JAVASATU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Uluwiyah Mojokerto menghadirkan inovasi pertanian berupa greenhouse berbasis cocopeat di Desa Bangun, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto. Fasilitas tersebut diresmikan pada Kamis (5/3/2026) dan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai sarana budidaya tanaman hortikultura sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Greenhouse ini dibangun sebagai bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN yang bertujuan memperkenalkan sistem pertanian modern yang lebih efisien dan ramah lingkungan kepada masyarakat desa.
Ketua KKN Universitas Uluwiyah Mojokerto, Muh. Mahdum Ja’far, mengatakan greenhouse cocopeat diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan usaha pertanian produktif berbasis desa.
“Greenhouse ini bukan hanya tempat menanam, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal pertanian modern dan berkelanjutan. Kami berharap fasilitas ini dapat dikelola dengan baik oleh BUMDes dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga,” ujar Mahdum.
Media tanam cocopeat dipilih karena memiliki kemampuan menyerap air dengan baik serta menjaga kelembapan tanaman secara optimal. Selain itu, metode ini dinilai efektif untuk budidaya tanaman hortikultura meski dengan lahan terbatas.
Melalui program ini, mahasiswa KKN Universitas Uluwiyah Mojokerto berharap greenhouse cocopeat dapat dikelola secara berkelanjutan dan menjadi salah satu unit usaha produktif desa yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Peresmian greenhouse turut dihadiri perwakilan Pemerintah Desa Bangun, Anang, pengurus BUMDes, mahasiswa KKN, serta masyarakat setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Anang mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Universitas Uluwiyah Mojokerto yang telah menghadirkan inovasi pertanian di desanya.
“Kami menyambut baik program ini. Greenhouse cocopeat bisa menjadi peluang usaha desa sekaligus sarana edukasi pertanian modern bagi masyarakat,” katanya.
Kegiatan ini juga melibatkan siswa SDN Bangun yang diajak belajar menanam secara langsung di dalam greenhouse. Para siswa dikenalkan dengan media tanam cocopeat serta teknik budidaya tanaman sederhana sebagai bagian dari edukasi pertanian sejak dini.
Peresmian greenhouse ditandai dengan pemotongan pita dan peninjauan fasilitas oleh perangkat desa, pengurus BUMDes, mahasiswa KKN, serta para siswa. (sir/nuh)