email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Sabtu, 30 Agustus 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

NU Kota Pasuruan Merespon Bonus Demografi dan Potensi Kaum Milenial

by Redaksi Javasatu
22 Agustus 2021
ADVERTISEMENT

JAVASATU-PASURUAN- Merespon bonus demografi dan potensi besar anak muda khususnya kaum milenial. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pasuruan mengadakan Sarasehan Muslim Milenial Nusantara, Sabtu (21/8/2021) di Aula Serbaguna PCNU Kota Pasuruan.

Sarasehan Muslim Milenial Nusantara
Sarasehan Muslim Milenial Nusantara, Sabtu (21/8/2021) di Aula Serbaguna PCNU Kota Pasuruan.. (Foto: Istimewa)

Acara yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB dilaksanakan dalam rangka memperingati tahun baru islam 1443H dengan mengambil tema “Generasi Muslim Milenial di Tengah Arus Globalisasi dan Bonus Demografi”.

Sesuai dengan tema kegiatan, peserta yang hadir adalah Alumni Dauroh Muslim Milenial, BEM, Senat Mahasiswa, HMJ, PMII, Organisasi santri di beberapa pesantren dan organisasi kepemudaan lainnya di Pasuruan.

Kegiatan sarasehan menghadirkan dua pemateri yakni Hasanuudin Ali CEO Alvara Research Center dan H. M. Nailur Rochman, S.IP., M.Pd selaku Ketua PCNU Kota Pasuruan.

Dalam materi pertama Hasanuddin Ali menyajikan data-data mengenai isu dan tantangan masa kini, data BPS 2020 menunjukkan bahwa usia produktif penduduk Indonesia mencapai 70,72%, penduduk muda dari kategori Gen Z dan Milenial mencapai 53,81%.

“Sebagai kaum milenial ditengah bonus demografi ini kita tidak boleh merasa rendah diri, karena banyak negara asing malah belajar kepada kita, yang perlu dipahami adalah posisi kita sekarang dalam gelombang peradaban sejak era pertanian, era industri dan sekarang adalah era informasi. Era sekarang dan masa depan adalah era ide dan kreatif” terang Hasanudin Ali.

Disisi lain menurut peneliti yang juga Aktivis Ansor itu menyebut masih banyak umat islam yang ingin merubah Indonesia menjadi negara yang berbasis Agama yaitu ada 18,6% dari kalangan pelajar, dan 16,8% dari kalangan mahasiswa hal ini menjadi tantangan bagi kita kaum Nahdliyin, tentunya perilaku tersebut dipengaruhi oleh trend informasi yang mereka dapatkan.

BacaJuga :

Wawali Pasuruan Mas Nawawi Tekankan Kolaborasi Pengamanan Haul ke-44 KH Abdul Hamid

DPRD Kota Pasuruan Setujui Dua Raperda, Wali Kota Adi Apresiasi Dukungan Dewan

“Sementara persentase rutinitas umat islam yang melihat portal islam milik Nahdliyain hanya 10,2% dan sisanya melihat portal islam di luar nahdliyin. Ini miris sekali, solusinya NU tidak boleh puas hanya dengan kepemilikan kader yang begitu banyak, tetapi harus menciptakan kader-kader yang mampu menangkap trend dengan memanfaatkan teknologi yang ada melalui sumber Agama/portal islam yang tepat dan benar, caranya mapping dulu potensi kader di berbagai sektor dan memperkuat jejaringnya” jelasnya.

Pada materi selanjutnya yang disampaikan oleh H. M. Nailur Rochman, S.IP., M.Pd, Tokoh ulama muda yang juga menjabat sebagai ketua PW MDS Rijalul Ansor Jawa Timur yang akrab disapa Gus Amak memaparkan materi tentang “pemuda dan globalisasi, what to do ?”.

Gus Amak mengajak kalangan milenial untuk menyadari dan memahami posisinya sebagai pemuda di masa depan, bahwa pemudalah yang menjadi tumpuan hidup dan penentu masa mendatang. Mereka diajak untuk mengerti posisinya, dimana ia berpijak ditengah globalisasi.

