email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Reformasi Fiskal Digital dan Transparansi Keuangan Publik

by Javasatu
5 November 2025
Karisma Juliyanti. (Foto: Dok pribadi)

OPINI

Reformasi Fiskal Digital dan Transparansi Keuangan Publik

Oleh: Karisma Juliyanti – Prodi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Di era digitalisasi, sektor publik dituntut lebih efisien, transparan, dan akuntabel dalam mengelola keuangan negara. Salah satu langkah strategis adalah reformasi fiskal digital, yaitu modernisasi sistem pengelolaan keuangan publik dengan teknologi digital.

Reformasi ini tidak hanya menyasar aspek teknis anggaran, tetapi juga meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Menurut OECD (2025), transformasi digital dalam fiskal mempercepat perhitungan pajak, meningkatkan akuntabilitas, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Di Indonesia, digitalisasi fiskal menjadi kunci efisiensi sistem keuangan negara sekaligus adaptif terhadap dinamika ekonomi global. Tantangan yang muncul meliputi kesiapan SDM, keamanan data, dan regulasi yang adaptif. Sementara potensi penyalahgunaan anggaran dan korupsi dapat ditekan melalui sistem fiskal digital yang transparan.

Konsep Reformasi Fiskal Digital

Reformasi fiskal digital bertujuan memperkuat efisiensi dan transparansi pengelolaan anggaran melalui teknologi seperti big data, blockchain, dan kecerdasan buatan (AI).

Slemrod (2025) menekankan pentingnya regulasi digital yang menyeimbangkan keterbukaan informasi fiskal dan privasi publik, sehingga masyarakat dapat mengakses data tanpa mengorbankan keamanan.

Di Indonesia, pemerintah telah meluncurkan SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) dan SAKTI (Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi) untuk mempercepat digitalisasi fiskal, mendukung Reformasi Birokrasi Nasional, dan mewujudkan pemerintahan adaptif terhadap tantangan ekonomi modern.

Transparansi dalam Keuangan Publik

Transparansi fiskal adalah prasyarat tata kelola keuangan publik yang adil dan integritas tinggi. Menurut World Bank (2025), keterbukaan anggaran memperkuat kepercayaan masyarakat.

Dengan sistem online, publik dapat memantau realisasi anggaran secara real-time, mengurangi manipulasi data, serta memperkuat legitimasi demokrasi fiskal. Portal seperti APBN Kita dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menjadi contoh transparansi fiskal digital yang efektif.

Partisipasi publik meningkat karena masyarakat dapat mengawasi kinerja pemerintah secara aktif. Transparansi fiskal digital menjadi pilar utama keuangan publik modern.

Peran Teknologi dalam Akuntabilitas Fiskal

Teknologi digital memperkuat akuntabilitas fiskal melalui pengawasan berbasis data real-time. OECD (2025) menegaskan penggunaan big data dan blockchain dapat meningkatkan transparansi fiskal signifikan.

Blockchain, misalnya, mencatat setiap transaksi pemerintah secara permanen dan tidak bisa diubah, memperkuat kepercayaan publik. Menurut Kirakosyan & Manucharyan (2023), efisiensi administrasi berbasis teknologi mengurangi beban manual pegawai dan mempercepat layanan publik.

BacaJuga :

OPINI: Mampukah Kerja Sama Internasional Menyelamatkan Kinerja BUMN?

OPINI: Birokrasi Lokal, Wawasan Global

Dengan demikian, teknologi digital bukan sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama akuntabilitas fiskal kontemporer.

Isu dan Tren Global Reformasi Fiskal Digital

Secara global, reformasi fiskal digital menjadi bagian dari harmonisasi regulasi lintas negara. Agrawal & Wildasin (2020) menyoroti tantangan pajak digital dalam perdagangan e-commerce internasional.

Rahman & Islam (2023) menekankan keterbukaan perdagangan digital dapat meningkatkan kapasitas fiskal negara berkembang. Tren lain adalah green fiscal reform, yakni kebijakan fiskal berorientasi keberlanjutan lingkungan, termasuk pajak karbon dan instrumen hijau dalam APBN digital.

Reformasi fiskal global kini mengarah pada efisiensi, inklusivitas, dan keberlanjutan.

Alur Reformasi Fiskal Digital. (Sumber gambar: Karisma Juliyanti)

Reformasi fiskal digital merupakan kebutuhan mutlak menghadapi tantangan ekonomi global dan tuntutan masyarakat terhadap pemerintahan bersih, transparan, dan akuntabel.

Pemanfaatan teknologi digital mempercepat administrasi fiskal, memperkuat pengawasan, dan mengurangi risiko penyimpangan anggaran. Keberhasilan reformasi ini bergantung pada:

  1. Komitmen politik yang kuat

  2. Peningkatan kapasitas SDM

  3. Kesiapan infrastruktur digital

Peningkatan Indeks Transparansi Fiskal (2020–2024). (Sumber gambar: Karisma Juliyanti)

Dengan demikian, reformasi fiskal digital bukan sekadar persoalan teknologi, tetapi bagian integral transformasi tata kelola pemerintahan menuju era transparansi dan akuntabilitas publik berkelanjutan. (*)

*Artikel ini untuk tugas perkuliahan

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: OpiniUntag Banyuwangi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Ramai Grup Facebook Gay, MUI Gresik Minta Pemerintah Tak Tinggal Diam

Bayar Rp70 Juta, Pedagang Pasar Karangploso Malah Dapat Area Parkir

Misteri Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi, Polisi Ajukan Autopsi

OPINI: Mampukah Kerja Sama Internasional Menyelamatkan Kinerja BUMN?

Pengurus JMSI Jatim 2025-2030 Dilantik, Dewan Pers Tekankan Profesionalisme Media

Polres Gresik Bersama Kodim 0817 Donor Darah untuk Masyarakat

DPR Sahkan UU Polri, Dinilai Perkuat Transformasi Kelembagaan dan Dukung Asta Cita

Gus Idris Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

50 CPNS Jadi PNS, Wali Kota Malang Minta ASN Baru Bergerak Cepat

Prev Next

POPULER HARI INI

DPR Sahkan UU Polri, Dinilai Perkuat Transformasi Kelembagaan dan Dukung Asta Cita

Gus Idris Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

Pengurus JMSI Jatim 2025-2030 Dilantik, Dewan Pers Tekankan Profesionalisme Media

DPRD Gresik Sahkan Perda RTRW 2026-2046, Jadi Acuan Pembangunan 20 Tahun

BERITA LAINNYA

Ramai Grup Facebook Gay, MUI Gresik Minta Pemerintah Tak Tinggal Diam

Bayar Rp70 Juta, Pedagang Pasar Karangploso Malah Dapat Area Parkir

Misteri Bayi dalam Kardus di Kebun Tebu Gondanglegi, Polisi Ajukan Autopsi

OPINI: Mampukah Kerja Sama Internasional Menyelamatkan Kinerja BUMN?

Pengurus JMSI Jatim 2025-2030 Dilantik, Dewan Pers Tekankan Profesionalisme Media

Polres Gresik Bersama Kodim 0817 Donor Darah untuk Masyarakat

DPR Sahkan UU Polri, Dinilai Perkuat Transformasi Kelembagaan dan Dukung Asta Cita

Gus Idris Jadi Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan Seksual

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

50 CPNS Jadi PNS, Wali Kota Malang Minta ASN Baru Bergerak Cepat

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

MA Kabulkan PK PERADI Otto Hasibuan, DPC PERADI Malang Ajak Advokat Bersatu

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved