JAVASATU.COM-MALANG- Aksi perampokan kembali terjadi di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Komplotan perampok nekat menggasak perhiasan milik seorang balita saat penghuni rumah sedang melaksanakan ibadah Salat Idulfitri pada Senin pagi (31/3/2025).

Rekaman kamera CCTV milik korban menunjukkan dua pelaku berpakaian serba hitam memasuki rumah di Dusun Alas Gede, Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Berbekal senjata tajam jenis pisau, mereka berusaha menyergap korban. Sementara itu, salah satu pelaku merampas kalung emas yang dikenakan balita di teras rumah.
Aksi perampokan yang berlangsung cepat ini membuat korban dan anaknya menangis histeris. Para pelaku yang panik langsung melarikan diri sebelum warga sekitar menyadari kejadian tersebut.

Sutikno, suami korban, mengungkapkan bahwa saat kejadian, ia sedang berada di masjid. Ia mendengar jeritan dari rumahnya dan segera bergegas pulang, namun para pelaku telah kabur.
“Kemarin itu pas saya ada di masjid, terdengar jeritan dari rumah. Saya cepat-cepat pulang, tapi perampoknya sudah kabur. Mereka mengambil perhiasan anak saya. Istri saya juga sempat dikejar dan langsung kabur menyelamatkan diri,” ungkapnya, Selasa (1/4/2025).
Menurut Sutikno, pelaku diperkirakan berjumlah dua orang dan membawa senjata tajam jenis pisau. Situasi yang sepi karena warga sedang berada di masjid memudahkan aksi mereka.
“Kondisi sekitar sangat sepi karena semuanya ke masjid. Termasuk saya juga ke masjid. Mereka mengambil perhiasan kalung anak saya senilai Rp3,9 juta. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polsek Tumpang dan sedang dalam penyelidikan. Istri dan anak saya masih trauma karena kejadian ini,” tambahnya.

Ketua RW setempat, Ja’far Shodiq, mengungkapkan bahwa aksi pencurian di wilayahnya semakin marak. Bahkan sebelumnya, pencurian juga terjadi saat warga melaksanakan Salat Tarawih.
“Di lingkungan sini, pas waktu kejadian memang sepi karena mayoritas warga laki-laki pergi ke masjid. Dari keterangan korban, dua pelaku datang dan langsung mengejar ibu serta anaknya seperti yang terlihat dalam rekaman CCTV yang viral di media sosial,” ujar Ja’far.
Ia juga menyebut bahwa warga semakin geram karena kejadian serupa sudah sering terjadi.
“Pencurian di saat ibadah semakin sering terjadi. Sebelumnya ada warga yang kehilangan uang saat Salat Tarawih. Kemungkinan para pelaku sudah memantau kondisi sekitar sebelum beraksi,” tambahnya.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada. Warga pun mulai meningkatkan sistem keamanan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Warga dan petugas keamanan desa berupaya memperketat pengamanan guna mencegah aksi kejahatan seperti ini terjadi lagi,” tutup Ja’far. (Dop/Arf)