JAVASATU.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengubah skema program bantuan seragam sekolah gratis untuk tahun ajaran 2026/2027. Jika sebelumnya diberikan merata, kini bantuan difokuskan hanya bagi siswa baru dari keluarga prasejahtera sebagai bagian dari penyesuaian kebijakan anggaran.

“Bantuan seragam sekolah gratis hanya diberikan kepada pelajar baru yang berasal dari keluarga tidak mampu,” ujar Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Rabu (29/4/2026).
Perubahan ini menandai pergeseran kebijakan dari sebelumnya yang menjangkau seluruh siswa baru jenjang SD dan SMP tanpa melihat latar belakang ekonomi. Pemkot Malang menyebut langkah ini sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Untuk tahun ini berbeda, kebijakan yang diambil menjadi bentuk penyesuaian terhadap kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh pemerintah pusat,” jelas Wali Kota Wahyu.
Selain kriteria penerima, format bantuan juga mengalami perubahan. Tahun ini, bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk seragam jadi, melainkan berupa kain bahan.
“Kita berikan dalam bentuk kain, karena kalau seragam jadi banyak yang tidak sesuai ukurannya dan akhirnya tidak bisa digunakan langsung,” tegasnya.
Jumlah penerima bantuan juga turun signifikan. Pada tahun ajaran 2026/2027, program ini hanya menyasar sekitar 1.000 pelajar, jauh lebih sedikit dibandingkan 16.500 pelajar pada tahun sebelumnya.
Program ini diperuntukkan bagi siswa baru di sekolah negeri jenjang SD dan SMP. Setiap penerima akan mendapatkan dua setel seragam, meliputi putih merah untuk SD dan putih biru untuk SMP, termasuk seragam pramuka serta atribut seperti dasi. (dop/arf)