Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

QR Code Jadi Senjata Baru Awasi Hotel hingga Tempat Hiburan di Kota Malang

Julian Sukrisna by Julian Sukrisna
22 Juni 2026

JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menyiapkan sistem pengawasan baru terhadap usaha pariwisata melalui penerapan QR Code yang terintegrasi dengan data perizinan dan perpajakan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat pengawasan terhadap hotel, guest house, restoran, rumah makan, kafe hingga tempat hiburan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat dalam agenda sosialisasi penegakan perda kota amalng. (Dok: Prokopim Kota Malang)

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam Sosialisasi Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kepariwisataan dan Penguatan Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah melalui Proyek Perubahan KOLAK MANIS (Kolaborasi Lintas Perangkat Daerah dalam Pembinaan Pengawasan dan Yustisi) yang digelar Satpol PP Kota Malang, Senin (22/6/2026).

Kepala Satpol PP Kota Malang, Heru Mulyono, mengatakan sistem QR Code akan menjadi instrumen baru untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaku usaha yang telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami berharap QR Code ini dapat meningkatkan transparansi sekaligus kepercayaan masyarakat kepada pelaku usaha yang telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan dan kewajiban daerah,” kata Heru.

ADVERTISEMENT

Melalui sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat mengetahui status kepatuhan suatu usaha terhadap peraturan daerah. Informasi yang ditampilkan juga terhubung dengan data perpajakan dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), sehingga memudahkan pengawasan secara terpadu.

Heru menjelaskan, sosialisasi tersebut ditujukan kepada pelaku usaha jasa pariwisata mulai dari hotel, guest house, restoran, rumah makan, kafe, hingga tempat hiburan. Selain meningkatkan pemahaman terhadap aturan yang berlaku, kegiatan itu juga memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan.

“Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelaku usaha jasa pariwisata terhadap ketentuan peraturan daerah yang berlaku, sekaligus memperkuat koordinasi antarperangkat daerah dalam pembinaan dan pengawasan sektor kepariwisataan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan pertumbuhan investasi dan usaha pariwisata harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap regulasi agar tercipta iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Investasi tetap kita perlukan untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah. Namun, investasi tidak boleh mengabaikan aturan. Seluruh persyaratan dan legalitas usaha harus dipenuhi sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegas Wahyu.

Menurutnya, sektor pariwisata menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah. Pemkot Malang pun terus mendorong pengembangan sektor tersebut melalui program 1.000 event dan sport tourism yang diharapkan memberi dampak bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, destinasi wisata, hingga pelaku UMKM.

“Orang datang ke Kota Malang tidak hanya menghadiri sebuah kegiatan, tetapi juga menikmati wisata, kuliner, hingga produk UMKM. Karena itu, kita ingin iklim usaha pariwisata semakin sehat, nyaman, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Wahyu.

Melalui Proyek KOLAK MANIS, Pemkot Malang berharap sistem pengawasan dan penegakan perda di sektor pariwisata dapat berjalan lebih terintegrasi, sehingga mampu meningkatkan kepatuhan pelaku usaha sekaligus meminimalkan potensi sengketa hukum. (jup/arf)

Tags: Kota Malang QR CobePemerintahpemerintahanpemkot malangPerdaWisata
Previous Post

Dishub Buka Fakta Baru di Tengah Polemik Pasar Karangploso

Next Post

SiLPA APBD Kota Batu 2025 Capai Rp126 Miliar, Ini Penjelasan Pemkot

Related Posts

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren
Pemerintahan

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren

7 November 2026
DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga

6 November 2026
Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat
Pemerintahan

Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat

6 November 2026
Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah
Pemerintahan

Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah

4 November 2026
Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027
Pemerintahan

Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027

3 November 2026
Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan
Pemerintahan

Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan

2 November 2026
Next Post
SiLPA APBD Kota Batu 2025 Capai Rp126 Miliar, Ini Penjelasan Pemkot

SiLPA APBD Kota Batu 2025 Capai Rp126 Miliar, Ini Penjelasan Pemkot

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com