JAVASATU.COM- Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate meminta masyarakat yang sudah mendapat kesempatan segera mengikuti vaksinasi booster COVID-19. Program vaksin dosis lanjutan ini diberikan gratis untuk memperkuat perlindungan tubuh sekaligus menekan risiko penularan, terutama di tengah ancaman varian Omicron.

“Segera laksanakan vaksinasi booster bagi yang sudah mendapatkan kesempatan,” ujar Johnny, Jumat (14/1/2022).
Menurut Johnny, vaksinasi booster diperlukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan, memperpanjang masa perlindungan, dan membantu mengendalikan penularan COVID-19. Pemerintah juga terus menggencarkan edukasi agar masyarakat memahami manfaat vaksin dosis lanjutan tersebut.
“Karena itu, kami terus mengedukasi masyarakat secara masif supaya pemahaman akan pentingnya manfaat vaksinasi booster ini semakin meluas,” tuturnya.
Dukungan masyarakat terhadap vaksin booster juga tercermin dalam survei South East Asia (SEA) Ahead gelombang ke-5 yang dilakukan Ipsos. Sebanyak 63 persen masyarakat Indonesia menilai vaksinasi booster penting untuk dilakukan.
Sementara itu, sebanyak 85 persen masyarakat Indonesia yang telah menerima vaksin dosis pertama dan kedua menyatakan ingin mendapatkan vaksin booster jika disediakan pemerintah secara gratis.
Survei yang sama menunjukkan 62 persen masyarakat Indonesia setuju vaksinasi dijadikan salah satu syarat untuk melakukan aktivitas publik.
Johnny berharap tingginya kesadaran masyarakat tersebut dapat tercermin dalam pelaksanaan vaksinasi booster di lapangan.
“Hasil yang baik tersebut semoga juga akan tercermin pada pelaksanaan vaksinasi booster di lapangan,” katanya.
Johnny kembali menegaskan vaksin booster dapat diperoleh masyarakat tanpa biaya.
“Terlebih mengingat vaksinasi booster bisa didapatkan warga tanpa biaya,” tambahnya.
Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/252/2022 tentang Vaksinasi COVID-19 Dosis Lanjutan (Booster). Surat tersebut ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, serta direktur rumah sakit di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi booster sesuai arahan pemerintah pusat.
Dari sisi kesehatan, terdapat sejumlah alasan vaksinasi booster diperlukan. Salah satunya kecenderungan penurunan antibodi sekitar enam bulan setelah vaksinasi, terutama di tengah munculnya varian baru seperti Omicron.
Vaksin booster juga dinilai menjadi bagian dari upaya masyarakat beradaptasi dengan kondisi pandemi. Selain itu, vaksinasi merupakan hak masyarakat untuk memperoleh perlindungan bagi diri sendiri dan komunitas.
“Melalui kerja sama solid dari segenap pihak, terutama partisipasi aktif masyarakat, kami berharap vaksinasi booster dapat terlaksana dengan baik guna mengoptimalkan perlindungan. Dengan tingkat penularan yang kian terkendali, aktivitas masyarakat bisa makin produktif, perekonomian pun makin cepat bangkit,” kata Johnny. (tur/nuh)