Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Wahyu Keprabon untuk Sang Pemimpin

Artikel ditulis: Ahli Metafisika, Gilang, Hasil Perbincangan bersama Juru Kunci Gunung Kelud, Mbah Lan

Javasatu by Javasatu
14 Oktober 2021
0

JAVASATU-KEDIRI- Seorang pemimpin di sebuah wilayah yang dipilih langsung oleh rakyat seperti kepala desa, bupati, gubernur atau presiden diyakini memiliki keistimewaan dibandingkan pemimpin yang tak dipilih langsung oleh rakyat seperti menteri, direktur. Keistimewaan itu diyakini lantaran adanya unsur wahyu keprabon.

Ahli Metafisika, Gilang saat berada di Puncak Gunung Kelud. (Foto: Istimewa)

Sebab, pemimpin wilayah itu juga berkuasa atas makrokosmos (jagat gedhe/besar) dan mikrokosmos (jagat cilik/kecil) atas wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.

Masyarakat Jawa meyakini, mereka yang menerima wahyu keprabon adalah sosok pemimpin sejati. Pemimpin sekaligus satria terpilih yang akan membawa keadilan dan kesejahteraan hidup rakyatnya.

Ada pula yang meyakini, wahyu keprabon adalah restu gaib dari para leluhur dan alam semesta. Atau semacam kepercayaan yang diberikan untuk memimpin suatu kerajaan atau negeri. Mereka yang menerima wahyu inilah yang kemudian diyakini layak menjadi seorang raja atau pemimpin.

ADVERTISEMENT

Terminologi ini sangat lekat dalam budaya sinkretisme Jawa, di mana seorang raja tidak semata-mata berkuasa atas dunia nyata, namun juga dunia tak kasat mata alias gaib. Keduanya akan saling melegitimasi dan mengukuhkan kekuasaan seorang raja.

Dan hal yang berurusan dengan Dunia tak kasat mata atau Gaib calon pemimpin untuk meraih kekuasaannya mendadak melakukan ziarah kepada makam-makam keramat pepunden khususnya ke petilasan dan Makam Leluhur yangg sudah diyakini oleh masyarakat setempat dengan beberapa tradisi dan budaya untuk memperkuat keberadaannya.

Juru Kunci Gunung Kelud, Suparlan (kanan) bersama Ahli Metafisika, Gilang. (Foto: Istimewa)

Juru Kunci Gunung Kelud, Suparlan (80) yang akrab dipanggil Mbah Lan mengatakan, bahkan sang calon penerima Wahyu keprabon dengan kekuatan keyakinannya mendadak memperbaiki jalan, Cungkup Makam atau mengganti lawon sebagai cara untuk menghargai jasa nenek moyangnya yang telah babat alas di desa atau suatu wilayah yangg akan dipimpinnya nanti. (*)

Tags: Gunung KeludJuru Kunci Gunung KeludMetafisikaWahyu Keprabon
Previous Post

Wujud Cinta ke Masyarakat, Satgas Yonif 512/QY Bagikan Pakaian di Tapal Batas Papua

Next Post

Bupati Yani Ajak Pramuka Kampanyekan Pentingnya Prokes dan Vaksinasi

Related Posts

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama
Opini

Ngalam Emas 2045: Ketika Budaya, Perjuangan, dan Teknologi Menemukan Jalan Bersama

24 Oktober 2026
OPINI: Epistemologi Pesantren dan Visi Indonesia Emas 2045
Opini

OPINI: Epistemologi Pesantren dan Visi Indonesia Emas 2045

22 Oktober 2026
OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara
Opini

OPINI: Karhutla dan Wajah Tanggung Jawab Negara

18 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

Di Balik Dugaan Korupsi MBG: Antara Administrasi Negara dan Akuntabilitas Demokrasi

11 Oktober 2026
OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan
Opini

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

6 Oktober 2026
OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?
Opini

OPINI: Fiskal Hijau, Mengapa Indonesia Butuh Lebih dari Sekadar Pajak Karbon?

5 Oktober 2026
Next Post
Bupati Yani Ajak Pramuka Kampanyekan Pentingnya Prokes dan Vaksinasi

Bupati Yani Ajak Pramuka Kampanyekan Pentingnya Prokes dan Vaksinasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Turnamen Mini Soccer Hari Santri Tambakrejo, 8 Sekolah Lolos Babak Lanjutan
  • BEM Unair Cek Kesehatan Gratis Lansia di Ngajum Malang, Diapresiasi Warga
  • Event K-Pop SKJ Summer Bloom di Spencer Green Hotel Batu 15 November
  • Safari Subuh Kapolres Majalengka, Warga Usul Zebra Cross di Jatipamor
  • Polres Batu Ungkap 8 Kasus Curanmor, 11 Tersangka Ditangkap dalam 12 Jam
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com