email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 11 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Universitas Negeri Malang Buktikan Eksistensinya ke Kancah Dunia Dengan ICITEP 2023

by Julian Sukrisna
11 Oktober 2023

JAVASATU.COM-MALANG- Universitas Negeri Malang (UM) terus berupaya menjajarkan standar kualitas perguruan tingginya agar setara dengan perguruan tinggi unggul kelas internasional. Untuk mewujudkannya, UM menggelar International Conference on Innovation and Teacher Profesionalism (ICITEP) 2023 di Gedung A12 SPs Univeristas Negeri Malang sejak Selasa (10/10/2023) hingga Rabu (11/10/2023).

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Guru Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang, Dr Muhammad Alfan menyampaikan, seminar internasional ini mengerucut ke topik mengenai upaya mencetak guru sebagai insan pembelajar, sesuai dengan capaian profil lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Melalui International Conference ini mahasiswa dan alumni PPG diharapkan ikut berpartisipasi baik sebagai peserta maupun presenter sehingga tetap terus berkarya dan berinovasi tanpa henti melalui update wawasan dari para nara sumber dan menyajikan paper terbaik mereka,” jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, dalam kegiatan ini turut melibatkan 3 narasumber dari luar negeri. Yakni Prof Michele Simons dari Western Sydney University, Australia, Prof Martin Ebner dari Graz University of Technology, Austria, dan Prof Madya Ts Dr Tee Tze Kiong dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.

Pelaksanaan ICITEP 2023 di Univertas Negeri Malang. (Foto: Universitas Negeri Malang)

Direktur Guru Pendidikan Dasar (Dikdas) Direktorat Jenderal (Ditjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Dr Rachmadi Widdiharto menanggapi pentingnya keberadaan guru penggerak sebagai bagian dari pembawa perubahan positif di lingkungan pendidikan. Menurutnya, guru penggerak tidak sekadar pengajar, namun juga merupakan pemimpin, inovator, dan agen perubahan.

“Mereka diharapkan dapat menjadi jembatan antara metode pendidikan tradisional dan metode modern yang lebih sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang,” tutur Rachmadi.

Sedangkan dosen senior profesional dari Universitas Negeri Malang sekaligus proklamator penggiat Lesson Study, Prof Dra Herawati Susilo menyampaikan, Lesson Study menjadi metode kolaboratif yang melibatkan sekelompok guru untuk merancang, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan sebuah pelajaran.

BacaJuga :

Kejurkot Catur Wali Kota Malang 2026, Ratusan Atlet Junior dan Senior Adu Strategi

Malang Futsal League 2026 Jadi Ajang Buru Bibit Atlet Muda

“Metode ini membantu guru untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran karena era digital membawa perubahan signifikan dalam metode dan konten pembelajaran,” Herawati menjelaskan lebih lanjut.

Proklamator penggiat Lesson Study dari Universitas Negeri Malang, Prof Dra Herawati Susilo. (Foto: Universitas Negeri Malang)

Ia melanjutkan, hadirnya era digital saat ini sangat memungkinkan bagi para guru berbagi pengalaman. Karena setiap kolaborasi tidak hanya bisa dilakukan secara offline, namun saat ini dipermudah melalui pertemuan online.

“Salah satu keunggulan dari Lesson Study adalah kolaborasinya yang memungkinkan guru untuk berbagi pengalaman dan best practices. Di era digital, kolaborasi ini bahkan bisa dilakukan secara online, memungkinkan partisipasi dari lebih banyak guru,” pungkasnya.

Seminar ini pun tak lepas dari visi Universitas Negeri Malang mewujudkan jargonnya, yakni perguruan tinggi unggul dalam inovasi pembelajaran (Excellence in Learning Inovation). Sekaligus, agar turut bersama-sama terlibat di Era Society 5.0 dengan pemanfaatan teknologi dengan kreatif, inovatif, produktif, adaptif, dan kompetitif. Salah satunya dengan sharing dan kolaborasi dengan para insan akademik dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga pendidikan di seluruh dunia.

Dari 2000 lebih peserta yang terlibat, didominasi para mahasiswa PPG. Selain itu, sebanyak 98 penyaji makalah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tidak hanya secara luring, seminar internasional ini juga digelar secara daring melalui zoom meeting.

Sebelumnya, Universitas Negeri Malang juga telah menggelar seminar internasional serupa di tahun 2022. Menanggapi semakin berwarnanya topik yang diangkat di ICITEP 2023, Rektor Universitas Negeri Malang, Prof Dr Hariyono mengapresiasi tingkat antusias para peserta.

“Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas antusias para peserta serta para panitia penyelenggara,” pungkasnya. (Jup)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: ICITEP 2023PPGUniversitas Negeri Malang

Comments 1

  1. Ping-balik: Intervyou: Solusi Praktis Mahasiswa UM untuk Hadapi Tantangan Rekrutmen Masa Kini - Javasatu.com

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Motor Petani Gresik Dicuri Saat Panen, Kunci Kontak Ternyata Masih Menempel

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

Satpol PP Gresik Bina 30 Pemilik Warung, Soroti Hiburan dan Miras

L’SIMA Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Buring Malang

Operasi Narkoba Gresik Dimulai 12 Agustus, 103 Polisi Dikerahkan

Bendera Merah Putih 120×80 Meter Dibentangkan di Gunung Cycloop Papua

Anggota DPRD Majalengka Gus Hisnu Soroti MBG: Jangan Cuma Untungkan Pengusaha

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

Prev Next

POPULER HARI INI

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

KH Abbas Abdul Jamil Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Ini Perjuangan Jawa Barat

1.752 Napi Lapas Malang Diusulkan Dapat Remisi, 27 Langsung Bebas

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

BERITA LAINNYA

Motor Petani Gresik Dicuri Saat Panen, Kunci Kontak Ternyata Masih Menempel

Babad Pasir Luhur Bangkit di Cibun Banyumas, Anak-anak Jadi Pewaris Tradisi

Panglima TNI Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu di Media Sosial

Satpol PP Gresik Bina 30 Pemilik Warung, Soroti Hiburan dan Miras

L’SIMA Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Buring Malang

Operasi Narkoba Gresik Dimulai 12 Agustus, 103 Polisi Dikerahkan

Bendera Merah Putih 120×80 Meter Dibentangkan di Gunung Cycloop Papua

Anggota DPRD Majalengka Gus Hisnu Soroti MBG: Jangan Cuma Untungkan Pengusaha

Jelang Bebas, 20 Warga Binaan Lapas Malang Bersihkan TPU Buring

MUI Gresik Bekali Siswa SMPN 2 soal Bahaya Pergaulan Bebas

Prev Next

POPULER MINGGU INI

OPINI: Malang Raya Megapolitan, Dari Fragmentasi Menuju Integrasi Kawasan

Budidaya Ikan Bioflok Senggreng Malang Ubah Pola Tebar untuk Tekan Biaya

Nabung 2 Tahun, Warga Perumahan Banjararum Asri Singosari Berangkat Melali ke Bali

Reuni AKABRI 1991 35 Tahun Mengabdi, Panglima TNI dan Kapolri Tekankan Persaudaraan

Komisaris Pertamina Geothermal Energy: Ilmu Pengetahuan Jadi Fondasi Peradaban

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved