Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mengintip Tradisi Upacara Entas-entas Leluhur di Desa Glanggang Pakisaji Malang

Bakier Soekarno by Bakier Soekarno
9 September 2023
0

JAVASATU.COM-MALANG- Masyarakat Indonesia memiliki beragam adat dan budaya. Seperti halnya di Kabupaten Malang Jawa Timur. Masyarakat beragama Hindu di Desa Glanggang Kecamatan Pakisaji sering melaksanakan tradisi upacara adat Entas-entas bagi para leluhurnya.

Dikatakan Pemangku Pura Eka Kapti Desa Glanggang, Rudi, tradisi upacara Entas-entas di Desa Glanggang ada sejak dahulu.

“Tujuannya adalah untuk mengantarkan roh beliau kepada sang pencipta dan mendapatkan tempat yang terbaik” kata Pemangku Rudi, Senin (29/8/2022).

“Entas-entas itu sama dengan ngaben. Kalau ngaben itu pembakarannya langsung saat orang tersebut meninggal, badan kasarnya langsung dibakar. Tetapi kalau entas-entas ini dilakukan setelahnya dengan secara simbolis” imbuh Rudi menerangkan.

ADVERTISEMENT

Rudi mengungkapkan, upacara Entas-entas di Desa Glanggang dilaksanakan selama tiga hari, yakni mulai Senin-Rabu (27-29/8/2022).

Pada Senin (27/8/2022), Rudi menceritakan, diawali dengan upacara Matur Pioning atau ziarah ke makam punden desa dan leluhur yang akan di entas.

Selanjutnya, Selasa (28/8/2022) dilaksanakan upacara kirim doa yang diadakan di rumah.

“Di upacara kirim doa itu, arwah atau roh leluhur yang akan di entas dipanggil, kalau dalam umat Hindu namanya Diulapi. Diundang ke sesajen yang sudah disediakan” urai Rudi.

Kemudian di acara puncaknya yakni Rabu (29/8/2022). Diawali dengan upacara Pecaruan. Kata Rudi, Cari berasal dari Jawa Kuno artinya harmonis.

“Jadi sebelum acara dimulai, kita mengharmoniskan alam dulu. Harmonis dengan sesama manusia. Supaya acara berjalan dengan lancar” tegas Rudi.

Setelah Pecaruan, dilakukan upacara penyempurnaan raga sarirah atau badan kasar manusia.

“Di upacara penyempurnaan ditandai dengan pembakaran lima unsur panca maha buta yakni, unsur tanah, air, api, udara dan Akasa atau ruang. Itu disempurnakan, karena kelima unsur itu merupakan pembentuk badan kasar manusia” jelasnya.

Kemudian dilanjutkan dengan upacara Puspa Sarirah badan halus. Diterangkan Rudi, badan halus manusia menurut Hindu terdiri dari Pancatan Mantra.

“Pancatan mantra itu pembentuk badan halus atau Sukma Sarirah. Itu disempurnakan dengan cara diupacarai oleh Pandita. Kemudian di Ngaben atau dibakar. Setelah dibakar diupacarai lagi, selanjutnya dilarung di sungai” papar Rudi.

Usai upacara badan halus sempurna, Rudi menyebut, upacara yang terakhir adalah Upacara Ngelinggihang Dewa Hyang.

“Artinya, leluhur kita yang diupacarai hari ini sudah sama statusnya dengan Dewa. Orang Hindu percaya, kalau leluhur sudah diupacarai entas-entas menjadi Dewa Hyang dan berhak untuk disembah” terang Rudi.

Rudi menambahkan, saat ini juga dilaksanakan upacara Melaspas. Diterangkan Rudi, Melaspas adalah upacara pembersihan dan penyucian bangunan, alat baru seperti rumah, kantor, gedung, dan lain sebagainya.

“Yakni, menghilangkan kotoran yang ada di rumah. Kotoran itu saat waktu membangun seperti bahan bangunan. Tujuannya, agar rumah tersebut layak dihuni dan memiliki nilai kesakralan atau kesucian” pungkas Rudi.

(Foto: Bakier Soekarno/Javasatu.com)

1 of 24
- +

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

21.

22.

23.

24.

Sementara itu, salah satu warga Desa Glanggang Pakisaji yang memilik hajat, Toni Purwanto. Dia melakukan upacara Entas-entas untuk ayahnya bernama Samenun beserta leluhurnya.

Toni berkata, bagi leluhur yang dahulu mungkin meninggalnya karena kecelakaan atau kena musibah, dengan upacara Entas-entas ini dapat mengantarkan roh kepada sang Pencipta.

“Supaya tidak ada ikatan di tempat itu (lokasi kejadian). Dengan begitu, saya bisa menepati darma saya sebagai warga Hindu” jelas Toni.

“Semoga upacara entas-entas. Dapat menjadikan roh orang tua dan leluhur saya bersatu dengan penciptanya” imbuhnya.

Toni berharap, usai dilakukan upacara Entas-entas arwah atau panca maha buta dapat kembali ke tempat asalnya, sehingga bisa memperlancar perjalanan roh menuju ke alam yang tertinggi.

“Terima kasih kepada Romo Pandita, Romo Pemangku beserta keluarga yang mendukung upacara entas-entas ini. Tanpa bantuan beliau-beliau tidak mungkin upacara ini terlaksana dengan lancar. (Kir/Saf)

Tags: beritaDesa GlanggangKecamatan PakisajiUmat HinduUpacara Entas-entas
Previous Post

Polres Malang Terus Memantau Kamtibmas Usai Kenaikan Harga BBM

Next Post

Harga BBM Naik, Kapolres Gresik Imbau Jangan Lakukan Penyimpangan

Related Posts

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang
Kabupaten Malang

Zia’ul Haq: Pencak Silat Jadi Wadah Bentuk Karakter Pelajar Kabupaten Malang

26 April 2026
Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan
Berita

Distribusi Aspal Didekatkan, Bina Marga Percepat Perbaikan Jalan Malang Selatan

25 April 2026
Jalan Diperbaiki, Warga Malang Selatan Apresiasi Kinerja Bina Marga
Berita

Jalan Diperbaiki, Warga Malang Selatan Apresiasi Kinerja Bina Marga

25 April 2026
SPBU “Nakal” di Kota Malang Disanksi, Pertamina Hentikan Penyaluran Pertalite 30 Hari
Berita

Pertamina Patra Niaga Apresiasi Polres Malang Bongkar Oplosan LPG Subsidi

24 April 2026
Polisi Bongkar Praktik LPG Oplosan di Malang, Gas Subsidi Disulap Jadi Non-Subsidi
Berita

Polisi Bongkar Praktik LPG Oplosan di Malang, Gas Subsidi Disulap Jadi Non-Subsidi

24 April 2026
Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi
Berita

Berkedok Pengobatan, Pria di Gedangan Malang Cabuli Pasien Dibekuk Polisi

23 April 2026
Next Post

Harga BBM Naik, Kapolres Gresik Imbau Jangan Lakukan Penyimpangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Analis Apresiasi Kapolri Ungkap 1,16 Ton Ketamin: Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat
  • Kapolres Majalengka Kerahkan 173 Bhabinkamtibmas Cegah Curanmor dan Bencana
  • Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
  • Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
  • HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com