JAVASATU.COM- Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif menyuarakan persoalan banjir di sejumlah terowongan jalan bawah Tol Semarang. Ia menegaskan Pemerintah Kota Semarang akan terus bersama warga mendorong solusi penanganan banjir yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bu Agustina, sapaannya, saat menanggapi keluhan masyarakat terkait terowongan yang kerap tergenang air, terutama saat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, kepedulian dan keberanian masyarakat menyampaikan aspirasi menjadi faktor penting untuk mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur.
“Terima kasih atas kepedulian masyarakat yang terus menyuarakan keluhan terkait terowongan tol, terutama genangan air yang kerap tinggi dan melumpuhkan aktivitas warga. Pemerintah Kota Semarang akan selalu bersama masyarakat untuk mendorong agar segera dicarikan solusi terbaik,” ujar Bu Agustina.
Banjir di terowongan bawah tol masih kerap terjadi di sejumlah titik, seperti terowongan Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Medoho yang menghubungkan Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, dengan Kelurahan Siwalan, Kecamatan Gayamsari. Kondisi ini menyebabkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas, bahkan sering kali mogok dan terjebak di dalam terowongan.
Sementara itu, tokoh masyarakat Jawa Tengah, sekaligus pengacara kondang, KRT Dr. H. Budiyono Rekso Pradoto, menilai persoalan tersebut sudah bersifat kronis dan berlangsung bertahun-tahun tanpa penanganan serius dari pengelola jalan tol. Ia menyatakan siap menempuh jalur hukum jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat.
“Genangan air di terowongan tol ini sudah menjadi persoalan lama. Jalur ini tidak bisa dilewati saat banjir, padahal merupakan akses penting menuju pusat Kota Semarang,” kata Budiyono.
Budiyono menambahkan, pihaknya akan melayangkan klarifikasi dan somasi hingga mempertimbangkan gugatan class action apabila pengelola tol tidak menunjukkan itikad baik.
Hal senada disampaikan Wahyudi, warga Kota Semarang, yang menilai banjir di terowongan bawah tol merupakan tanggung jawab pengelola jalan tol.
Menurutnya, berbagai upaya Pemkot Semarang seperti pelebaran dan peninggian jalan di sekitar terowongan menjadi tidak optimal karena titik terendah justru berada di area terowongan.
“Setiap hujan lebat, terowongan pasti tergenang. Kendaraan mogok bahkan rusak. Pengelola tol harus bertanggung jawab penuh dan melakukan evaluasi menyeluruh,” tegas Wahyudi.
Masyarakat mendesak pengelola jalan tol segera melakukan penanganan permanen dan berkelanjutan, seperti perbaikan sistem drainase serta peninggian dan pelebaran terowongan, guna mencegah genangan air yang terus mengancam keselamatan dan mobilitas warga Kota Semarang. (wan/arf)