email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Minggu, 30 November 2025
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Masjid Kapal, Ikon Destinasi Gresik Jalur Pantai Utara Donasi Cucu Ulama Besar

by Syafik Hoo
5 April 2022

JAVASATU.COM-GRESIK- Kumandang azan Isya terdengar. Suaranya mengalun. Merdu. Sedetik kemudian, ratusan orang menuju ke sebuah masjid. Ada yang jalan kaki. Ada juga yang naik motor. Lokasi masjid itu di kampung pesisir utara. Tepatnya, di Dusun Mulyosari, Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

Masjid Kapal Desa Banyuurip Ujungpangkah Gresik. (Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Dari pusat Kota Gresik ke lokasi masjid tersebut lumayan jauh. Yakni, 40 kilometer, dengan waktu tempuh 1 jam 15 menit, jika tidak macet.

Malam itu, para jemaah hendak melaksanakan salat Isya sekaligus salat Tarawih, malam pertama Ramadan 1443 hijriah. Suasana tempat ibadah itupun lebih ramai dari biasanya.

Arsitektur masjid itu menarik. Jamaknya, masjid ada kubah dan menara. Tapi, tidak demikian dengan masjid di Desa Banyuurip tersebut. Bentuknya menyerupai perahu. Bagian haluan depan melancip. Ornamen jendela di sisi kanan dan kiri berbentuk lingkaran. Tak ubahnya seperti biasa dilihat di perahu atau kapal-kapal nelayan itu.

Nama masjid itu tertulis jelas dari luar berbahasa Arab ‘Masjid Jami Abdul Hamid Al Faqih’. Berlantai dua. Berdiri di atas lahan seluas 58×38 meter persegi. Bangunan masjid itu memang tidak seberapa luas. Hanya 27×13 meter persegi. Namun, kabarnya cukup untuk menampung jamaah sekitar 250 orang.

‘’Lahannya wakaf dari salah seorang warga sini,’’ kata Kepala Desa Banyuurip Ihsanul Haris.

Masjid perahu itu memang tepat berdiri di kawasan tersebut. Simbolik wilayah pesisir. Banyak warga sekitar yang bekerja sebagai nelayan. Selama ini, kerap menjadi jujukan wisatawan. Masjid perahu itu sudah menjadi ikon di Ujungpangkah, selain ada pula wisata Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Hutan Mangrove, yang eksotik dengan kekayaan aneka burung migrannya.

BacaJuga :

KSPPS NU Dukun Susun RAPB 2026, Aset Diproyeksi Rp 40 Miliar

Hotel Santika Gresik Bersih-Bersih Sunan Giri Sambut Anniversary ke-7

Masjid Abdul Hamid Al Faqih itu dibangun sebelum pandemi Covid-19. Tepatnya, pada 2018 lalu. Hanya dalam waktu delapan bulan, masjid sudah berdiri megah. Kalaupun ada yang kurang, mungkin tinggal melengkapinya dengan taman-taman cantik dan warna-warni lampu. Dengan demikian, panorama makin terlihat estetik.

Asal-Usul Nama Masjid

(Foto: Muhammad Syafik/Javasatu.com)

Mungkin belum banyak yang mengetahui siapakah Abdul Hamid Al Faqih? Yang menjadi nama masjid perahu itu? Abdul Hamid adalah putra kedua ulama besar pada zamannya. Yakni, KH Moch Faqih Maskumambang, dari istri pertama Nyai Nur Khadijah, putri dari KH Mochamad Akhyat, pengasuh Pesantren Kebundalem, dekat wilayah Pegirian, Ampel, Surabaya.

KH Faqih Maskumambang yang lahir pada 1857 masehi merupakan salah seorang tokoh yang turut berperan dalam pendirian Nahdlatul Ulama (NU). Saat itu, KH Faqih juga menjadi pengasuh Pesantren Maskumambang, di wilayah Kecamatan Dukun Gresik.

Sejumlah literatur menyebut, saat kelahiran NU pada 1926, Hadratussyaikh KH Hasyim Asyari menjabat sebagai rais akbar (posisi tertinggi), sedangkan KH Faqih Maskumambang sebagai wakil rais akbar atau orang kedua. Dua tokoh di antara nama-nama ulama masyhur di Pulau Jawa yang melahirkan banyak santri, yang kelak santri itu juga menjadi ulama besar dengan pesantrennya yang tersebar di segenap penjuru tanah air.