“Globalisasi ini tidak dapat kita bendung, kita dipaksa untuk berenang di dalamnya tetapi kita tidak boleh hanyut olehnya, sehingga pemuda harus mengerti bahwa globalisasi ini bisa berdampak buruk dan negatif terhadap gaya hidup, dan nilai-nilai tradisi maupun yang lainnya” terang Gus Amak.

Namun dijelaskan bahwa globalisasi juga bisa berdampak positi. Untuk itu pemuda harus menentukan pilihannya dalam bersikap, belajar, mencari jatidiri dan menjadi warga negara yang baik.

Agenda yang berlangsung secara hybrid itu ditujukan agar kalangan milenial dapat memiliki semangat beragama yang Rahmah, tidak terpengaruh negatif oleh perkembangan zaman, serta menyiapkan muslim milenial dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Sebanyak 46 peserta hadir di ruangan kegiatan dan 33 peserta mengikuti acara melalui Zoom meeting. Sebelumnya, panitia mengadakan lomba esai sebagai bagian dari tahapan kegiatan sarasehan, dimana esai terbaik dipresentasikan dalam acara tersebut.

Terbaik I Lomba Essey Sarasehan Muslim Milenial Nusantara PCNU Kota Pasuruan, Erdogan Thayyib (Alumni Daurrah Muslim Milenial PCNU Kota Pas Angk-3/Alumni SMA-1), Tema Essay : “Terjerembab Langkah Miopik dalam Berkeislaman”.

Sedangkan Terbaik II diraih Miqdas Ruhul Islami (Ponpes Salafiyah) dengan Tema Essay : “Tut wuri Handayani Semboyan Sakti atau Tersakiti”.

Baca Juga:
  • Universitas Negeri Jakarta Raih MURI Senam Sendok Kursi – Kliktimes.com

Di akhir kegiatan ini diisi dengan sesi tanya jawab, yang dipandu oleh Ahmad Sukron sebagai moderator, yaitu ada tiga pertanyaan yang disampaikan, penanya pertama dan ketiga dari Alumni Dauroh Muslim Milenial dan penanya kedua dari PMII ketiga pertanyaan tersebut dijawab oleh pemateri pertama dan ditutup dengan ramah tamah. (Sir/Nuh)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kumpulan Berita OrganisasiMilenialNU Kota Pasuruan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Kapolres Malang Turun Tangan Temui Massa Aksi

Pasar Murah Polres Malang, 10 Ton Beras Ludes Diserbu Warga Kepanjen dan Dampit

ADVERTISEMENT

PLN Luncurkan HCS Ultima, Layanan Isi Daya Kendaraan Listrik Lebih Cepat dan Praktis

Forkopimda dan Ojol Kota Batu Duduk Bersama untuk Affan Kurniawan

Panglima TNI Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

Prev Next

POPULER HARI INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

GBPH Yudaningrat Resmi Sandang Sertifikat Kurator Keris dari BNSP

PBH Peradi Malang Jemput Bola, Warga Bisa Konsultasi Hukum Gratis

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

BERITA LAINNYA

PLN Luncurkan HCS Ultima, Layanan Isi Daya Kendaraan Listrik Lebih Cepat dan Praktis

Panglima TNI Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Tak Mudah Terprovokasi

TNI Bagikan 500 Sak Beras untuk Ojol Medan

GBPH Yudaningrat Resmi Sandang Sertifikat Kurator Keris dari BNSP

Panglima TNI Perpanjang Operasi Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza

Prev Next

BERITA KHUSUS

DPRD Kabupaten Malang dan Bupati Sanusi Sepakat Perkuat Tata Kelola Daerah

RSUD Gresik Sehati Resmi Dibuka, Percepat Akses Layanan Kesehatan di Gresik Selatan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Jambore Keris Nasional 2026 Rencananya Digelar di Kota Malang, Hadiah Utama Bisa Rumah

Polres Malang Bahas Aturan Sound Horeg, Empat Poin Jadi Sorotan

Arema FC Siap Menang Lawan Persijap Jepara di Super League 2025

TosanAji.id Jalin Kolaborasi dengan Museum dan Sanggar Keris Mataram Yogyakarta

Ribuan Batang Rokok Ilegal di Kabupaten Pasuruan Disita Petugas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved