email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tradisi Kolak Ayam Sanggring di Gresik Bertahan 5 Abad

by Sudasir Al Ayyubi
12 Maret 2026

JAVASATU.COM- Tradisi Kolak Ayam Sanggring di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, terus bertahan hingga lebih dari lima abad dan masih dilestarikan masyarakat setiap bulan Ramadan.

(Foto: ist)

Tradisi kuliner bernilai sejarah tersebut kembali digelar di area Masjid Jami’ Sunan Dalem. Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bahkan meninjau langsung proses pengolahan kolak ayam yang menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat setempat, Kamis (12/3/2026).

Bupati yang akrab disapa Gus Yani itu mengatakan tradisi Sanggring merupakan warisan budaya Islam yang telah berusia sekitar lima abad. Menurutnya, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan kuliner, tetapi juga simbol penghormatan terhadap sejarah dakwah Islam di wilayah Gresik.

Tradisi ini berkaitan dengan sejarah Sunan Dalem, putra dari Sunan Giri, yang dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di pesisir utara Jawa pada sekitar tahun 1541 Masehi.

“Tradisi kolak ayam ini merupakan bentuk apresiasi dan upaya melestarikan budaya peninggalan Sunan Dalem,” ujar Gus Yani.

Ia menjelaskan, sejarah kolak ayam bermula dari kebiasaan Sunan Dalem yang memasak hidangan tersebut sebagai obat saat mengalami sakit ketika membangun masjid di Desa Gumeno. Resep tersebut kemudian dipercaya memiliki khasiat dan terus diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat.

Selain menjaga nilai sejarah, pemerintah daerah juga mendorong generasi muda untuk mengenal tradisi tersebut agar tetap bertahan di tengah perkembangan Kabupaten Gresik sebagai kawasan industri.

BacaJuga :

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Keris Jadi Pemersatu Nusantara, DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Peduli

Tradisi Kolak Ayam Sanggring sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTbI) pada 2019 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Setiap malam ke-23 Ramadan, masyarakat Desa Gumeno secara gotong royong memasak kolak ayam dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada warga dan tamu yang hadir.

Pada Ramadan tahun ini, panitia menyiapkan bahan dalam jumlah besar, antara lain 240 ekor ayam, 225 kilogram bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk.

Dari bahan tersebut, sekitar 3.000 porsi Kolak Ayam Sanggring disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung lebih dari 500 tahun tersebut. (bas/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Desa GumenoKabupaten GresikKecamatan ManyarKolak AyamkulinerTradisi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Keris Jadi Pemersatu Nusantara, DPRD Kaltim Ajak Generasi Muda Peduli

Analis: Rakernis Divkum 2026 Perkuat Peran Polri Presisi sebagai Pilar Keadilan Humanis

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Libatkan Ratusan Personel dan Super Puma

Curanmor Sekeluarga di Singosari Terbongkar, Penadah Ikut Diringkus

Camat Gresik Lepas 26 Kafilah MTQ Tingkat Kabupaten 2026, Targetkan Prestasi

Kemarau Mengintai, Bupati Yani Minta PMI Gresik Siaga Air Bersih

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan Indra Iskandar, Minta KPK Pulihkan Nama Baik

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Prev Next

POPULER HARI INI

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Gus-Gus Gresik Hadiri Halalbihalal Asparagus Nasional di Yogyakarta

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

BERITA LAINNYA

TNI Perkuat Pengamanan Freeport Pasca Serangan KKB, Panser Anoa Disiagakan

Analis: Rakernis Divkum 2026 Perkuat Peran Polri Presisi sebagai Pilar Keadilan Humanis

TNI Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Libatkan Ratusan Personel dan Super Puma

LAKSI Dukung Putusan Praperadilan Indra Iskandar, Minta KPK Pulihkan Nama Baik

Rakernas Taekwondo 2026 Ditutup, Ketum: Musuh adalah Hadiah Bagimu

Pakar IPB Sebut Daerah Kepulauan Butuh Kebijakan Khusus

Polri Adalah Alat Negara, Analis Nilai MK Tepat Tolak Batas Masa Jabatan Kapolri

Forum Jamsos Ingatkan BPJS Ketenagakerjaan Waspadai Risiko Dana Imbas Konflik Iran-AS

Brimob Polri Tembus 7 Besar Dunia Skydiving, Indonesia Incar Tuan Rumah Asia

Rakernas Taekwondo Indonesia 2026 Dibuka, PBTI Target Prestasi Internasional

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

Internet Rakyat Hadir di Blitar, Tarif Rp100 Ribu per Bulan Kecepatan 100 Mbps

141 PNS Sidoarjo Terima SK Pensiun April-Juni 2026, Pemkab Apresiasi Pengabdian

KKI Jatim Juara Umum Kejurprov FORKI 2026, Borong 9 Emas di Malang

DPRD Kota Malang Sahkan 3 Perda, Atur Parkir hingga Pemajuan Kebudayaan

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d