kepada media ini.
Berita Lainnya: Delapan Kepala OPD Purna Tugas, BKPSDM Kota Batu Akan Segera Buka Lelang Jabatan – Nusadaily.com
Senada juga dituturkan oleh Ketua Tanfidziyah MWC NU Kebomas KH Khumaidi Wakhid, Nahdlatul Ulama merupakan salah satu organisasi sosial yang berperan dalam kehidupan sosial bermasyarakat, maka dengan adanya kondisi seperti ini, kita harus cepat mengambil langkah.
“Semoga rumah Mbah Anik cepat selesai direnovasi, dan beliaunya bisa kembali menempatinya” tutur KH Khumaidi Wakhid diamini Khatib MWC NU Kebomas KH Munhamir.
Kini, Mbah Anik ditampung oleh pihak desa setempat di ruangan balai desa sambil menunggu perbaikan rumahnya. (Bas/Nuh)