JAVASATU.COM- Siswa TK Siti Maryam di Kelurahan Curug, Bojongsari, Kota Depok, menanam bibit pohon di halaman sekolah Jumat (28/11/2025) untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI).

Aksi ini menjadi bentuk nyata edukasi lingkungan bagi anak-anak di tengah krisis Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan laju alih fungsi lahan di Jabodetabek.
Kepala Sekolah, H. Sigit Subiyanto, SE., menekankan bahwa kegiatan ini menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
“Menyiram dan merawat tanaman bukan sekadar tugas, tetapi tanggung jawab. Ini investasi moral untuk masa depan hijau kota Depok,” ujarnya.
Data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Depok menunjukkan RTH publik baru mencapai sekitar 10% dari target ideal 20%.
Sementara laju deforestasi di Jawa Barat masih tinggi, antara 5.000 hingga 7.000 hektare per tahun, akibat tekanan populasi dan alih fungsi lahan untuk perumahan dan infrastruktur.
Program di TK Siti Maryam tak berhenti di penanaman pohon. Anak-anak juga belajar aquaponik, memanfaatkan limbah kolam ikan lele sebagai pupuk alami untuk sayuran, serta membuat eco-enzyme dari limbah dapur, memperkenalkan konsep zero waste sejak dini.
“Dengan aksi sederhana ini, berharap budaya peduli lingkungan tumbuh sejak usia emas, menguatkan komitmen masyarakat menghadapi krisis RTH di kawasan padat penduduk,” pungkas Sigit.
Orang tua siswa, Hasanah Susanti, menyatakan kegiatan ini berdampak positif pada perilaku anak di rumah.
“Anak saya pulang dengan cerita tentang pohon yang ia tanam sendiri. Mereka jadi lebih peduli lingkungan sekitar rumah,” ungkapnya.
Hari Menanam Pohon Indonesia ditetapkan setiap 28 November melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008 untuk menekan deforestasi nasional. (arf)