JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, BAZNAS Gresik, dan Rutan Kelas IIB Gresik menandatangani nota kesepahaman (MoU) lanjutan program Pesantren At-Taubah guna memperkuat pembinaan spiritual dan keterampilan bagi warga binaan, Rabu (22/4/2026).

“Alhamdulillah kita akan melanjutkan program yang bagus ini. Kolaborasi ini adalah perintah Allah dalam Al-Qur’an, ‘wa ta‘âwanû ‘alal-birri wat-taqwâ’,” ujar Ketua Umum MUI Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib.
Program Pesantren At-Taubah yang telah berjalan selama 11 tahun ini menjadi upaya berkelanjutan dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga kemandirian warga binaan setelah bebas.
“Program ini bukan hanya pembinaan keagamaan, tapi juga bagian dari pilar kebangsaan karena didukung MUI, Rutan, dan BAZNAS,” jelasnya.
Ia berharap ke depan program ini terus berkembang, termasuk integrasi dengan program lain untuk mendorong perubahan perilaku warga binaan.
“Karena ini Pesantren At-Taubah, tugas kita adalah berupaya mengubah kesalahan yang pernah mereka lakukan,” tegasnya.
Ketua BAZNAS Gresik, Muhamad Mujib, menyampaikan harapan agar program tersebut semakin optimal dan memberi manfaat nyata bagi warga binaan.
“Mudah-mudahan Pesantren At-Taubah bisa maksimal dan para warga binaan merasakan kemanfaatannya,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Rutan Gresik yang telah membuka ruang kolaborasi dalam pembinaan.
“Semoga ikhtiar ini membawa mereka menjadi lebih baik dan kita semua mendapat keberkahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Widiatmoko, menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan, baik selama masa tahanan maupun setelah bebas.
“Pembinaan tidak boleh berhenti saat di dalam saja, tapi harus berlanjut setelah mereka bebas,” ujarnya.
Ia menyebutkan, saat ini jumlah warga binaan di Rutan Gresik mencapai lebih dari 570 orang dengan sekitar 100 pegawai, sehingga kolaborasi dengan MUI dan BAZNAS sangat dibutuhkan, terutama dalam aspek pembinaan spiritual.
“Harapannya ke depan, kolaborasi ini bisa berkembang tidak hanya pada pembinaan spiritual, tetapi juga keterampilan,” pungkasnya. (bas/arf)