JAVASATU.COM- Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) Malang berhasil mengembangkan inovasi teh herbal berbahan daun putri malu yang diklaim mampu membantu mengatasi insomnia. Produk ini dibuat oleh para santri SMP AMF kelas 7 melalui kegiatan praktikum IPA.

Aqeela Ahmad Darun, salah satu santri penggagas, menjelaskan bahwa ide itu muncul setelah guru IPA meminta siswa menciptakan inovasi berbasis bahan alam. Daun putri malu dipilih karena mudah ditemukan dan selama ini sering diabaikan.
“Efeknya bagus untuk santri yang sulit tidur. Walaupun hanya tidur tiga jam, kualitas tidurnya meningkat. Bangun tetap segar dan tidak ngantuk di kelas,” ujar Aqeela saat ditemui di PPI AMF Malang, Jumat (28/11/2025).
Bahan Mudah Didapat, Proses Rebus Hingga Tiga Jam
Teh herbal ini dibuat dengan campuran daun putri malu, madu, jahe, kayu manis, dan air. Semua bahan direbus dua hingga tiga jam untuk mendapatkan ekstrak terbaik.
“Prosesnya lama karena kami ingin mengambil sari yang paling maksimal,” tambahnya.
Secara tampilan, teh herbal itu menyerupai teh pada umumnya dengan warna cokelat. Rasanya cukup manis sehingga cocok untuk anak-anak dan remaja. Produk ini telah diuji coba oleh teman-teman sekelas Aqeela dan mendapat respons positif.
“Ada teman yang biasanya ngantuk di kelas. Setelah minum teh ini, dia jauh lebih segar,” katanya.
Didampingi Guru, Disiapkan untuk Produksi Massal
Guru IPA SMP AMF, Zumrotin Firdaus, turut memberikan pendampingan mulai dari ide, pencarian bahan, hingga proses praktikum.
“Kami ajarkan cara memilih daun yang segar, memotong, mencuci, sampai membuat ekstrak herbal,” jelas Firda yang juga Wakil Kepala SMP–SMA AMF Bidang Kurikulum.
Ia menyebut pihak sekolah berencana mengembangkan produk ini agar dapat diproduksi massal. Saat ini tim sedang menyiapkan konsep kemasan yang menarik.
“Kami ingin masyarakat, terutama yang mengalami insomnia, bisa merasakan manfaatnya,” tegas Firda. (dop/nuh)