JAVASATU.COM- Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T) Universitas Islam Raden Rahmat (Unira) Malang semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 akan diterjunkan secara live-in (tinggal dan hidup bersama masyarakat setempat) di 15 desa wisata di Kabupaten Malang. Program ini mengusung tema Penguatan Ekosistem Desa Wisata Berdampak dan Berkelanjutan.

Pemberangkatan mahasiswa KKN-T digelar khidmat di kampus Unira Malang, Senin (12/1/2026). Seremonial ditandai dengan penyematan jaket KKN kepada perwakilan mahasiswa, pemukulan kentongan, serta peletusan paper confetti sebagai simbol dimulainya pengabdian.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unira Malang, Abdillah, mengatakan simbol pemukulan kentongan menjadi penanda semangat pengabdian yang tetap berakar pada tradisi namun adaptif terhadap modernitas.
“KKN-Tematik ini dirancang berbasis kajian akademik dan kebutuhan riil desa wisata. Fokusnya meliputi pemetaan potensi desa, penguatan SDM pariwisata lokal, penguatan kelembagaan, serta strategi promosi dan pemasaran digital desa wisata,” ujar Abdillah, yang akrab disapa Abe.
Ia menambahkan, pengembangan desa wisata membutuhkan pendekatan pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media, khususnya dalam mengelola potensi wisata alam, budaya, dan religi di Kabupaten Malang.
Rektor Unira Malang, KH Imron Rosyadi, SE, MSi, PhD, menegaskan KKN-T tahun ini diarahkan untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, desa wisata harus dipahami sebagai sebuah ekosistem yang melibatkan masyarakat, budaya, lingkungan, dan tata kelola berkelanjutan.
“Mahasiswa tidak sekadar menjalankan program rutin, tetapi harus menjadi bagian dari solusi. Jaga nama baik kampus dan hadirkan dampak positif selama proses live-in di desa,” pesan Imron, yang akrab disapa Gus IRH.
Ia juga menegaskan mahasiswa KKN merupakan duta Unira Malang sebagai universitas pertama di Kabupaten Malang.
“KKN-T ini memperkukuh eksistensi kampus agar benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Drs Firmando Hasiholan Matondang, MM, menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat strategis dalam pendampingan SDM dan kelembagaan desa wisata.
“Desa wisata tidak dibangun dalam hitungan bulan atau tahun, tapi puluhan tahun. Yang dibutuhkan adalah membangun momentum, bukan sekadar monumen fisik,” kata Firmando.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dapat mendorong kesadaran wisata, menjaga kelestarian alam, serta membangun budaya bersih sebagai fondasi pariwisata berkelanjutan.
Seremonial pemberangkatan 15 kelompok KKN-T ke 15 desa wisata tersebut ditutup dengan doa oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Raden Rahmat Malang, KH Dr Ramadlan Chatib, MH. Acara turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, para dekan, ketua program studi, serta dosen pembimbing lapangan. (arf)