Sebut saja beberapa santri KH Faqih Maskumambang yang menjadi tokoh besar adalah KH Zubair Dahlan (ayah Mbah KH Maimoen Zubair, Sarang); KH Abdul Hadi (Langitan); KH Imam Khalil bin Syu’aib (Sarang); KH Ma’shum Ali, Kwaron, Seblak, Jombang; KH Adlan Ali, Cukir, Jombang; KH Faqih Utsman, KH Fattah Yasin, KH A. Wahid Hasyim, dan banyak lagi.

KH Hasyim Asyari dan KH Faqih Maskumambang juga sama-sama pernah menimba ilmu kepada Syaikhona KH Kholil, Bangkalan. Keduanya juga sama-sama pernah berguru ke beberapa ulama terkemuka di Tanah Suci Makkah. Kendati demikian, bukan berarti kedua tokoh besar itu selalu dalam satu pandangan terhadap persoalan fiqih.

Disebutkan, KH Hasyim Asyari dan KH Faqih Maskumambang pernah berbeda pandangan soal beduk dan kentongan. Alat pukul yang terbuat dari kayu atau bambu itu. KH Hasyim Asyari menolak untuk menggunakan kentongan sebagai alat penanda waktu salat, sementara itu KH Faqih memperbolehkannya. Toh, meski demikian, keduanya tetap seperti suadara dan saling menghormati.

Suatu ketika, KH Hasyim Asyari diundang berceramah ke pesantren KH Faqih Maskumambang. Untuk menghormati kehadiran KH Hasyim Asyari, KH Faqih pun meminta para santrinya dan warga sekitar sementara membersihkan kentongan di pesantren maupun di masjid sekitar.

Antara KH Hasyim Asyari dengan KH Faqih Maskumambang juga masih memiliki hubungan kekeluargaan. Salah seorang keponakan dari KH Faqih Maskumambang yang bernama KH Ma’shum Ali, menikah dengan salah seorang putri KH Hasyim Asyari, yakni Nyai Khairiyah Hasyim.

KH Faqih Maskumbangan juga putra seorang ulama besar, yaitu KH Abdul Jabbar. Jika dirunut terus ke atasnya lagi, nasabnya tersambung dengan Raden Ainul Yaqin alias Kanjeng Sunan Giri, salah satu tokoh Wali Songo.

Nah, salah seorang putra KH Faqih Maskumbambang ada yang bernama KH Abdul Hamid. Dialah yang dijadikan nama masjid perahu di Desa Banyuurip tersebut. Semasa hidup, KH Abdul Hamid juga memiliki andil besar. Termasuk dalam sejarah kelahiran NU bersama orang tuanya. Bahkan, sebelum nama Nahdlatul Ulama disepakati, KH Abdul Hamid disebut mengusulkan nama lain yakni ‘Nuhudlul Ulama’.

KH Abdul Hamid juga tokoh pendiri NU di Gresik, tidak lama setelah NU pusat berdiri di Surabaya pada 1926 itu. Dalam perjalanannya, penerus estafet Pesantren Maskumambang memang bukan ke KH Abdul Hamid. Namun, KH Ammar Faqih, putra keempat KH Faqih atau adik kandung KH Abdul Hamid. Sepeninggalnya, pesantren lantas diasuh KH Najikh Ahjad, anak menantu dari KH Ammar.

Nah, yang menjadi penyandang dana utama dari pembangunan masjid perahu itu adalah H. Muhammad Sakhr, salah seorang putra dari KH Abdul Hamid Faqih. ‘’Kabarnya, beliau (H Muhammad Sakhr, Red) adalah seorang pengusaha muslim yang tinggal di Jakarta,’’ kata Ihsan.

Menurut Ihsan, masjid perahu dibangun di Desa Banyuurip lantaran atas usul dari salah seorang tokoh masyarakat yang dekat dengan H Muhammad Sakhr. Perahu itu sekaligus sebagai simbolisasi perjuangan KH Abdul Hamid ketika berdakwah di daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo.

‘’Tempat tinggal KH Abdul Hamid dan keluarga itu kan berada di Kecamatan Dukun yang dekat Bengawan Solo. Dulu, belum masih ada jembatan, maka perahu itu menjadi sarana transportasi beliau,’’ tambah Ihsan.

KH Faqih Maskumambang beserta keluarganya di makamkam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sembung Anyar. Lokasinya, tidak jauh dari kantor Kecamatan Dukun. Makamnya membaur dengan makam warga desa sekitar. Untuk menuju ke makam tersebut, harus melewati jalan setapak. Melintasi pematang sawah.

Pada beberapa tahun terakhir, sudah banyak warga dan tokoh yang berziarah ke makam KH Faqih Maskumambang. Termasuk jajaran pengurus NU Jatim maupun Gresik. Seperti saat peringatan Harlah ke-99 NU pada Januari lalu. Bahkan, KH Bahauddin Nursalim atau Gus Baha juga pernah berziarah pada 2020 lalu. Maklum, Mbah Maimoen Zubair yang merupakan guru Gus Baha, juga pernah nyantri di pesantren KH Faqih Maskumambang.

Sebelumnya, makam itu sempat tertutup. Ke depan, NU dikabarkan akan berupaya merevitalisasi pesarean tersebut. Semoga cepat terealisasi. (Hoo/Saf)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Desa BanyuuripKecamatan UjungpangkahMasjidMasjid KapalRamadan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Menteri Imipas Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Akan Libatkan Kontraktor Lokal

Dua Menteri Panen Cabai di Blora, Bupati Arief Angkat Potensi Pertanian Lokal

Musim Hujan, Rumah Jadi Destinasi Staycation Paling Nyaman

KSPPS NU Dukun Susun RAPB 2026, Aset Diproyeksi Rp 40 Miliar

Drummer 13 Tahun Asal Malang Rilis Single Perdana ‘Speak Up’

Diklat GRIB Jaya Malang Tekankan Kepedulian Sosial dan Respon Cepat untuk Warga

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

Hotel Santika Gresik Bersih-Bersih Sunan Giri Sambut Anniversary ke-7

TK di Depok Ajak Anak Tanam Pohon Hadapi Krisis RTH dan Alih Fungsi Lahan

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Empat Bulan Ditempa, 1.621 Prabhatar Resmi Dilantik di Akmil Magelang

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Muslimat NU Dukun Tunjukkan Kesolidan Lewat Pengajian Rutin

Hotel Santika Gresik Bersih-Bersih Sunan Giri Sambut Anniversary ke-7

BERITA LAINNYA

Rayakan 20 Tahun Keris diakui UNESCO, Irjen Pol (Purn) Guntur Usung Tema Keris Kamardikan

Menteri Imipas Tinjau Lahan Kantor Imigrasi Blora, Akan Libatkan Kontraktor Lokal

Dua Menteri Panen Cabai di Blora, Bupati Arief Angkat Potensi Pertanian Lokal

Musim Hujan, Rumah Jadi Destinasi Staycation Paling Nyaman

Polres Jepara Sosialisasi Operasi Zebra Candi dan Layanan Pajak Kendaraan

TK di Depok Ajak Anak Tanam Pohon Hadapi Krisis RTH dan Alih Fungsi Lahan

Pengamat: Penugasan Polisi Aktif di Kemenimipas Sesuai Konstitusi

Jescara Resmi Debut, Rilis Single Perdana ‘Maafkan Aku’ di Akhir 2025

Kodim Blora Latihan Pengendalian Massa, Perkuat Kesiapsiagaan Keamanan

Mahasiswa Unira Malang Belajar Strategi Bisnis Syariah ke BMT Sidogiri

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pengawas MA Gresik Sampaikan Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Minta Keadilan Bantuan Madrasah

Blitar Ekraf Kolaborart Festival 2025: Tunjukkan Kreativitasmu, Mari Gabung

Berburu Rumah Baru Lebih Hemat! BRI Hadirkan Promo Besar di REI Property Expo 2025

DPRD Kabupaten Malang Soroti Kebutuhan Guru dan Pendidikan di Hari Guru Nasional 2025

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2025 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2025 Javasatu. All Right Reserved