JAVASATU.COM- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Qolam Malang kelompok 06, di Desa Kaumrejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang tidak hanya bertugas sebagai juri dalam Perkemahan Sehari (PERSARI) dan Pesta Siaga Ngantang 2026, tetapi juga berperan menanamkan jiwa kewirausahaan kepada Pramuka Siaga sejak usia dini.
Melalui Bazar Tradisional bertema “Gen Alpha Menyapa Tradisi”, para peserta diajak belajar menjual produk, mengelola administrasi, hingga mengenalkan kuliner khas daerah secara langsung.
Kegiatan yang digelar Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Ngantang, Kwartir Cabang Kabupaten Malang, di SD Negeri 1 Kaumrejo, Rabu (10/6/2026), itu diikuti Pramuka Siaga berusia 7-10 tahun dari seluruh gugus depan se-Kecamatan Ngantang.
Selain menjadi wadah pembentukan karakter, PERSARI 2026 juga dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi generasi muda.

Mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang yang dipercaya menjadi juri bazar menerapkan penilaian ketat agar peserta benar-benar menampilkan kreativitas berbasis budaya lokal. Produk makanan pabrikan maupun olahan toko modern tidak diperbolehkan masuk ke arena perlombaan.
“Panitia dan tim juri sangat selektif dalam melarang peredaran makanan ringan pabrik maupun olahan toko modern di area perlombaan. Hal ini kami lakukan agar anak-anak siaga murni menampilkan kuliner tradisional serta kreativitas berbasis bahan alam khas daerah Ngantang,” kata Ma’krifatu Billah, mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang yang bertugas sebagai juri bazar.
Selain menilai dekorasi dan jenis barang yang dijual, mahasiswa KKN Al-Qolam juga memperhatikan cara peserta menawarkan produk dan pengelolaan administrasi kelompok. Menurut mereka, keberanian berinteraksi dengan pembeli menjadi bekal penting untuk membentuk mental kewirausahaan sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi keberanian anak-anak siaga yang menawarkan barang dagangan mereka dengan sopan menggunakan seragam pramuka lengkap tanpa pengeras suara. Kerapian administrasi bazar yang mereka kelola secara berkelompok juga menjadi bukti awal tumbuhnya jiwa wirausaha yang sehat,” ujar juri bazar lainnya, Siti Zazilatur Rohma.
Tak hanya di bazar, pendekatan edukatif juga diterapkan mahasiswa KKN Al-Qolam pada lomba ketangkasan tapak tenda. Hadi Prawira Sumadanu yang bertugas sebagai juri tidak sekadar memberikan penilaian, tetapi turun langsung membimbing peserta mengenai teknik mendirikan tenda dan pentingnya kerja sama dalam kelompok.
“Anak-anak tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar. Pendampingan yang diberikan selama kegiatan menjadi bagian dari proses pendidikan kepramukaan agar mereka memiliki keterampilan dan kemandirian sejak dini,” kata Hadi Prawira Sumadanu.
Sementara itu, Sintia menegaskan bahwa kerja sama tim dan kerapian kawasan perkemahan menjadi bagian penting dalam penilaian.
“Penilaian tapak tenda ini paket lengkap, mencakup kebersihan kawasan kavling serta ketepatan posisi penataan meja makan non-plastik di depan tenda. Kerja sama yang dinamis antara satu peserta putra dan satu peserta putri dari tiap gugus depan dalam menyusun kavling terbukti mampu menghasilkan area yang rapi,” ungkap Sintia.
Melalui PERSARI dan Pesta Siaga Ngantang 2026, mahasiswa KKN Universitas Al-Qolam Malang 06 tidak hanya mengawal jalannya perlombaan, tetapi juga ikut membentuk karakter dan menumbuhkan jiwa wirausaha Pramuka Siaga sebagai bekal menuju generasi Indonesia Emas 2045. (nuh)