email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Sabtu, 29 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Muharram Adalah Titik Awal Peradaban Islam

by Javasatu
15 Juni 2026

JAVASATU.COM- Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian kalender hijriah. Lebih dari itu, Muharram merupakan momentum reflektif untuk membaca kembali tonggak sejarah besar yang menjadi fondasi lahirnya peradaban Islam. Hal tersebut disampaikan Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., dalam kajiannya menyambut 1 Muharram 1448 Hijriah.

Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A. (Dok: Ist)

Menurut Prof. Ahmad Barizi, Muharram memiliki makna historis yang sangat mendalam karena menjadi penanda awal perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa hijrah bukan hanya perpindahan geografis, melainkan transformasi besar yang melahirkan tatanan sosial, politik, dan budaya yang berkeadaban tinggi.

“Hijrah adalah titik awal pembangunan peradaban Islam. Dari Madinah lahir masyarakat yang berlandaskan keadilan, toleransi, dan penghormatan terhadap hukum. Inilah yang oleh Al-Farabi disebut sebagai al-Madinah al-Fadhilah atau negara utama,” ujarnya, Senin (15/6/2026).

Ia menjelaskan, makna hijrah pada era modern tidak cukup dipahami sebagai perpindahan tempat semata, tetapi juga perubahan cara berpikir, budaya kerja, dan sistem sosial. Jika pada masa awal Islam dakwah lebih bersifat personal dan ritual, maka tantangan umat saat ini adalah membangun institusi-institusi yang mampu menghadirkan kemaslahatan publik.

“Hijrah hari ini adalah keberanian keluar dari zona nyaman, meninggalkan korupsi, plagiarisme, budaya saling menjatuhkan, serta membangun sekolah, kampus, komunitas literasi, startup, dan civil society yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Prof. Ahmad Barizi menilai, keberhasilan hijrah Nabi mencapai puncaknya melalui lahirnya Negara Madinah yang berdiri di atas prinsip konstitusional. Melalui Piagam Madinah, berbagai kelompok agama dan suku dapat hidup bersama dalam satu ikatan kebangsaan tanpa kehilangan identitas masing-masing.

Mengutip pemikiran almarhum Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur), ia menyebut bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki kedekatan substansial dengan semangat Piagam Madinah. Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan menjadi fondasi kehidupan berbangsa yang relevan sepanjang zaman.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang tasawuf, Prof. Ahmad Barizi juga mengingatkan bahwa hijrah sejati dimulai dari transformasi batin. Menurutnya, para sufi memaknai hijrah sebagai perpindahan dari dominasi hawa nafsu menuju kecintaan kepada Allah SWT.

“Hijrah bukan sekadar perubahan penampilan, tetapi perubahan isi hati. Dari gelapnya cinta dunia menuju terang cahaya tauhid. Dari ambisi yang tidak sehat menuju keikhlasan dan kebenaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pesan para tokoh sufi seperti Junaid al-Baghdadi sangat relevan untuk kehidupan modern. Demokrasi, misalnya, tidak boleh berhenti pada aspek prosedural semata, tetapi harus menghadirkan nilai-nilai substantif berupa kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

BacaJuga :

Jambore Pramuka Balongpanggang, Ini Pesan Wabup Gresik

SMK Al Ikhlash Gresik Arahkan Hobi Modifikasi Motor Jadi Kreativitas Siswa

Di era digital saat ini, Prof. Ahmad Barizi memaknai hijrah sebagai proses rebranding total, baik pada aspek pribadi, pola pikir, maupun sistem sosial yang dibangun bersama. Karena itu, momentum Muharram perlu dijadikan titik awal perubahan menuju Indonesia yang lebih maju, adil, dan beradab.

Selain itu, ia mengajak umat Islam untuk memuliakan bulan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan dalam Al-Qur’an, bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Rajab. Pada bulan yang dimuliakan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, termasuk melaksanakan puasa sunnah pada tanggal 1, 9, dan 10 Muharam.

“Muharram adalah bulan kemuliaan sekaligus bulan perubahan. Semoga semangat hijrah yang diwariskan Nabi Muhammad SAW mampu menginspirasi lahirnya peradaban yang lebih berkeadilan, bermartabat, dan membawa rahmat bagi seluruh bangsa,” pungkasnya. (ery/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: 1 Muharam1 SuroProf Ahmad BariziTasawufUIN Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Jambore Pramuka Balongpanggang, Ini Pesan Wabup Gresik

Jaga Pesisir dari Abrasi, JMSI Sumenep Tanam Ribuan Mangrove

Didik Sucahyo Eks Elpamas Luncurkan Single D-Bass Project di Malang

Fadli Zon Bakal Jadi Pembicara di Peluncuran Antologi 81 Penyair “Merdeka Katamu”

Puluhan Motor Klasik Mejeng di MCC, Puncak Acara Digelar Besok

Menhut Minta OMC Maksimalkan Awan Hujan Riau 30 Agustus-1 September

HUT ke-78 Polwan, Polres Batu Bagikan Sembako untuk Pengemudi Ojol

Pemerintah Luncurkan PLTS 100 GWp, PLN Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Energi Nasional

Karhutla Pelalawan, Menhut Minta Pendinginan Dituntaskan

Polres Malang Gandeng Ojol Pantau Keamanan di Jalan

Prev Next

POPULER HARI INI

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Wringinanom, Bupati Yani Ajak Warga Bersuara

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Massa Mahasiswa Apresiasi Hakim PN Jaksel

Isu Skandal Wakil Bupati Sumedang Viral, KDM Bentuk Tim Investigasi

Tambang Galian C dan Tambak Udang Modern Gresik Utara, Izin hingga Reklamasi Jadi Perhatian

Pemasangan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Ditarget Rampung November

BERITA LAINNYA

Jambore Pramuka Balongpanggang, Ini Pesan Wabup Gresik

Jaga Pesisir dari Abrasi, JMSI Sumenep Tanam Ribuan Mangrove

Didik Sucahyo Eks Elpamas Luncurkan Single D-Bass Project di Malang

Fadli Zon Bakal Jadi Pembicara di Peluncuran Antologi 81 Penyair “Merdeka Katamu”

Puluhan Motor Klasik Mejeng di MCC, Puncak Acara Digelar Besok

Menhut Minta OMC Maksimalkan Awan Hujan Riau 30 Agustus-1 September

HUT ke-78 Polwan, Polres Batu Bagikan Sembako untuk Pengemudi Ojol

Pemerintah Luncurkan PLTS 100 GWp, PLN Dinilai Jadi Kunci Kedaulatan Energi Nasional

Karhutla Pelalawan, Menhut Minta Pendinginan Dituntaskan

Polres Malang Gandeng Ojol Pantau Keamanan di Jalan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Wringinanom, Bupati Yani Ajak Warga Bersuara

Pemasangan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Kediri Ditarget Rampung November

Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Massa Mahasiswa Apresiasi Hakim PN Jaksel

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved