email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Senin, 29 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Menghubungkan Seni dan Politik Lewat Gitar: Tatag Bintara Yudha Bicara

by Javasatu
16 November 2024

JAVASATU.COM-MALANG- Gitar tak hanya menjadi alat musik dawai, tetapi juga simbol pemberontakan dan harapan bagi generasi muda. Gitaris asal Malang, Tatag Bintara Yudha, mengajak anak muda untuk terus berkarya dan memanfaatkan musik sebagai alat perubahan sosial dan politik.

Tatag Bintara Yudha. (Foto: Dok Istimewa)

Tatag, yang kini tinggal di Kota Batu, berbagi pandangannya tentang peran gitar dalam seni dan politik. Menurutnya, gitar memiliki kekuatan sebagai alat komunikasi yang mampu menyampaikan pesan emosional dan sosial secara efektif.

“Gitar itu seperti hidup, butuh harmoni. Jika terlalu kencang, bisa putus, tapi jika terlalu kendor, tidak ada nadanya. Hidup juga membutuhkan keseimbangan,” ujar Tatag saat ditemui pada Sabtu (16/11/2024).

Gitar dan Anak Muda: Ekspresi hingga Perubahan

Tatag menyoroti peran gitar sebagai media ekspresi yang inklusif, tak lagi terbatas pada kaum laki-laki.

“Banyak perempuan muda sekarang yang mulai mendalami gitar. Lewat alat musik ini, mereka bisa mencurahkan emosi, perasaan, dan pikiran dalam bentuk melodi,” katanya.

Menurutnya, gitar juga menjadi simbol pemberontakan terhadap ketidakadilan dan sarana menyuarakan harapan. Musik, lanjut Tatag, lebih menarik bagi anak muda dibandingkan politik, meski keduanya sebenarnya saling berkaitan.

“Anak muda jangan hanya jadi pendengar. Kita harus terlibat aktif, baik di musik maupun politik,” tambahnya.

Musik sebagai Instrumen Politik

Tatag menekankan pentingnya musik dalam membangun hubungan sosial, termasuk dalam dunia politik. Ia percaya gitar dapat menjadi media komunikasi politik yang efektif, khususnya untuk menarik perhatian anak muda.

“Musik bisa membentuk opini publik, membangun kepercayaan, dan memperkuat legitimasi politik. Partai politik seharusnya memanfaatkan musik untuk menyampaikan pesan dengan cara yang lebih halus dan mudah diterima,” ujarnya.

Pendekatan ini, menurut Tatag, juga bisa menguatkan relasi sosial, budaya, hingga ekonomi.

BacaJuga :

PDIP Kabupaten Malang: Kami Penyeimbang, Bukan Oposisi

PSI Panaskan Mesin Politik di Jatim, Perkuat Struktur hingga Kampung

Menggabungkan Seni dan Politik

Mengambil inspirasi dari pendekatan dakwah Wali Songo, Tatag mengusulkan penggunaan seni, termasuk gitar, sebagai alat dakwah politik.

“Politisi bisa menggunakan musik untuk menyampaikan pesan secara inklusif dan menjangkau lebih banyak masyarakat,” paparnya.

Sebagai kader muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tatag membuktikan gagasannya melalui Luna Guitarworks, usaha yang ia dirikan dan telah menembus pasar internasional.

“Gitar bukan hanya alat seni, tetapi juga instrumen perubahan sosial dan politik. Anak muda harus diberi ruang untuk berinovasi dan berkarya,” tutupnya. (Arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Tatag Bintara Yudha

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata Religi Sunan Gresik dan Sunan Giri

Dandelions Rilis ‘Hangover’, Kisahkan Euforia Pesta dan Mimpi Jadi Rockstar

Reuni Alumni SMAN 1 Malang Dikemas Lewat Heritage Walk di Jantung Kota

Telkom University Bandung Bantu UMKM Tekstil Atasi Pemborosan Produksi

Kepala Bakorwil Malang: Inovasi BBIB Singosari Kunci Swasembada Daging Nasional

Pemkot Malang vs Pemkab Tulungagung, Laga Persahabatan Perkuat Sinergi Antardaerah

Sanggar Nareswari Hadirkan Topeng Malangan Ramah Difabel

PAC Fatayat NU Ujungpangkah Cetak 33 Kader Militan Lewat LKD 2026

Bupati Gresik Dorong Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sarasehan Trisakti Bung Karno di Blitar Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Sejarah

Prev Next

POPULER HARI INI

Temuan Kwitansi Rp50 Juta di Balik Kios Kosong Pasar Buah Karangploso

Wali Kota Malang Apresiasi Inovasi Kelurahan Tulusrejo

PAC Fatayat NU Ujungpangkah Cetak 33 Kader Militan Lewat LKD 2026

Sanggar Nareswari Hadirkan Topeng Malangan Ramah Difabel

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

BERITA LAINNYA

Libur Sekolah Dongkrak Kunjungan Wisata Religi Sunan Gresik dan Sunan Giri

Dandelions Rilis ‘Hangover’, Kisahkan Euforia Pesta dan Mimpi Jadi Rockstar

Reuni Alumni SMAN 1 Malang Dikemas Lewat Heritage Walk di Jantung Kota

Telkom University Bandung Bantu UMKM Tekstil Atasi Pemborosan Produksi

Kepala Bakorwil Malang: Inovasi BBIB Singosari Kunci Swasembada Daging Nasional

Pemkot Malang vs Pemkab Tulungagung, Laga Persahabatan Perkuat Sinergi Antardaerah

Sanggar Nareswari Hadirkan Topeng Malangan Ramah Difabel

PAC Fatayat NU Ujungpangkah Cetak 33 Kader Militan Lewat LKD 2026

Bupati Gresik Dorong Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Destinasi Wisata Budaya

Sarasehan Trisakti Bung Karno di Blitar Ajak Generasi Muda Perkuat Kesadaran Sejarah

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Temuan Kwitansi Rp50 Juta di Balik Kios Kosong Pasar Buah Karangploso

Tribute Iron Maiden, Metallica dan Sepultura Hadir 19 Juli di Malang

HMD Gemas Wonosobo Siapkan Aksi Damai Dukung Program MBG, Soroti Kebijakan Baru BGN

Umpatan “Ndasmu” Menurut Rasa Bahasa Jawa

Banner “Usir Mahasewa” di Aksi Dukung MBG, Budayawan: Tak Ada Budaya Usir-Mengusir di Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved