JAVASATU.COM-BATU- Jumlah korban jiwa akibat tanah longsor yang terjadi di jalur alternatif penghubung Kota Batu dan Pacet, Mojokerto, terus bertambah. Hingga Jumat (4/4/2025), total korban meninggal dunia mencapai 10 orang.

Peristiwa longsor terjadi pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 11.27 WIB dan menimpa tiga kendaraan, yakni mobil Avanza, Grand Max, dan sebuah sepeda motor. Hujan deras dan cuaca buruk diduga menjadi pemicu bencana tersebut.
Tim gabungan dari BPBD Kota Batu, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jawa Timur, kepolisian, serta relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Medan yang sulit dan kondisi cuaca yang tidak mendukung menjadi tantangan utama dalam proses pencarian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Arif Purwanto, mengatakan bahwa sembilan korban berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, satu korban juga ditemukan meninggal dunia, sehingga total menjadi 10 orang.
“Enam korban dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Batu dan tiga lainnya ke rumah sakit di wilayah Mojokerto,” ujar Arif. Para korban diketahui berasal dari kendaraan Grand Max dan Avanza yang tertimbun longsor, Jumat (4/4/2025).
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) resmi dinyatakan selesai. Saat ini, fokus petugas beralih ke pembersihan material longsor yang menutup jalan. Dinas PUPR Provinsi Jawa Timur bersama PUPR Kabupaten Mojokerto sedang melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, arus lalu lintas di jalur tersebut masih terputus total. Pengguna jalan diimbau untuk memilih rute alternatif demi keselamatan dan kelancaran perjalanan. (Yon/Saf)