Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Budayawan Bahas Kedaulatan Pangan di Malang: Pangan Bukan Sekadar Perut, tapi Martabat dan Peradaban

Javasatu by Javasatu
8 November 2025
0

JAVASATU.COM- Isu kedaulatan pangan kembali mengemuka di Kota Malang. Sejumlah budayawan, akademisi, dan pegiat masyarakat menggelar diskusi bertajuk “Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan dari Perspektif Kebudayaan” di Kedai Kali Metro, Jumat (7/11/2025).

Diskusi bertajuk “Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Pangan dari Perspektif Kebudayaan” di Kedai Kali Metro, Jumat (7/11/2025). (Foto: Ist)

Forum tersebut menyoroti persoalan pangan bukan hanya sebagai urusan ekonomi dan produksi, tetapi juga sebagai cermin peradaban dan martabat manusia. Para pembicara sepakat bahwa kedaulatan pangan harus berakar pada kebudayaan lokal dan keselarasan alam.

Budayawan sekaligus penyanyi legendaris Trie Utami menegaskan perbedaan antara ketahanan pangan dan kedaulatan pangan.

“Ketahanan pangan bisa dicapai lewat impor atau bantuan. Tapi kedaulatan pangan lebih dalam, tentang kesadaran tubuh terhadap apa yang kita makan,” ujarnya.

Trie menilai masyarakat kini terjebak dalam “bentang bisnis” yang menomorsatukan keuntungan dan efisiensi, tetapi mengabaikan keberlanjutan. Ia mencontohkan komunitas adat seperti Ciptagelar dan Baduy yang menjaga kemandirian pangan melalui sistem lumbung adat dan benih lokal.

Sementara itu, dosen Universitas Brawijaya Dr. Redy Eko Prastyo menilai kosmologi Nusantara menempatkan pangan pada posisi mulia.

“Di Jawa, padi bahkan diwujudkan sebagai Dewi Sri. Ini menunjukkan penghormatan terhadap pangan sebagai sumber kehidupan,” katanya.

Pandangan tersebut diperkuat pegiat budaya Bachtiar Djanan, yang menyebut konsep keseimbangan dalam budaya Nusantara melampaui nilai individualisme Barat.

“Keselarasan di sini mencakup hubungan manusia dengan alam, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat,” ungkapnya.

Sejarawan M. Dwi Cahyono menambahkan, bukti arkeologis menunjukkan bahwa kedaulatan pangan sudah menjadi bagian dari peradaban Nusantara sejak abad ke-9 Masehi.

“Prasasti Turriyan dan Ngandang menyebut luku (bajak) sebagai alat bertani, sementara Candi Badut dan Kidal menggambarkan aktivitas pertanian,” jelasnya.

Ia juga menyoroti beras Krayan dari Kalimantan Utara sebagai contoh warisan budaya pertanian organik yang lestari selama berabad-abad.

Menutup diskusi, Prof. Mangku Purnomo, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, menegaskan pentingnya aksi nyata.

“Berdaulat pangan bisa dimulai dari rumah: menanam sayuran, memelihara ikan, atau ayam sendiri,” katanya.

Para narasumber yang tergabung dalam Jaringan Kampung Nusantara sepakat bahwa kedaulatan pangan harus dimulai dari kesadaran individu, dihidupkan lewat komunitas, dan diwujudkan dalam tindakan konkret.

Menurut mereka, kedaulatan pangan bukan sekadar isu pertanian, tetapi bentuk diplomasi kebudayaan, yakni cara bangsa menegaskan jati dirinya melalui pangan dan tradisi. (saf)

Tags: BudayawanKedaulatan PanganKetahanan Pangan
Previous Post

Kota Malang Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025, Bukti Pelayanan Publik Kian Mbois

Next Post

Pencak Dor Omah Sawah, Mbak Wali Tekankan Sportivitas dan Pelestarian Budaya Kediri

Related Posts

40 Kantong Darah dari Polres Blitar Kota di HUT ke-75 Humas Polri
Berita

40 Kantong Darah dari Polres Blitar Kota di HUT ke-75 Humas Polri

21 Oktober 2026
Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
Berita

Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka

21 Oktober 2026
Kapolres Malang Ajak HMI Jadi Jembatan Aspirasi Warga
Berita

Kapolres Malang Ajak HMI Jadi Jembatan Aspirasi Warga

21 Oktober 2026
HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah
Berita

HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Malang Kota Kumpulkan 67 Kantong Darah

21 Oktober 2026
Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah
Berita

Kapolresta Malang Kota Turun ke Jalan, Pantau Lalu Lintas di Zona Sekolah

20 Oktober 2026
Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU
Berita

Ziarah KH Faqih Maskumambang, ISNU Dukun Perkuat Sinergi NU

20 Oktober 2026
Next Post
Pencak Dor Omah Sawah, Mbak Wali Tekankan Sportivitas dan Pelestarian Budaya Kediri

Pencak Dor Omah Sawah, Mbak Wali Tekankan Sportivitas dan Pelestarian Budaya Kediri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
  • 40 Kantong Darah dari Polres Blitar Kota di HUT ke-75 Humas Polri
  • MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
  • Polres Majalengka Ungkap 18 Kasus Kriminal, 32 Orang Jadi Tersangka
  • KORMI Kota Malang Kukuhkan Pengurus 2026-2031, Siapkan Roadshow ke Jember
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com