Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Angka Stunting Di Jatim Masuk 15 Besar

Syaiful Arif by Syaiful Arif
5 Februari 2021
0

Javasatu,Malang- Penderita stunting di Jawa Timur (Jatim) mulai 2019 – 2020 mengalami peningkatan.

Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan Provinsi Jatim, Andriyanto (kiri). (Foto: Sigit Kuncoro/Javasatu.com)

Meski peningkatan tersebut masih berkisar diangka 0,71 poin, namun Jawa Timur saat ini menduduki rangking 15 besar penderita stunting Nasional.

Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kependudukan Provinsi Jatim, Andriyanto saat ditemui di Malang menyebutkan, di Jatim saat ini prosentase angka penderita stunting di Jatim mencapai 26,9 persen. Menurutnya, bukan perkara mudah untuk dapat menurunkan angka penderita stunting di Jawa Timur. Artinya, butuh kerja keras seluruh Satuan Kerja dan Stakeholder yang ada.

“Best Practice di Luar Negeri rata-rata angka penurunan angka stunting maksimal hanya dikisaran 2 persen saja pertahun, bahkan ada beberapa negara yang hanya dikisaran 1,3 persen seperti di Bangladesh” ujar Andriyanto, Jumat (5/2/2021) saat ditemui di Malang.

ADVERTISEMENT

Meski angka penurunan stunting rata-rata hanya berkisar 2 persen saja, namun Pemerintah Indonesia, lanjut mantan Konsultan WHO untuk stunting ini berani mematok target tinggi terhadap penurunan stunting. Beberapa waktu lalu, lanjut Andriyanto, Presiden Jokowi menargetkan angka penurunan stunting di Indonesia turun hingga 14 persen saja dari 27,6 persen di tahun 2020.

Angka tersebut dinilai sangat realistis, meski sangat berat. Artinya membutuhkan sinergitas yang baik antar seluruh pemangku kepentingan. Intervensi pemerintah menurutnya harus lebih ditingkatkan meski sudah dilakukan, lantaran dari penilaiannya masih sering didapati adanya egosentris di masing-masing satuan kerja.

“Seperti contoh masih ada yang beralasan anggaran yang dimiliki kecil sehingga berkilah gak memungkinkan jika digunakan untuk penanganan stunting. Pola pikir seperti ini harus segera dihilangkan lantaran untuk menangani masalah stunting tidak melulu soal anggaran. Kan masih bisa lewat perencanaan daerah agar mengeluarkan kebijakan di setiap desa untuk mengalokasikan anggaran penanganan stunting” tandas Andriyanto.

Lantas apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk bisa mengintervensi upaya menurunkan stunting, Andriyanto mencontohkan bisa saja dengan program penurunan terintegrasi, caranya dengan memberikan asupan suplemen vitamin penambah darah kepada pelajar putri usia sekolah menengah yang ditangani Dinas Pendidikan.

Saat sudah dewasa dan memasuki pernikahan dan sudah hamil terang Andriyanto, bisa diberikan asupan protein hewani tinggi seperti susu, telor bahkan Dinas Kelautan bisa saja melakukan gerakan agar seluruh masyarakat bisa mengkonsumsi ikan laut, hingga Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan menyiapkan KRPL serta mengantisipasi ibu untuk memiliki anak lebih dari 3, lantaran sangat rentan mengidap penyakit stunting tersebut.

“Dengan sinergi yang baik, bukan hal yang mustahil angka penurunan stunting tersebut dapat terealisasi” tandas Andriyanto. (Git/Saf)

Tags: JatimkesehatanstuntingStunting Jawa Timur
Previous Post

Longsor di Pujon Hingga Kasembon Berpotensi Kembali Terjadi

Next Post

Mantab! Angka Laka di Malang Menurun 40 Persen

Related Posts

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis
Kesehatan

Klinik Annahdlah Dukun Gresik Layani Prolanis dan Pap Smear Gratis

14 Oktober 2026
Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare
Kesehatan

Wabup Kediri Apresiasi Layanan Terapi EECP di Pare

28 September 2026
PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini
Kesehatan

PKK dan Dinkes Batu Edukasi Siswi SMP Cegah Stunting dan Pernikahan Dini

23 September 2026
Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan
Kesehatan

Philips Future Health Index 2026: AI Tingkatkan Layanan Kesehatan, Kesiapan Masih Jadi Tantangan

1 September 2026
PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026
Kesehatan

PKG Gresik Capai 28,8 Persen, Targetkan 46 Persen hingga Desember 2026

19 Agustus 2026
JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi
Kesehatan

JKN Aktif di Kabupaten Malang Baru 66,44 Persen, Dewan Soroti Kematian Bayi

18 Agustus 2026
Next Post
Mantab! Angka Laka di Malang Menurun 40 Persen

Mantab! Angka Laka di Malang Menurun 40 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Wali Kota Malang Lantik 176 Pejabat, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
  • Analis Apresiasi Kapolri Ungkap 1,16 Ton Ketamin: Wujud Nyata Polisi Bersama Masyarakat
  • Kapolres Majalengka Kerahkan 173 Bhabinkamtibmas Cegah Curanmor dan Bencana
  • Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
  • Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com