email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 24 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Sastra Indonesia Tak Pernah Mati, Halimah Munawir: Tetap Tumbuh Subur di Segala Zaman

by Redaksi Javasatu
2 Oktober 2025
ADVERTISEMENT

JAVASATU.COM- Penyair dan novelis Halimah Munawir menegaskan bahwa sastra Indonesia tetap hidup dan berkembang, meski zaman terus berubah. Menurutnya, karya sastra memiliki dunia sendiri yang tidak akan pernah mati.

Penyair dan novelis Halimah Munawir. (Foto: Ist)

Pernyataan itu disampaikan Halimah dalam wawancara khusus di Jakarta, Rabu (1/10/2025). Ia mencontohkan, puisi masih diminati lintas generasi, mulai dari pejabat hingga generasi muda (Gen Z).

“Coba lihat akun TikTok milik penyair Rini Intama, banyak pengikutnya dari Gen Z yang interaktif. Itu bukti puisi tetap relevan,” kata Halimah.

Meski begitu, ia mengakui hanya segelintir pejabat yang masih meluangkan waktu membaca puisi.

“Bisa dihitung dengan jari. Karena itu, tugas penyair adalah terus melobi dan mengajak mereka untuk membaca karya sastra,” tambahnya.

Puisi Sebagai Kritik Sosial

Halimah juga menilai puisi masih menjadi medium kritik sosial atas persoalan politik, ekonomi, dan sosial. “Ini PR bagi para penyair untuk terus menyuarakan kritik lewat karya sastra,” tegasnya.

Ia mendorong pembacaan puisi tidak hanya di ruang tertutup, melainkan di ruang publik, kafe, sekolah, hingga komunitas agar lebih dekat dengan masyarakat.

BacaJuga :

Solusi Tumpukan Sampah, Landfill Mining TPA Ngipik Gresik Resmi Beroperasi

Safari Ramadan MUI Kecamatan Gresik Edukasi Siswa SMA NU 2

“Membaca puisi di ruang terbuka bisa langsung dinikmati publik. Ini cara memasyarakatkan sastra,” ujarnya.

Perlu Pemetaan Angkatan Sastra Baru

Terkait wacana kelanjutan “angkatan sastra” pasca era 1970-an, Halimah mendukung pemetaan ulang oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

“Kita para penyair juga pelaku sejarah. Saya setuju kalau DKJ memetakan kembali angkatan sastra,” katanya.

Ia menambahkan, proses kreatif sangat penting dalam menulis. “Tanpa proses kreatif, karya seperti sayur tanpa garam. Bergabung dengan komunitas sastra bisa jadi cara memperkaya imajinasi,” jelasnya.

Rekam Jejak Karya Halimah Munawir

Halimah memulai kiprahnya pada 1988 dengan buku Sukses Story Nilasari. Ia kemudian menulis novel The Sinden (2011), Kidung Volendam, Sucinya Cinta Sungai Gangga, Sahabat Langit, hingga PADMI (2023, Balai Pustaka) dan Kalingga: Pada Padang Lavender (2024, Balai Pustaka).

Karya puisinya juga terangkum dalam antologi tunggal AKAR (2020), Bayang Firdaus (2021), dan Titik Nadir (2025). Selain itu, ia aktif menulis di berbagai media sastra online.

Selain berkiprah di dunia sastra, Halimah merupakan pendiri Rumah Budaya HMA, Ketua Komunitas Obor Sastra, sekaligus pengusaha yang menjabat Komisaris PT Dian Rimalma Pratama dan Direktur Utama PT Akasia Wanaja Mulya. (las/saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Halimah MunawirNovelisPenyairSastra

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Solusi Tumpukan Sampah, Landfill Mining TPA Ngipik Gresik Resmi Beroperasi

Safari Ramadan MUI Kecamatan Gresik Edukasi Siswa SMA NU 2

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Curanmor Wringinanom Terungkap Kurang dari 24 Jam, Pelaku Tetangga Kos

Tragedi Sungai Jabung, Kronologi Perempuan 17 Tahun Tewas oleh Temannya

Kapolres AKBP Rama Apresiasi Personel dan Warga Program Jogo Gresik

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Pemkab Gresik Siapkan Rp2,8 Triliun untuk Perbaikan Jalan

Safari Ramadan MUI Kebomas, Tak Sekadar Tausiyah tapi Aksi Nyata

Lucien Sunmoon Rilis “Nothing Blooms at Midnight”, Tonggak Pendewasaan Band Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Turnamen Ramadan MCFA 2026 Sesi 1 Sukses, DU’A FC Juara di Stadion Gajayana

Safari Ramadan MUI Kecamatan Gresik: Puasa adalah Jihad Lawan Nafsu

Dua Mantan Petinggi KONI Kabupaten Malang Tersangka, Manajemen Akan Dirombak

BERITA LAINNYA

Pembangunan Alun-Alun Kepanjen, Antara Perencanaan dan Keberanian Administratif

Pemkot Kediri Awasi Keamanan Takjil Selama Ramadan 1447 Hijriah

Analis Apresiasi Gerakan ASRI Polri, Langkah Nyata Kapolri Wujudkan Indonesia Sehat

Polda Jateng Ringkus Kurir Narkoba, 332 Gram Sabu dan 803 Butir Ekstasi Disita

Mayat di Sungai Jabung Malang Teridentifikasi, Remaja 17 Tahun Asal Nganjuk

Viral Penganiayaan Anak Kandung di Sragen, Ayah Dibekuk di Boyolali

IYE Apresiasi Kinerja Kapolrestabes Medan, Ajak Warga Jaga Kamtibmas

Kemenag Tegaskan Tak Ada Zakat untuk Program Makan Bergizi Gratis

Tren Hijab Ramadan 2026 di Shopee, Clean Look Jadi Favorit

Demo Damai 20 Kampung di Ilu Minta Bandara Dibuka, TNI-Polri Kawal Ketat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rumah Ambruk di Junrejo Kota Batu, Anak Nyaris Tertimpa

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

PN Purbalingga Vonis 5 Bulan Penjara Debitur Alihkan Motor Kredit Tanpa Izin

DPRD Kabupaten Malang soal Isu Menu SPPG Tak Layak: “Jangan Nilai Sepihak”

Truk Hantam 4 Kendaraan di Jalan Pattimura Batu, Satu Ojol Tewas

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d