JAVASATU.COM- PABERSI Kota Malang mulai memperluas pembinaan atlet angkat berat dengan menyasar pelajar sejak usia 13 tahun. Langkah ini ditegaskan melalui pelaksanaan Workshop Pelatih Angkat Berat Provinsi Level 1 yang digelar di Aula Dinas Pendidikan Kota Malang, Sabtu (29/11/2025), dan diikuti 65 pelatih dari berbagai kota di Jawa Timur.

Ketua Umum PABERSI Kota Malang, sekaligus anggota DPRD Kota Malang, Sony Rudiwiyanto menyebut pembinaan usia dini menjadi kunci lahirnya atlet berprestasi. Ia menegaskan bahwa angkat berat tidak berdampak buruk pada pertumbuhan, seperti pandangan keliru yang selama ini berkembang di masyarakat.
“Peserta workshop ini tidak hanya dari Kota Malang saja. Tapi juga melibatkan dari luar kota. Bibit atlet angkat berat itu idealnya mulai usia 13 tahun. Jadi persepsi bahwa angkat berat membuat tubuh tidak bisa tinggi itu tidak benar,” ujar Sony.
Sony menyampaikan bahwa PABERSI Kota Malang telah membuktikan hasil pembinaannya. Pada Porprov Jatim IX 2025, atlet-atletnya meraih 3 emas, 4 perak, dan 4 perunggu.
Menurutnya, pelatihan pelatih yang lebih kompeten akan berdampak langsung pada kualitas atlet di masa mendatang.
“Workshop ini menjadi bagian dari agenda peningkatan kapasitas pelatih di tingkat provinsi,” imbuhnya.
Materi yang disampaikan mencakup teknik angkat yang benar, metode coaching, hingga penguatan prinsip keselamatan latihan.
“Dengan pembinaan sejak usia dini dan peningkatan kualitas pelatih, PABERSI Kota Malang menargetkan angkat berat menjadi salah satu cabang olahraga unggulan daerah, sekaligus mencetak lebih banyak atlet muda yang bisa bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” ujar Sony.
Ketua Panitia Workshop, Roni, menyebut workshop ini digelar intensif selama satu hari penuh.
“Kami edukasikan metode pengangkatan yang benar agar pelatih punya standar kompetensi yang jelas. Harapannya, teknik yang tepat bisa tersalurkan ke gym-gym dan klub, sekaligus melahirkan lebih banyak pelatih dan atlet berkualitas dari Kota Malang,” kata Roni.
Sementara itu, Sekda Kota Malang, Erik Setyo Santoso yang hadir membuka kegiatan menegaskan bahwa pelatihan ini selaras dengan program Pemkot Malang Dasa Bhakti ‘Ngalam Tahes’, yang menekankan pentingnya hidup sehat dan prestasi olahraga.
“Menuju sehat itu banyak caranya. Level tertinggi dari sehat adalah prestasi. Karena itu workshop seperti ini punya nilai strategis bagi Kota Malang,” ujarnya. (arf)